Tetap Buka Toko, Pemilik Salon Rambut di AS Ini Dihukum 1 Minggu Penjara

Kompas.com - 08/05/2020, 11:00 WIB
Shelley Luther, pemilik salon rambut Dallas Salon a la Mode, berbicara kepada kerumunan pendukung di  Open Texas terhadap pembatasan pandemi virus corona di luar Balai Kota di Frisco, Texas, AS, 25 April 2020. REUTERS/Jeremy LockShelley Luther, pemilik salon rambut Dallas Salon a la Mode, berbicara kepada kerumunan pendukung di Open Texas terhadap pembatasan pandemi virus corona di luar Balai Kota di Frisco, Texas, AS, 25 April 2020.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Pemilik salon rambut di Dallas, Amerika Serikat (AS) dipenjara selama seminggu karena menolak menutup bisnisnya selama lockdown.

Dilansir BBC, Shelley Luther, pemilik Salon à la Mode di Dallas hadir di persidangan pada Selasa (5/5/2020) setelah menolak surat permintaan penangguhan kegiatan bisnis karena aturan pembatasan dan sebuah perintah penahanan.

Menurut Hakim, Luther bisa terhindar dari penjara jika dia meminta maaf karena telah egois, menutup salonnya dan membayar denda.

Namun, Luther menolak dengan mengatakan, "Memberi makan anak-anak saya bukanlah tindakan egois."

Baca juga: Washington Jadi Pusat Wabah di Amerika Serikat

Dia hanya diminta menutup tokonya sampai Jumat, karena negara bagian itu berencana untuk membuka semua perbisnisan setelahnya.

Luther dikenakan denda 7.000 dolar AS (setara dengan Rp 104 juta) dan diperingatkan bahwa dendanya akan bertambah 500 dolar per hari dari saat itu sampai Jumat jika bisnisnya masih dibuka.

Hakim Eric Moyé mengatakan pada Luther, "Aturan hukum mengatur kita. Siapa pun tidak bisa mengaturnya dan menentukan sendiri apakah mereka akan patuh atau tidak."

Baca juga: Trump Sebut Wabah Covid-19 Terjadi karena Kesalahan Mengerikan China

Sebelumnya, seorang inspektur dan petugas polisi mengatakan pada pengadilan bahwa mereka melihat klien di dalam salon itu melakukan pemotongan rambut dan perawatan kuku sebagaimana dilaporkan oleh Texas Tribune.

Pada 25 April lalu, Luther tampak pada demonstrasi yang meminta pemerintah membuka kembali aktivitas bisnis, tidak mengacuhkan surat peringatan yang diterimanya.

Pekan lalu, dia mengatakan pada pengikutnya di Facebook bahwa dia punya hak untuk tetap membuka usahanya.

Baca juga: Virus Corona di AS Lebih dari 1 Juta Kasus, Presiden Trump Fokus Kampanye Pemilu

Di pengadilan, dia mengatakan pada Hakim, "Saya tidak sepakat dengan Anda, Yang Mulia, ketika Anda mengatakan saya egois karena memberi makan anak-anak saya tidaklah egois. 

Saya punya pegawai penata rambut dan mereka akan kelaparan karena mereka lebih memilih memberi makan anak-anak mereka.

Jadi, Yang Mulia, jika Anda berpikir bahwa hukum lebih penting daripada memberi makan pada anak, maka lanjutkanlah keputusan Anda namun saya tak akan pernah menutup salon saya."

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang

Video Pilihan

Sumber BBC
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Teliti Siklus Tidur, Pria Ini Rela Tidur Bersebelahan dengan Cheetah

Teliti Siklus Tidur, Pria Ini Rela Tidur Bersebelahan dengan Cheetah

Global
Ukraina Terkini: Rusia Sebut Lebih dari 700 Pejuang Mariupol Menyerah

Ukraina Terkini: Rusia Sebut Lebih dari 700 Pejuang Mariupol Menyerah

Global
Rusia Tak Ragu Usir 34 Diplomat Perancis, Langkah Balas Dendam?

Rusia Tak Ragu Usir 34 Diplomat Perancis, Langkah Balas Dendam?

Global
Finlandia dan Swedia Daftar NATO, Keraguan Turki Segera Diatasi

Finlandia dan Swedia Daftar NATO, Keraguan Turki Segera Diatasi

Global
Bansos Covid Rp 5 Miliar di Jepang Ludes Dipakai Pria Ini Judi Online

Bansos Covid Rp 5 Miliar di Jepang Ludes Dipakai Pria Ini Judi Online

Global
Abaikan Peringatan Putin, Kenapa Finlandia dan Swedia Tetap Daftar NATO, Apa Dampaknya?

Abaikan Peringatan Putin, Kenapa Finlandia dan Swedia Tetap Daftar NATO, Apa Dampaknya?

Global
Dilema Kim Jong Un Hadapi Covid-19: Terima Bantuan atau Teguh Mandiri

Dilema Kim Jong Un Hadapi Covid-19: Terima Bantuan atau Teguh Mandiri

Global
Dapat BLT “Nyasar” Rp 5,2 Miliar, Pria Ini Pakai Uang Warga untuk Judi Sampai Habis Tak Bersisa

Dapat BLT “Nyasar” Rp 5,2 Miliar, Pria Ini Pakai Uang Warga untuk Judi Sampai Habis Tak Bersisa

Global
CDC Khawatir Wabah Cacar Monyet Menyebar ke Luar Inggris

CDC Khawatir Wabah Cacar Monyet Menyebar ke Luar Inggris

Global
Pejabat Keuangan Nigeria Ditangkap karena Pencucian Uang Hingga Jutaan Dollar

Pejabat Keuangan Nigeria Ditangkap karena Pencucian Uang Hingga Jutaan Dollar

Global
Kremlin Marah Barat Berencana Rebut Aset Rusia lalu Dibelanjakan untuk Kepentingan Ukraina

Kremlin Marah Barat Berencana Rebut Aset Rusia lalu Dibelanjakan untuk Kepentingan Ukraina

Global
Para Ahli Sebut Korea Utara Berada di Ambang Bencana Covid-19

Para Ahli Sebut Korea Utara Berada di Ambang Bencana Covid-19

Global
Ukraina Siap Lakukan Segala Hal demi Selamatkan Pejuang Mariupol

Ukraina Siap Lakukan Segala Hal demi Selamatkan Pejuang Mariupol

Global
Situasi Genting Sri Lanka, Bagaimana Nasib Turis dan Pariwisata?

Situasi Genting Sri Lanka, Bagaimana Nasib Turis dan Pariwisata?

Global
Finlandia dan Swedia Daftar NATO, Arsitektur Keamanan Eropa Berubah

Finlandia dan Swedia Daftar NATO, Arsitektur Keamanan Eropa Berubah

Global
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.