Bersepeda Dianggap Solusi Aman Berkendara di Tengah Pandemi Covid-19

Kompas.com - 07/06/2020, 11:31 WIB
A cyclist cycles by painted stencils on a street to create pop up bike lanes in preparation for distanced bike rides, following the outbreak of the coronavirus disease (COVID-19), London, Britain, May 16, 2020. REUTERS/Peter Nicholls Peter NichollsA cyclist cycles by painted stencils on a street to create pop up bike lanes in preparation for distanced bike rides, following the outbreak of the coronavirus disease (COVID-19), London, Britain, May 16, 2020. REUTERS/Peter Nicholls

BERLIN, KOMPAS.com - Banyak orang kini mulai kembali pada aktivitas bersepeda karena sepeda dianggap sebuah moda transportasi yang lebih aman digunakan di tengah pandemi Covid-19.

Pemerintah di Jerman misalnya, merespons fenomena positif ini dengan membuat jalur sepeda 'dadakan' atau pop-up bike lane. Sebuah tren baru berkelanjutan yang lahir akibat pandemi dan bisa menjaga praktik social distancing.

Tidak hanya di Jerman, pop-up bike lane juga telah diterapkan dengan cepat di berbagai kota di dunia dari Berlin dan Bogota sampai ke Brussel dan Budapest.

Baru-baru ini, dilansir situs web Serikat Pesepeda Internasional (UCI), pada 14 Mei lalu, Ramboll Smart Mobility menyelenggarakan sebuah webinar yang mana kota Berlin, Badan Transportasi Selandia Baru dan DG Move Eropa akan membagi pada otoritas publik dalam berbagai level yang berbeda agar dapat menerapkan jalur sepeda.

Baca juga: Atasi Covid-19, Sejumlah Negara Berlomba Perluas Jalur Sepeda dan Pejalan Kaki

BERLIN

Di Kota Berlin, Jerman, terutama di sebuah distrik yang paling padat penduduknya di Kreuzberg, merupakan kota pertama yang menerapkan pop-up bike lane sebagai reaksi yang lebih efisien terhadap pola mobilitas yang berkembang akibat pandemi Covid-19.

Kota itu telah membagi saran dan panduan praktis kepada kota lainnya untuk mempelajari bagaimana merencanakan infrastruktur sementara yang aman, yang bisa diterapkan hanya dalam 10 hari.

Di Bogota, jalur sepeda sepanjang 76 kilometer telah dibuat sementara dengan menggunakan pembatas yang terbuat dari traffic cone atau kerucut lalu lintas.

Pop-up bike lane dibuat untuk mengurangi kemacetan pada transportasi umum dan meningkatkan kualitas udara. Jalur sepeda itu kemudian diperpanjang menjadi lebih dari 600 kilometer. 

Baca juga: Pandemi Covid-19, Bersepeda Jadi Pilihan Baru Latihan Atlet

BRUSSEL

Halaman Selanjutnya
Halaman:

Sumber uci.org
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X