Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Kompas.com - 04/12/2022, 20:08 WIB

KOMPAS.com - Lama merantau di Palembang, Sumatera Selatan, tidak membuat Novita Damayanti berpikir untuk membangun usaha pempek.

Orang asli Jawa yang akrab disapa Maya itu mengaku, dirinya tidak memiliki niat membangun usaha makanan, termasuk berjualan pempek, meski sudah tinggal di Palembang sejak kuliah.

Tanpa disangka, sebuah peluang menghampirinya. Sekitar sembilan tahun lalu, tepatnya pada 2013, Maya mendapat kesempatan mengisi ruko yang sudah disewakan oleh ibu mertua.

Ruko yang ditempatinya juga bukan sengaja disewakan untuk Maya, melainkan untuk sang adik ipar. Sayangnya, anggota keluarga tersebut tidak jadi menempati.

"Jadi, saya dan suami meneruskan karena sudah disewa, sudah didesain buat jualan. Akhirnya karena anak saya masih balita, cari karyawan buat bantu jualan," kata Maya saat ditemui Kompas.com di Pempek Expo Sarinah, Jakarta Pusat, Sabtu (3/12/2022).

Siomay, batagor, dan es kacang merah adalah produk pertama yang dijualnya. Hingga satu ketika, rekan sang suami menyarankan ide untuk menjual pempek.

Maya pun menyanggupi. Ia mengatakan, hanya 17 buah pempek yang terjual pada hari pertama. 

Pesanan semakin bertambah pada keesokannya. Menjadi 21 buah, 23 buah, dan seterusnya.

Melihat adanya peluang berjualan pempek membuat Maya yakin untuk meneruskan bisnis makanannya yang kini dikenal dengan nama Pempek Arridho.

Ia yang mulanya hanya menggunakan ikan kakap untuk membuat pempek, kini memakai beragam jenis ikan, termasuk tenggiri dan gabus.

"Kalau di Palembang kan ikan kakap itu ekonomis. Seiring waktu, pelanggan bertambah, jadi kami produksi ikan kakap, gabus, tenggiri, ada semua pokoknya," kata Maya.

Baca juga:

Reseller di banyak kota 

Pempek Arridho Asli Palembang yang punya reseller di banyak kota.Kompas.com/Krisda Tiofani Pempek Arridho Asli Palembang yang punya reseller di banyak kota.

Tahun berganti, produksi Pempek Arridho terus berjalan di ruko Palembang dengan bantuan karyawan.

Rumah produksi sekaligus jualan Pempek Arridho kemudian berganti pada 2020, saat pandemi Covid-19 baru melanda Indonesia.

Pandemi yang juga dibarengi dengan tenggat sewa ruko miliknya, membuat Maya memilih menutup ruko dan berjualan di rumah.

Namun demikian, omzet pempek miliknya justru semakin meningkat. Saat itu, Pempek Arridho mulai menerima reseller alias pengecer di kota-kota luar Palembang.

Bisnisnya bahkan sudah bersertifikat Halal MUI, BPOM, dan P-IRT.

"Karena teman-teman sudah tahu kalau kami jualan pempek, mulailah ada reseller. Jadi reseller-nya itu teman dan saudara. Konsepnya kekeluargaan banget," ujarnya.

Pempek Arridho kini setidaknya memiliki 30 reseller yang tersebar Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Medan, Bandung, Pekalongan, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Karawang, Malang, Padang, Pekanbaru, dan Sidoarjo.

"Padahal tidak kepikiran bikin usaha waktu itu karena masih punya balita. Suami juga masih kerja, tetapi memang mungkin caranya Allah diberi seperti itu. Awalnya dipanggil cek juga belum terbiasa," ungkap Maya.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+