Adik Kim Jong Un, Sosok di Balik Memanasnya Relasi Korsel dan Korut

Kompas.com - 16/06/2020, 17:29 WIB
Kim Jong Un (kiri) dan adik perempuannya Kim Yo Jong (kanan) saat menghadiri pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada 27 April 2018. POOL New via REUTERSKim Jong Un (kiri) dan adik perempuannya Kim Yo Jong (kanan) saat menghadiri pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in pada 27 April 2018.

PYONGYANG, KOMPAS.com - Dalam dua pekan terakhir, tensi antara Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) begitu menghangat buntut aktivitas pembelot Korut di perbatsan.

Puncaknya adalah pada Selasa (16/6/2020), Kementerian Unifikasi Korsel menyatakan bahwa tetangganya itu meledakkan kantor perwakilan di Kaesong.

Adalah Kim Yo Jong, adik Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un, yang menjadi sosok di balik memanasnya tensi Korut dan Korsel.

Baca juga: Korea Utara Ledakkan Kantor Penghubung dengan Korea Selatan di Kaesong

Dalam pernyataannya Sabtu (13/6/2020), Kim adik mengintruksikan militer untuk "bertindak", dengan mengklaim "menggunakan hak yang diberkan Kim Jong Un, partai dan negara".

Ucapan tersebut direspons militer dengan mengatakan, mereka "mengkaji" berbagai opsi. Termasuk mengerahkan pasukan ke perbatasan.

Harian Chosun Ilbo memberitakan, Seoul mendeteksi tentara Korea Utara melakukan latihan menembak di dekat Zona Demiliterisasi.

Pihak Negeri "Ginseng" khawatir, negara tetangganya itu akan mengerahkan kapal perang ke wilayah perbatasan dengan menyaru sebagai kapal nelayan.

Apalagi seperti diwartakan Nikkei Asian Review, saat ini musim perburuan kepiting biru di Laut Kuning tengah mencapai puncaknya.

Adik Kim Jong Un itu juga yang menginstruksikan agar kantor perwakilan dua Korea yang terletak di Kaesong diratakan menjadi debu.

"Saya pikir ini sudah waktunya untuk memutuskan hubungan dengan pemerintahan Korea Selatan," kata Kim Yo Jong dikutip media setempat.

Baca juga: Diancam Adik Kim Jong Un, Korea Selatan Gelar Rapat Darurat

Halaman:

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sedikitnya 22 Orang Tewas dalam Gempa Bumi di Turki dan Yunani

Sedikitnya 22 Orang Tewas dalam Gempa Bumi di Turki dan Yunani

Global
Keluarga Pelaku Teror di Perancis: Kami Ingin Bukti, jika Benar, Hukum Dia

Keluarga Pelaku Teror di Perancis: Kami Ingin Bukti, jika Benar, Hukum Dia

Global
Warga Perancis Marah menjadi Target Serangan Terorisme

Warga Perancis Marah menjadi Target Serangan Terorisme

Global
Pasca-serangan Teror, Warga Letakkan Bunga dan Lilin di Depan Gereja Notre-Dame

Pasca-serangan Teror, Warga Letakkan Bunga dan Lilin di Depan Gereja Notre-Dame

Global
[POPULER GLOBAL] Detik-detik Teror Brutal di Gereja Notre-Dame Perancis | Militer Taiwan Gelar Ikatan Sipil Sesama Jenis Pertama

[POPULER GLOBAL] Detik-detik Teror Brutal di Gereja Notre-Dame Perancis | Militer Taiwan Gelar Ikatan Sipil Sesama Jenis Pertama

Global
Azerbaijan Klaim Bebaskan 9 Desa di Nagorno-Karabakh dari Pendudukan Armenia

Azerbaijan Klaim Bebaskan 9 Desa di Nagorno-Karabakh dari Pendudukan Armenia

Global
Qatar Akan Tuntut Pegawai yang Periksa Wanita Telanjang di Bandara

Qatar Akan Tuntut Pegawai yang Periksa Wanita Telanjang di Bandara

Global
Ibu Pelaku Teror Penyerangan Pisau di Perancis Menangis dan Terkejut atas Perbuatan Anaknya

Ibu Pelaku Teror Penyerangan Pisau di Perancis Menangis dan Terkejut atas Perbuatan Anaknya

Global
Demo Anti-Perancis Menjalar ke Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan

Demo Anti-Perancis Menjalar ke Bangladesh, Pakistan, dan Afghanistan

Global
Gempa M 7 Guncang Turki, 4 Tewas dan 120 Luka-luka

Gempa M 7 Guncang Turki, 4 Tewas dan 120 Luka-luka

Global
Warga Iran Menanti Hasil Pilpres AS dengan Cemas

Warga Iran Menanti Hasil Pilpres AS dengan Cemas

Global
Turki-Yunani Diguncang Gempa M 7, Air Laut Masuki Kota Pesisir Izmir

Turki-Yunani Diguncang Gempa M 7, Air Laut Masuki Kota Pesisir Izmir

Global
Sekitar Paris Macet 700 Km Menjelang Lockdown Nasional Kedua

Sekitar Paris Macet 700 Km Menjelang Lockdown Nasional Kedua

Global
Twitnya soal Islam dan Perancis Dihapus Twitter, Mahathir: Tidak Adil

Twitnya soal Islam dan Perancis Dihapus Twitter, Mahathir: Tidak Adil

Global
Pesan Terakhir Ibu 3 Anak yang jadi Korban Penyerangan di Gereja Nice Perancis

Pesan Terakhir Ibu 3 Anak yang jadi Korban Penyerangan di Gereja Nice Perancis

Global
komentar
Close Ads X