Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Salin Artikel

Arti Darurat Militer di Daerah Ukraina yang Dicaplok Rusia, Ini Penjelasan Pakar

BERLIN, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin memberlakukan darurat militer di wilayah Ukraina yang dianeksasi oleh Federasi Rusia, yaitu di Donetsk, Luhansk, Zaporizhia dan Kherson.

DW berbicara kepada Joachim Krause, Direktur Institut Kebijakan Keamanan di Universitas Kiel, Jerman, tentang apa artinya langkah ini bagi situasi di garis depan dan bagi orang-orang di daerah yang terkena dampak. Apakah mungkin terjadi eskalasi nuklir?

DW: Menurut Anda, apa artinya penerapan darurat militer bagi mereka yang berada di garis depan?

Joachim Krause: Saat ini saya tidak melihat ada yang akan berubah. Keadaan perang atau keadaan darurat berarti pihak berwenang dapat melakukan apa pun yang mereka inginkan dan, di atas semua itu, administrasi militer dapat mengambil alih pengelolaan wilayah tersebut. Lalu ada kekosongan hukum, dan itulah yang terjadi di daerah-daerah ini.

Kekhawatiran saya adalah bahwa Rusia sekarang mencoba--seperti yang mereka lakukan di zona perang--untuk mendeportasi populasi yang tersisa ke Rusia. Sebagian besar provinsi sama sekali tidak berada di bawah administrasi Rusia.

Juga tidak pasti berapa lama daerah-daerah ini akan tetap berada di bawah pendudukan Rusia. Di Kherson kita menyaksikan bahwa pemerintahan militer di sana ingin mengevakuasi penduduk sipil, yang kemungkinan bertentangan dengan keinginan mereka.

Beberapa ahli percaya bahwa Putin tidak ingin langkahnya bisa diterka. Apakah keadaan darurat militer ini di luar perkiraan?

Saya tidak berpikir ada pengamat yang memperkirakan hal ini, karena tidak akan banyak perubahan di wilayah-wilayah tersebut. Dalam hal ini, saya tidak tahu apakah ini pertanda bahwa Putin tidak bisa diterka atau apakah itu hanya sinyal yang ingin digunakan Putin untuk memperjelas betapa seriusnya dia. Kemungkinan, ini lebih merupakan sinyal politik ke Barat bahwa kita harus memikirkan hal-hal tersebut.

Saya dapat membayangkan bahwa sebagian besar orang Ukraina yang tinggal di sana tidak ingin dideportasi ke Rusia, dan terpaksa berasimilasi di sana sebagai "orang Rusia baru".

Apa ini berarti penduduk lelaki di daerah yang dicaplok akan direkrut jadi tentara Rusia?

Itu sudah terjadi. Hal buruknya adalah para pemuda ini direkrut di wilayah pendudukan untuk berperang melawan negara mereka sendiri. Sekarang, perekrutan bisa dilakukan dengan lebih sistematis, tapi saya tidak tahu berapa banyak pria yang sebenarnya ada di sana.

Tidak ada yang benar-benar tahu. Saya menduga bahwa ini lebih merupakan tindakan putus asa untuk menunjukkan bahwa Rusia masih mampu bertindak.

Pada umumnya situasi di angkatan bersenjata Rusia tidak terlalu baik. Terlihat moral mereka runtuh, bahwa Rusia mengalami masalah besar dengan persediaan dan amunisi.

Semua ini bukan pertanda baik dari sudut pandang Rusia. Selain itu, situasi pasukan Rusia di barat Dnipro juga semakin sulit.

Timbul pertanyaan: apakah mereka akan mundur secara terhormat, atau akankah mereka diserbu atau ditangkap oleh pihak Ukraina?

Di sana ada setidaknya 20.000 hingga 25.000 tentara. Ini bukan bagian kecil dari kekuatan militer Rusia. Saya pikir hal-hal akan berubah di daerah Kherson dalam beberapa hari ke depan. Itu bisa banyak mengubah perhitungan pihak Rusia.

Perubahan apa yang Anda perkirakan terjadi?

Katakanlah Ukraina memenangkan kembali Kherson dan semua wilayah barat Dnipro. Itu akan menjadi kekalahan besar bagi Rusia. Saya tidak akan membandingkannya dengan Stalingrad, tapi pasti akan membawa dimensi yang sama.

Saya khawatir Rusia kemudian akan melakukan tindakan putus asa, bahwa mereka mungkin meledakkan bendungan di sana sebagai balas dendam untuk membanjiri seluruh daerah itu. Atau mereka kemudian akan meluncurkan lebih banyak serangan dengan semua persenjataan yang dimiliki untuk menyerang sipil Ukraina. Ini tentu saja akan mendorong negara-negara Barat untuk berinvestasi lebih banyak dalam pertahanan udara Ukraina.

Ukraina telah mempersiapkan diri atas kemungkinan itu?

Saya rasa demikian. Saya mengagumi kemampuan tim Ukraina untuk beradaptasi dengan perubahan yang berbeda dan untuk mengantisipasi apa yang mungkin akan dilakukan Rusia. Dalam hal ini, saya cukup optimistis bahwa kepemimpinan militer Ukraina akan menghitung skenario ini dengan sangat hati-hati.

Mungkinkah Rusia membalas dengan menggunakan senjata nuklir?

Rusia punya banyak opsi eskalasi sebelum memilih menggunakan nuklir. Saya pikir, relatif tidak mungkin mereka akan membawa konflik ini ke tingkat nuklir, karena kemudian Barat dapat bereaksi dengan sepenuhnya menghancurkan perhitungan Rusia.

