Virus Corona di AS Lebih dari 1 Juta Kasus, Presiden Trump Fokus Kampanye Pemilu

Kompas.com - 03/05/2020, 21:15 WIB
Seseorang berjalan dibawah bendera Amerika Serikat di pantai Pulau Coney saat mewabahnya virus corona (Covid-19), di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, Minggu (19/4/2020). Berdasarkan data Johns Hopkins University, hingga Selasa (21/4/2020), AS masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi dunia mencapai 787.794 dengan korban meninggal 42.362. ANTARA FOTO/REUTERS/ANDREW KELLYSeseorang berjalan dibawah bendera Amerika Serikat di pantai Pulau Coney saat mewabahnya virus corona (Covid-19), di Brooklyn, New York, Amerika Serikat, Minggu (19/4/2020). Berdasarkan data Johns Hopkins University, hingga Selasa (21/4/2020), AS masih menjadi negara dengan kasus Covid-19 tertinggi dunia mencapai 787.794 dengan korban meninggal 42.362.

KOMPAS.com - Amerika Serikat masih menjadi negara dengan jumlah kasus infeksi virus corona terbanyak di dunia. 

Melansir data dari Worldometers (3/5/2020) malam, saat ini Amerika Serikat melaporkan adanya 1.161.109 kasus infeksi virus corona dengan korban meninggal mencapai 67.448 orang. Sementara itu, pasien yang dinyatakn sembuh sebanyak 173.725 orang.

Berdasarkan pantauan dari sumber yang sama, tercatat ada tambahan kasus baru sebanyak 335 kasus dan ada empat kematian baru yang dilaporkan. 

Meski angka peningkatan kasus masih cukup tinggi, namun meningkatnya suhu udara ditambah kebosanan karena telah menjalani lockdown selama berminggu-minggu rupanya membuat jutaan warga Amerika Serikat menghabiskan waktu di luar rumah pada Sabtu (3/5/2020).

Baca juga: Gejala Covid-19 pada Anak Mirip Penyakit Kawasaki Muncul di AS

Hal ini menambah tekanan pada pejabat kota dan negara bagian untuk menegakkan, atau akan melonggarkan aturan pembatasan yang diberlakukan untuk menekan laju penyebaran virus corona.

Melansir New York Times (3/5/2020) di New York City yang suhu udaranya meningkat pada hari Sabtu, Walikota Bill de Blasio memohon warga untuk menahan keinginan berkumpul di luar rumah.

Di New Jersey, lapangan golf kembali dibuka pada Sabtu pagi, dan Gubernur Philip D. Murphy mengatakan bahwa ia menerima laporan dari polisi negara bagian dan petugas taman yang mengindikasikan bahwa masyarakat masih mematuhi pembatasan jarak aman.

Warga mendesak pelonggaran kebijakan

Sementara itu di negara bagian lain, pengunjuk rasa yang mendesak adanya pelonggaran pembatasan mengadakan unjuk rasa di ibukota Kentucky, Oregon dan bahkan Florida.

Lee Watts, koordinator aksi di Kentucky, mengatakan bahwa pengunjuk rasa memiliki kebebasan sendiri untuk mengatur jarak sosial mereka. Beberapa pengunjuk rasa yang hadir terlihat mengenakan mengenakan masker, namun banyak juga yang tidak.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X