Kompas.com - 28/07/2021, 13:12 WIB
Ilustrasi layanan pesan antar makanan. Dok. Shutterstock/Yuriy GolubIlustrasi layanan pesan antar makanan.

KOMPAS.com -  Restoran di beberapa wilayah Indonesia hanya mengandalkan layanan pesan antar (delivery order) dan bungkus bawa pulang (takeaway) makan sejak PPKM darurat sampai PPKM Level 4.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani, mengatakan layanan delivery order dan takeaway restoran selama PPKM tidak menjamin pelaku usaha dapat mempertahankan bisnisnya saat pandemi.

“Kalau kita bicara apakah pelaku usaha terbantu dengan adanya delivery, itu belum tentu,” kata Hariyadi dikutip dari Antaranews.com.

Hariyadi mengatakan bagi masyarakat yang punya daya beli tinggi akan beralih ke layanan delivery order.

Baca juga: Pemilik Restoran Berharap Juga Dapat Bantuan Selama PPKM

Namun demikian, masyarakat daya beli terbatas tidak mungkin memesanan makanan setiap hari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Mereka memilih memasak di rumah," kata Hariyadi.

Restoran di dalam mal juga mengalami kondisi yang menantang. Pasalnya, menurut Hariyadi aktivitas makan di restoran dalam mal seiring dengan aktivitas lain di mal.

Sebab, salah satu daya tarik dari mal adalah orang ingin menikmati pengalaman makan di restoran.

Tidak semua restoran juga berbasis layananan delivery order. Hariyadi menyebutkan memang ada restoran yang didesain untuk pengalaman makan di tempat (dine in).

Baca juga: Perjuangan Restoran Padang Selama Pandemi, Omset Turun hingga 70 Persen

Pelayan mengenakan masker dan pelindung wajah saat mempersiapkan pesanan makanan di Restoran Sederhana, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2020). Sebagai bagian dari rencana penerapan kenormalan baru 8 Juni 2020, pemerintah DKI Jakarta mengharuskan pengusaha rumah makan membatasi kapasitas maksimal 50 persen, larangan penyajian makanan secara prasmanan dan tetap menerapkan protokol kesehatan.KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Pelayan mengenakan masker dan pelindung wajah saat mempersiapkan pesanan makanan di Restoran Sederhana, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat, Senin (8/6/2020). Sebagai bagian dari rencana penerapan kenormalan baru 8 Juni 2020, pemerintah DKI Jakarta mengharuskan pengusaha rumah makan membatasi kapasitas maksimal 50 persen, larangan penyajian makanan secara prasmanan dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

“Dua layanan itu (delivery order dan dine in) punya pangsa pasarnya sendiri-sendiri,” tambahnya.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.