Wuhan Catatkan Infeksi Pertama Virus Corona dalam Sebulan Terakhir

Kompas.com - 10/05/2020, 20:53 WIB
Media China CCTV 13 menayangkan momen ketika salah satu gedung menggelar pertunjukan lampu untuk menandai berakhirnya lockdown di Wuhan karena wabah virus corona, Rabu (8/4/2020). CCTV via Sky NewsMedia China CCTV 13 menayangkan momen ketika salah satu gedung menggelar pertunjukan lampu untuk menandai berakhirnya lockdown di Wuhan karena wabah virus corona, Rabu (8/4/2020).

BEIJING, KOMPAS.com - China mengumumkan adanya kasus infeksi virus corona di Wuhan, pertama dalam satu bulan terakhir pada Minggu (10/5/2020).

Komisi Kesehatan Nasional juga melaporkan kenaikan double digit di seluruh dunia dalam 10 hari, dengan 14 kasus yang telah terkonfirmasi.

Dalam keterangan komisi kesehatan nasional, dua dari 14 kasus yang terkonfirmasi merupakan kasus impor, dan berasal dari luar negeri.

Baca juga: Pertunjukan Lampu Warnai Berakhirnya Masa Lockdown di Wuhan

Virus corona itu pertama kali merebak di Wuhan, kota yang menjadi salah satu jantung industri dan transpotasi di kawasan pusat China, pada Desember 2019.

Sejak saat itu, virus corona tersebut menjangkiti negara lain, di mana saat ini sudah ada empat juta orang yang terinfeksi di seluruh dunia.

Kemudian dilansir AFP, virus dengan nama resmi SARS-Cov-2 itu sudah membunuh sekitar 270.000 orang, dan menghantam ekonomi global.

Adapun di Negeri "Panda", patogen yang mengakibatkan penyakit Covid-19 tersebut menginfeksi 82.901, dengan korban meninggal terkonfirmasi 4.633.

Beijing langsung menerapkan aturan tegas, yakni memberlakukan lockdown yang dimulai dari Wuhan, kemudian menjalar ke seluruh Provinsi Hubei, pada 23 Januari.

Kemudian karena kasus penularan dan korban meninggal terus menurun, otoritas pusat memutuskan mencabut karantina wilayah pada akhir Maret.

Namun setelah satu bulan pasca-pencabutan lockdown, yang ditandai dengan pertunjukan lampu, ibu kota Provinsi Hubei itu kembali melaporkan adanya infeksi.

Beijing mendapat kritikan baik dari dalam maupun luar negeri, dikarenakan mereka dianggap meremehkan berbahayanya virus tersebut.

Selain itu, pemerintahan Presiden Xi Jinping juga dituding menyembunyikan berbagai informasi wabah ketika pertama kali muncul.

Seorang pejabat kesehatan terkemuka setempat pada Sabtu (9/5/2020) mengatakan, pandemi itu menyingkap "kekurangan" pada sistem kesehatan China.

Baca juga: Sakit karena Covid-19, Dokter di Wuhan Dapati Kulit Mereka Menghitam

Baca tentang

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X