Kompas.com - 06/03/2021, 17:03 WIB
ilustrasi gemblong jajanan tradisional di daerah puncak PIXABAY/SURYOSUHONOilustrasi gemblong jajanan tradisional di daerah puncak

KOMPAS.com - Gemblong, camilan khas Puncak, Jawa Barat, terkenal dengan tekstur yang pulen dan rasa legit.

Kesalahan yang paling sering terjadi saat masak gemblong adalah tekstur yang keras dan kering. Ini disebabkan bahan utama dari gemblong adalah beras ketan.

Baca juga: Resep Gemblong, Jajanan Wajib kalau ke Puncak

Proses membuat gemblong selain mengukus beras ketan juga harus digoreng. Dua kali proses ini membuat risiko gemlong jadi keras dan kering.

Berikut penyebab gemblong keras dari Sajian Sedap. 

1. Kurang cairan

Alih-alih menggunakan air, gunakan santan untuk melarutkan adonan. Selain lebih gurih, risiko gemblong keras lebih minim saat pakai santan. Pastikan takaran santan sudah sesuai dengan resep.

Sebab jika kurang santan, gemblong akan menjadi keras saat digoreng.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: 10 Kue Tradisional Indonesia yang Dibungkus Daun Pisang, Aromanya Khas

2. Takaran sagu kurang pas

Tepung sagu bisa kamu tambahkan jika suka tekstur gemblong yang kenyal saat digigit.

Penambahan tepung sagu juga mencegah gemblong jadi keras saat dingin. Namun, penambahan tepung sagu ini hanya perlu sedikit.

Takaran 200 gram tepung ketan putih hanya perlu menambahkan 30 gram tepung sagu.

3. Terlalu lama menggoreng gemblong

Gemblong tidak perlu digoreng lama-lama, karena nantinya akan diberi bahan pelapis manis.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar
Close Ads X