Kementerian Afghanistan: Taliban Harus Patuhi Gencatan Senjata untuk Hentikan Penularan Virus Corona

Kompas.com - 20/03/2020, 12:00 WIB
Perjanjian damai antara Amerika Serikat (AS) dan Taliban ditandai dengan jabat tangan antara Zalmay Khalilzad yang merupakan utusan AS (kiri), dan Mullah Abdul Ghani Baradar selaku pemimpin Taliban (kanan). Perjanjian damai ditandatangani di Doha, Qatar, Sabtu (29/2/2020). IBRAHEEM AL OMARI/REUTERSPerjanjian damai antara Amerika Serikat (AS) dan Taliban ditandai dengan jabat tangan antara Zalmay Khalilzad yang merupakan utusan AS (kiri), dan Mullah Abdul Ghani Baradar selaku pemimpin Taliban (kanan). Perjanjian damai ditandatangani di Doha, Qatar, Sabtu (29/2/2020).

KABUL, KOMPAS.com - Pihak Taliban diminta berkomitmen dalam gencatan senjata sebagai upaya penghentian penularan virus corona.

Pernyataan itu disampaikan oleh Kementerian Pertahanan Afghanistan, Asadullah Khalid, pada Kamis (19/03/2020).

Sekaligus berjanji bahwa angkatan bersenjata Afghanistan akan merespon serangan pemberontak yang masih berlanjut.

Khalid melalui televisi pemerintah yang dikabarkan media Perancis AFP, mengatakan bahwa kesepakatan gencata senjata antara pemerintah Afghanistan dan Taliban ditujuan untuk menghentikan penularan virus corona. Sehingga, pemerintah Afghan bisa merawat rakyatnya di seluruh pelosok negeri.

Baca juga: Korban Meninggal 3.405 Orang, Angka Kematian Virus Corona Italia Lampaui China

Pernyataan itu hadir ketika Afghanistan sedang bergulat dengan banyak krisis seperti kekerasan Taliban yang melempar jauh proses damai dalam kekacauan, puncak wabah virus corona dan perseteruan politik dua orang pria yang mengklaim jabatan presiden.

Kementerian Kesehatan sejauh ini telah mengkonfirmasi sebanyak 22 kasus infeksi virus corona.

Namun hanya 300 orang yang dites dari 35 juta warga Afghanistan yang berbatasan langsung dengan Iran. Di mana, di negara Persia itu terdapat seribu orang lebih mati karena virus corona.

Perbatasan Afghanistan yang rentan, kurang fasilitas medis, adanya budaya jabat tangan serta berpelukan, ditambah populasi buta huruf yang besar di pusat kota mampu mengindikasikan tantangan penularan besar wabah virus corona.

Baca juga: Virus Corona Mewabah di Arab Saudi, Raja Salman Angkat Bicara

Padahal, bulan lalu AS dan Taliban baru saja menyepakati perjanjian damai dan mengharuskan seluruh angkatan perang AS agar segera meninggalkan bumi Afghanistan dalam 14 bulan. 

Namun, tentara AS hanya akan pergi jika pemberontak Taliban ingin berdiskusi damai dengan pemerintah Kabul dan berkomitmen penuh menjaga keamanan dalam negeri.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut

Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Skandal Kekerasan Seksual di Universitas St Andrews, 2 Orang Ditahan

Skandal Kekerasan Seksual di Universitas St Andrews, 2 Orang Ditahan

Global
Gara-gara Staf Berhubungan Seks dengan Tamu, Hotel Ini Jadi Klaster Baru Covid-19

Gara-gara Staf Berhubungan Seks dengan Tamu, Hotel Ini Jadi Klaster Baru Covid-19

Global
'Kalian Bisa Saja Dipenjara', Peringatan AS untuk Warganya di China

'Kalian Bisa Saja Dipenjara', Peringatan AS untuk Warganya di China

Global
Video Viral Batik Disebut Kerajinan Tradisional China, Netizen Ramai Ribut di Twitter

Video Viral Batik Disebut Kerajinan Tradisional China, Netizen Ramai Ribut di Twitter

Global
'Saya Telah Membuat Kesalahan, Saya Pikir Covid-19 Hoaks'

'Saya Telah Membuat Kesalahan, Saya Pikir Covid-19 Hoaks'

Global
Kunjungi RS Militer, Trump Pakai Masker untuk Pertama Kalinya

Kunjungi RS Militer, Trump Pakai Masker untuk Pertama Kalinya

Global
Turki Berencana 'Tutup' Gambar Yesus dan Bunda Maria di Hagia Sophia Pakai Teknologi Khusus

Turki Berencana 'Tutup' Gambar Yesus dan Bunda Maria di Hagia Sophia Pakai Teknologi Khusus

Global
Setelah Tembak Korbannya 19 Kali, Remaja Ini Tertawa Sebelum Melarikan Diri

Setelah Tembak Korbannya 19 Kali, Remaja Ini Tertawa Sebelum Melarikan Diri

Global
Pembantaian Muslim di Srebrenica, Kuburan Massal Baru Masih Ditemukan

Pembantaian Muslim di Srebrenica, Kuburan Massal Baru Masih Ditemukan

Global
[POPULER GLOBAL] Pria AS Bereaksi Positif Usai Disuntik Vaksin Corona | Hagia Sophia Resmi Jadi Masjid, Umat Islam Dipersilakan Beribadah

[POPULER GLOBAL] Pria AS Bereaksi Positif Usai Disuntik Vaksin Corona | Hagia Sophia Resmi Jadi Masjid, Umat Islam Dipersilakan Beribadah

Global
Brasilia Kacau, Jadi Hot Spot Baru Covid-19 tapi Pemerintah Kurang Peduli

Brasilia Kacau, Jadi Hot Spot Baru Covid-19 tapi Pemerintah Kurang Peduli

Global
5 Orang Tewas akibat Insiden Penyanderaan di Afrika Selatan

5 Orang Tewas akibat Insiden Penyanderaan di Afrika Selatan

Global
Ratusan Gajah Mati Misterius di Botswana, Diduga karena Patogen Baru

Ratusan Gajah Mati Misterius di Botswana, Diduga karena Patogen Baru

Global
Penumpang Kereta di Irlandia ini Memakai Masker dari Celana Dalam

Penumpang Kereta di Irlandia ini Memakai Masker dari Celana Dalam

Global
Merasa Dirinya Robin Hood, Ketua Geng Ini Minta Pengurangan Masa Tahanan

Merasa Dirinya Robin Hood, Ketua Geng Ini Minta Pengurangan Masa Tahanan

Global
komentar
Close Ads X