"Jangan Biarkan Kematian George Floyd Sia-sia"

Kompas.com - 07/06/2020, 08:50 WIB
Peti emas berisi jenazah George Floyd tiba untuk upacara pemakaman di Gedung Cape Fear, Raeford, North Carolina, Amerika Serikat, pada 6 Juni 2020. Pada 25 Mei, Floyd tewas setelah lehernya ditindih polisi kulit putih bernama Derek Chauvin di Minneapolis. AFP PHOTO/POOL/ED CLEMENTEPeti emas berisi jenazah George Floyd tiba untuk upacara pemakaman di Gedung Cape Fear, Raeford, North Carolina, Amerika Serikat, pada 6 Juni 2020. Pada 25 Mei, Floyd tewas setelah lehernya ditindih polisi kulit putih bernama Derek Chauvin di Minneapolis.

RAEFORD, KOMPAS.com - Keluarga George Floyd berkumpul untuk bernyanyi dan mendaraskan doa dalam upacara pemakaman yang berlangsung di North Carolina, AS.

Baik keluarga dan pejabat publik memberi penghormatan terakhir di Raeford untuk Floyd, yang tewas setelah lehernya ditindih di Minneapolis, pekan lalu.

Aksi Derek Chauvin, polisi yang menindih leher George Floyd, dan tiga rekannya membangkitkan aksi protes di berbagai negara.

Baca juga: Eks Polisi yang Jadi Pelaku Tewasnya George Floyd Sempat Peringatkan Rekannya

"Kematian tidak melulu soal kedukaan. Kematian itu juga bisa berarti bagaimana kita terbangun," kata Jeremy Collins, juru bicara Gubernur North Carolina Roy Cooper.

"Kematian Floyd sudah membangunkan kita semua," lanjut Collins dalam acara yang pemakaman yang berlangsung pada Sabtu (6/6/2020), dilansir NBC News.

Sheriff Hoke County, Hubert Peterkin, dalam pidatonya mengingatkan penegak hukum di seluruh AS untuk mengakui bahwa mereka "bagian dari masalah".

Peterkin mengatakan, aparat tidak punya wewenang untuk merundung, menekan, maupun membunuh seseorang hanya karena mereka mempunyai lencana dan pistol.

"Kita hanya terus membahasnya hingga terjadi lagi. Cukup sudah wacananya. Jangan biarkan kematian George Floyd jadi sia-sia," paparnya.

Pendeta Dr Christopher Stackhouse dari Gereja Lewis Chapel Missionary Baptist berujar, ada yang "berbeda" pada hari kematian Floyd.

Baca juga: Berbicara soal George Floyd, Bintang Porno Ini Mengaku Dikeluarkan dari Pesawat

"Meski dibutuhkan 8 menit dan 46 detik saat dia meninggal, butuh 401 tahun agar sistem itu bisa kembali ke tempat yang benar," kata dia.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber NBC News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X