Mahathir Tidak Keberatan Dicopot sebagai Petinggi Partai, tapi dengan Syarat

Kompas.com - 15/05/2020, 12:53 WIB
Mahathir Mohammad saat wawancara dengan Reuters di Kuala Lumpur, Malaysia, 13 Maret 2020. LIM HUEY TENG/REUTERSMahathir Mohammad saat wawancara dengan Reuters di Kuala Lumpur, Malaysia, 13 Maret 2020.

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Ketua Bersatu Tun Dr Mahathir Mohamad mengaku tidak keberatan dicopot dari posisinya sebagai petinggi partai, asalkan dilakukan secara sah.

Dilansir dari Malay Mail pada Kamis (14/5/2020), Mahathir menekankan Bersatu boleh melengserkan dirinya jika sesuai dengan konstitusi partai, bukan digulingkan di belakang.

Dalam sebuah video yang diunggah di Facebook-nya kemarin, Mahathir mengatakan ketika dia memimpin UMNO dan akan melengserkan Anwar Ibrahim pada akhir 1990-an, dia masih memberi kesempatan Anwar untuk bertemu dan mengutarakan pembelaannya.

Baca juga: Mahathir Mohamad Ungkap Alasannya Mundur sebagai PM Malaysia

"Dan kami telah menemukan banyak kesalahan yang telah dilakukan dalam upaya untuk menyingkirkan saya."

"Saya tidak keberatan dicopot, tapi lengserkan saya sesuai undang-undang dan konstitusi partai. Bahkan jika Anda ingin mencopot saya, silakan undang saya."

"Ketika saya memimpin UMNO dan Dewan Tertinggi ingin mencopot Datuk Seri Anwar Ibrahim, dia diundang dan diberi kesempatan untuk berbicara selama pertemuan."

"Tetapi mereka bahkan tidak ingin saya di sana dan mengizinkan saya untuk berbicara," terang politisi berjuluk Dr M itu, dikutip dari Malay Mail.

Baca juga: Mahathir dan Anwar Ibrahim Kembali Bersatu, Ada Apa?

Pria 94 tahun itu juga menunjukkan bahwa panggilan untuk bertemu Dewan Tertinggi Partai (MPT) pada 11 Mei sebelum ditunda ke tanggal berikutnya, adalah pelanggaran hukum di berbagai tingkatan.

Menurut konstitusi Bersatu, satu-satunya yang berwenang untuk memanggil pertemuan MPT adalah ketua partai, posisi yang sedang dipegang Mahathir.

Presiden partai Tan Sri Muhyiddin Yassin hanya berwenang memanggil pertemuan jika ketua tidak sanggup hadir, sakit, atau berada di luar negeri.

Baca juga: Mosi Tidak Percaya Mahathir pada PM Malaysia Diterima Parlemen

Halaman:

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X