Takut Kena Virus Corona lewat Jaringan 5G, Desa Bolivia Hancurkan Menara Telekomunikasi

Kompas.com - 16/06/2020, 19:06 WIB
Ilustrasi 5G SHUTTERSTOCKIlustrasi 5G

LA PAZ, KOMPAS.com - Sebuah desa di Bolivia dilaporkan menghancurkan tiang komunikasi, karena takut tertular virus corona dari jaringan 5G.

Negara di Amerika Selatan itu belum mempunyai teknologi nirkabel tersebut, yang dianggap media masuknya virus itu berdasarkan unggahan yang viral di media sosial setempat.

Berdasarkan teori kosnpirasi yang menyebar di sana, radiasi elektromagnetk jaringan 5G bisa menyebabkan gejala virus corona, yang dimentahkan oleh ilmuwan.

Baca juga: Uskup Agung Ini Pimpin Misa di Katedral Berisi Foto Korban Meninggal Covid-19

Meski begitu seperti diberitakan AFP Selasa (16/6/2020), viralnya teori konspirasi itu membuat penduduk desa Yapacani percaya.

Kepala polisi setempat, Franklin Villazon, kepada harian lokal El Deber berujar, empat tiang komunikasi dihancurkan di kawasan dekat kota San Cruz itu.

"Kami kalah jumlah," kata Villazon. Meski tidak mendaapt insiden berarti, dia menyebut penghancuran itu adalah "aksi teroris".

Dilaporkan El Deber, penduduk desa Yapacani sebelumnya sudah melancarkan demonstrasi menuntut agar tiang tersebut bisa dirobohkan.

Menteri Dalam Negeri Arturo Murillo menyatakan, para pelaku penghancuran adalah kelompok yang loyal pada mantan Presiden Evo Morales.

Kelompok tersebut selain menghancurkan menara di Yapacani, dilaporkan juga merobohkan tiang jaringan 5G di San Julian dan Ichilo.

Kementerian Komunikasi Bolivia merilis pernyataan, yang isinya menuturkan bahwa negara mereka belum mempunyai teknologi itu.

Baca juga: Paris Masuk Zona Hijau Virus Corona, Orang-orang Nongkrong Lagi di Kafe

Halaman:
Baca tentang

Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X