[POPULER GLOBAL] Lumba-lumba Paling Kesepian di Dunia Mati | 2 Pelajar China di Australia Dipukuli

Kompas.com - 19/04/2020, 05:43 WIB
Honey, seekor lumba-lumba hidung botol yang hidup sendirian dalam akuarium yang telah ditinggalkan di Jepang dalam dua tahun terakhir. Honey yang dijuluki lumba-lumba paling kesepian di dunia mati pada Maret lalu. PEACE via Oddity CentralHoney, seekor lumba-lumba hidung botol yang hidup sendirian dalam akuarium yang telah ditinggalkan di Jepang dalam dua tahun terakhir. Honey yang dijuluki lumba-lumba paling kesepian di dunia mati pada Maret lalu.

KOMPAS.com - Seekor lumba-lumba ditemukan mati, yang ternyata merupakan lumba-lumba paling kesepian di dunia.

Lumba-lumba bernama Honey dari jenis hidung botol itu itu mati setelah 2 tahun hidup sendirian di akuarium Jepang.

Baca juga: Kabar Baik Covid-19: 582.195 Orang Sembuh | Uji Coba Remdesivir ke Monyet Sukses

Sementara itu di Australia, 2 pelajar China menderita tindak diskriminasi rasial. Mereka dipukuli dan diusir "kembali ke China".

Peristiwa ini terjadi di sepanjang Elizabeth Street menuju Woolworths. Korban adalah pelajar di Universitas Melbourne berusia 18 dan 20 tahun.

Berikut adalah rangkuman dari 4 berita terpopuler di kanal global sepanjang Sabtu (18/4/2020) hingga Minggu (19/4/2020).

Baca juga: Tingkat Penularan Covid-19 di Australia: Dari 10 yang Positif, Kini Hanya Bisa Menulari Lima Orang Lainnya

1. 2 Tahun Tinggal Sendiri di Akuarium, Lumba-lumba Paling Kesepian di Dunia Ini Mati

Honey, lumba-lumba yang sempat dijuluki paling kesepian di dunia, dilaporkan mati setelah dua tahun hidup sendiri di akuarium Jepang.

Kisah itu dimulai pada Oktober 2018, ketika aktivis binatang setempat menunjukkan lumba-lumba jenis hidung botol berenang di kolam yang sudah ditinggalkan.

Dalam perkembangannya, video itu direkam menggunakan drone di Akuarium Taman Laut Inubosaki di Choshi, Prefektur China, beberapa bulan setelah ditutup.

Apa penyebab Honey mati? Anda bisa membaca artikel selengkapnya di sini.

2. 2 Pelajar Asal China di Australia Dipukuli dan Alami Diskriminasi Rasial

Pelajar internasional beretnis Tionghoa yang diserang oleh seorang asing di pusat wilayah bisnis (CBD) Melbourne mengatakan, mereka diusir dari Australia.

Halaman:
Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Berebut Loker Kabin Pesawat, Pria Ini Jambak Rambut dan Seret Seorang Wanita

Diduga Berebut Loker Kabin Pesawat, Pria Ini Jambak Rambut dan Seret Seorang Wanita

Global
Jerman Campur Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Ganti Dosis Kedua dengan Jenis Lain

Jerman Campur Penggunaan Vaksin Covid-19 AstraZeneca, Ganti Dosis Kedua dengan Jenis Lain

Global
Pembunuh 51 Jemaah saat Shalat Jumat di Masjid Selandia Baru Minta Status Terorisnya Dikaji

Pembunuh 51 Jemaah saat Shalat Jumat di Masjid Selandia Baru Minta Status Terorisnya Dikaji

Global
Redakan Ketegangan di Ukraina, Biden Tawarkan Putin untuk Bertemu

Redakan Ketegangan di Ukraina, Biden Tawarkan Putin untuk Bertemu

Global
Khawatir Kontaminasi Radioaktif, Korsel Siap Lawan Keputusan Pembuangan Air dari Fukushima di Pengadilan Internasional

Khawatir Kontaminasi Radioaktif, Korsel Siap Lawan Keputusan Pembuangan Air dari Fukushima di Pengadilan Internasional

Global
Diduga Punya Efek Samping Serius, Vaksin AstraZeneca Dihentikan di Denmark

Diduga Punya Efek Samping Serius, Vaksin AstraZeneca Dihentikan di Denmark

Global
Penyandang Down Syndrome Diculik, Dimasukkan Peti Mati, dan Dikremasi Hidup-hidup

Penyandang Down Syndrome Diculik, Dimasukkan Peti Mati, dan Dikremasi Hidup-hidup

Global
Perempuan Berdaya: 5 Petarung Wanita dari Zaman Kuno yang Mengukir Sejarah

Perempuan Berdaya: 5 Petarung Wanita dari Zaman Kuno yang Mengukir Sejarah

Internasional
Setelah AS, Negara Sekutunya Bakal Meninggalkan Afghanistan

Setelah AS, Negara Sekutunya Bakal Meninggalkan Afghanistan

Global
Demi Kesejahteraan Hewan, Selandia Baru Larang Ekspor Hewan Ternak Hidup Lewat Laut

Demi Kesejahteraan Hewan, Selandia Baru Larang Ekspor Hewan Ternak Hidup Lewat Laut

Global
Berusia 88 Tahun, Dokter Ini Harus Terus Kerja karena 2 Anaknya Sudah Tua

Berusia 88 Tahun, Dokter Ini Harus Terus Kerja karena 2 Anaknya Sudah Tua

Global
Pemilik Kargo di Kapal Ever Given Akan Diminta Patungan Bayar Triliunan Ganti Rugi Terusan Suez

Pemilik Kargo di Kapal Ever Given Akan Diminta Patungan Bayar Triliunan Ganti Rugi Terusan Suez

Global
Bus di Mesir Terbalik dan Terbakar saat Berusaha Salib Truk, 20 Orang Tewas

Bus di Mesir Terbalik dan Terbakar saat Berusaha Salib Truk, 20 Orang Tewas

Global
Para Caleg India Gunakan Anjing Liar sebagai Papan Iklan Berjalan

Para Caleg India Gunakan Anjing Liar sebagai Papan Iklan Berjalan

Global
Spanyol Akan Membuka Kuburan Massal Berisi 33.000 Korban Perang Saudara

Spanyol Akan Membuka Kuburan Massal Berisi 33.000 Korban Perang Saudara

Global
komentar
Close Ads X