Kompas.com - 18/04/2020, 07:47 WIB

TOKYO, KOMPAS.com - Honey, lumba-lumba yang sempat dijuluki paling kesepian di dunia, dilaporkan mati setelah dua tahun hidup sendiri di akuarium Jepang.

Kisah itu dimulai pada Oktober 2018, ketika aktivis binatang setempat menunjukkan lumba-lumba jenis hidung botol berenang di kolam yang sudah ditinggalkan.

Dalam perkembangannya, video itu direkam menggunakan drone di Akuarium Taman Laut Inubosaki di Choshi, Prefektur China, beberapa bulan setelah ditutup.

Baca juga: Kepribadian seperti Manusia, Lumba-lumba Juga Pemalu dan Pemberani

Honey dan beberapa ekor penguin tetap berada di fasilitas tersebut, dan mendapat makanan setiap hari dari seorang karyawan.

Meski begitu, Honey menderita kulit terbakar karena matahari musim panas. Belum lagi rasa stres yang dideritanya karena hidup sendiri.

Kisah itu menjadi viral di dunia, tapi tak ada yang bisa berbuat untuk menyelamatkan binatang malang itu. Dia dilaporkan mati Maret lalu.

Dalam tulisannya pada 2018, PETA menyatakan di alam liar, lumba-lumba akan bermain, dan menjelajahi dunia baru bersama keluarganya.

Tetapi tidak dengan Honey, yang hampir dua tahun terakhir harus menghabiskan hidupnya dalam akuarium yang sudah ditinggalkan, kesepian.

"Dia terus sendirian dan mengalami tindakan yang disebut perilaku stereotip. Tanda parah yang diakibatkan karena hidupnya dalam kandang," ujar PETA.

Kematian tragis Honey pertama kali diungkapkan oleh organisasi Dolphin Project pada awal April, seperti dikutip Oddity Central Jumat (17/4/2020).

Halaman:
 
Pilihan Untukmu

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Pencaplokan Wilayah Ukraina Oleh Rusia, Ini Tanggapan PBB

Soal Pencaplokan Wilayah Ukraina Oleh Rusia, Ini Tanggapan PBB

Global
Putin ke Erdogan: Referendum di 4 Wilayah Ukraina Transparan dan Sesuai Hukum

Putin ke Erdogan: Referendum di 4 Wilayah Ukraina Transparan dan Sesuai Hukum

Global
Neymar Dukung Bolsonaro dalam Pemilihan Presiden Brasil

Neymar Dukung Bolsonaro dalam Pemilihan Presiden Brasil

Global
Ukraina Terkini: Putin Akui Kemerdekaan 2 Wilayah Ukraina, Zaporizhzhia dan Kherson

Ukraina Terkini: Putin Akui Kemerdekaan 2 Wilayah Ukraina, Zaporizhzhia dan Kherson

Global
Penerima Nobel Perdamaian Uskup Belo Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Anak, Vatikan Akui Sudah Beri Sanksi

Penerima Nobel Perdamaian Uskup Belo Dituduh Lakukan Pelecehan Seksual Anak, Vatikan Akui Sudah Beri Sanksi

Global
Rangkuman Hari Ke-218 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Agendakan Pencaplokan 4 Wilayah Ukraina 30 September, Titik Kebocoran Pipa Nord Stream Bertambah

Rangkuman Hari Ke-218 Serangan Rusia ke Ukraina: Rusia Agendakan Pencaplokan 4 Wilayah Ukraina 30 September, Titik Kebocoran Pipa Nord Stream Bertambah

Global
[POPULER GLOBAL] Penjelasan Kenapa Dollar AS Terus Menguat | Pipa Nord Stream Meledak

[POPULER GLOBAL] Penjelasan Kenapa Dollar AS Terus Menguat | Pipa Nord Stream Meledak

Global
Penyebab Ratu Elizabeth II Meninggal Terungkap dalam Sertifikat Kematian

Penyebab Ratu Elizabeth II Meninggal Terungkap dalam Sertifikat Kematian

Global
Membawa Riang di Soundquriang, Acara Mahasiswa Indonesia Terbesar di Sydney

Membawa Riang di Soundquriang, Acara Mahasiswa Indonesia Terbesar di Sydney

Global
Finlandia akan Tutup Perbatasannya untuk Turis Rusia

Finlandia akan Tutup Perbatasannya untuk Turis Rusia

Global
Kurir di Malaysia Pukuli Lansia Usai Motornya Diserempet, Mengaku Tak Bersalah Saat Disidang

Kurir di Malaysia Pukuli Lansia Usai Motornya Diserempet, Mengaku Tak Bersalah Saat Disidang

Global
Google akan Bangun Area Cloud Pertamanya di Yunani

Google akan Bangun Area Cloud Pertamanya di Yunani

Global
Hukuman Aung San Suu Kyi Ditambah, Total 23 Tahun Penjara

Hukuman Aung San Suu Kyi Ditambah, Total 23 Tahun Penjara

Global
Vietnam akan Batasi Postingan Berita di Akun Media Sosial

Vietnam akan Batasi Postingan Berita di Akun Media Sosial

Global
Dampak Badai Ian, Lebih dari 2.000 Penerbangan ke AS Dibatalkan

Dampak Badai Ian, Lebih dari 2.000 Penerbangan ke AS Dibatalkan

Global
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.