Rusia harus berasumsi bahwa jika mereka mencoba memaksa Ukraina untuk menyerah dengan senjata nuklir, negara-negara Barat kemudian akan meluncurkan operasi besar untuk menghancurkan pasukan Rusia di Ukraina. Barat juga dapat mengancam bahwa jika Rusia menggunakan nuklir lagi, akan ada juga menjadi respon nuklir dari Barat.

Apa yang mungkin terjadi pada wilayah Crimea?

Mungkin juga terjadi bahwa front Rusia akan sepenuhnya runtuh dan Ukraina akan merebut Crimea. Jika tidak, saya pikir akan lebih baik untuk mencoba mengembalikan Crimea lewat proses diplomatik, dengan dicabutnya sanksi oleh negara-negara Barat seiring penarikan mundur Rusia dari Crimea.

Bisakah Rusia mengakhiri perang ini tanpa kehilangan muka?

Rusia dan Putin telah kehilangan muka. Itu akan semakin menjadi-jadi, seiring dengan kian lamanya Anda mencoba untuk menyangkal telah kehilangan muka. Ini pada dasarnya adalah tragedi Putin atau Rusia. Semakin lama perang berlangsung, semakin banyak pasukan Rusia yang diterjunkan, semakin sedikit kekuatan militer yang dimiliki Rusia, semakin lemah Rusia.

Anda dapat melihatnya dalam reputasi internasional Putin. Para sekutu atau kepala negara yang bersahabat kini memandangnya jauh lebih kritis dibandingkan pada waktu setahun lalu. Banyak dari mereka berpendapat bahwa dia tidak bisa memahami situasi buruk yang ia alami dan menarik kesimpulan yang tepat.

Mereka percaya bahwa dia (Putin) selalu dapat bekerja lebih keras untuk habis-habisan terus berperang hingga menang. Tapi dia tidak akan bisa mengakhiri perang ini dengan kemenangan.

Wawancara untuk DW oleh Alexandra Ivanova dan telah diedit sesuai konteks.

Artikel ini pernah dimuat di DW Indonesia dengan judul Darurat Militer Daerah Aneksasi: "Langkah Putus Asa Rusia".

https://www.kompas.com/global/read/2022/10/25/100800970/arti-darurat-militer-di-daerah-ukraina-yang-dicaplok-rusia-ini-penjelasan

Terkini Lainnya

Perang di Gaza, Jumlah Korban Tewas Capai 35.000 Orang

Perang di Gaza, Jumlah Korban Tewas Capai 35.000 Orang

Global
143 Orang Tewas akibat Banjir di Brasil, 125 Lainnya Masih Hilang

143 Orang Tewas akibat Banjir di Brasil, 125 Lainnya Masih Hilang

Global
Serangan Ukraina di Belgorod Rusia, 9 Orang Terluka

Serangan Ukraina di Belgorod Rusia, 9 Orang Terluka

Global
Inggris Selidiki Klaim Hamas Terkait Seorang Sandera Terbunuh di Gaza

Inggris Selidiki Klaim Hamas Terkait Seorang Sandera Terbunuh di Gaza

Global
Serangan Drone Ukraina Sebabkan Kebakaran di Kilang Minyak Volgograd Rusia

Serangan Drone Ukraina Sebabkan Kebakaran di Kilang Minyak Volgograd Rusia

Global
PBB Serukan Gencatan Senjata di Gaza Segera, Perang Harus Dihentikan

PBB Serukan Gencatan Senjata di Gaza Segera, Perang Harus Dihentikan

Global
Pendaki Nepal, Kami Rita Sherpa, Klaim Rekor 29 Kali ke Puncak Everest

Pendaki Nepal, Kami Rita Sherpa, Klaim Rekor 29 Kali ke Puncak Everest

Global
4.073 Orang Dievakuasi dari Kharkiv Ukraina akibat Serangan Rusia

4.073 Orang Dievakuasi dari Kharkiv Ukraina akibat Serangan Rusia

Global
Macron Harap Kylian Mbappe Bisa Bela Perancis di Olimpiade 2024

Macron Harap Kylian Mbappe Bisa Bela Perancis di Olimpiade 2024

Global
Swiss Juara Kontes Lagu Eurovision 2024 di Tengah Demo Gaza

Swiss Juara Kontes Lagu Eurovision 2024 di Tengah Demo Gaza

Global
Korsel Sebut Peretas Korea Utara Curi Data Komputer Pengadilan Selama 2 Tahun

Korsel Sebut Peretas Korea Utara Curi Data Komputer Pengadilan Selama 2 Tahun

Global
Rangkuman Hari Ke-808 Serangan Rusia ke Ukraina: Bala Bantuan untuk Kharkiv | AS Prediksi Serangan Terbaru Rusia

Rangkuman Hari Ke-808 Serangan Rusia ke Ukraina: Bala Bantuan untuk Kharkiv | AS Prediksi Serangan Terbaru Rusia

Global
Biden: Gencatan Senjata dengan Israel Bisa Terjadi Secepatnya jika Hamas Bebaskan Sandera

Biden: Gencatan Senjata dengan Israel Bisa Terjadi Secepatnya jika Hamas Bebaskan Sandera

Global
Israel Dikhawatirkan Lakukan Serangan Darat Besar-besaran di Rafah

Israel Dikhawatirkan Lakukan Serangan Darat Besar-besaran di Rafah

Global
Wanita yang Dipenjara Setelah Laporkan Covid-19 di Wuhan pada 2020 Dibebaskan

Wanita yang Dipenjara Setelah Laporkan Covid-19 di Wuhan pada 2020 Dibebaskan

Global
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke