Apa Itu Ramekin? Mangkuk Tahan Panas Tinggi untuk Baking

Kompas.com - 24/10/2020, 17:37 WIB
Ilustrasi creme brulee di dalam ramekin. Ilustrasi creme brulee di dalam ramekin.

KOMPAS.com – Dalam memanggang, selain loyang sering pula digunakan pinggan tahan panas sebagai wadah bahan makanan yang dipanggang yang disebut ramekin.

Baca juga: 9 Jenis Loyang Kue, Panduan untuk Baking di Rumah

Ramekin yang umum dipakai biasanya terbuat dari bahan seperti keramik atau porselen. Sebenarnya tak hanya berbahan porselen, melansir Nisbets ramekin ada pula yang dibuat dari aluminium, melamin, alumina, periuk dan kaca.

Bahan untuk ramekin dibuat berbeda tergantung pada kebutuhan penggunaannya.

Pada artikel ini mari kita mengenal tentang ramekin lebih jauh, hingga bagaimana penggunaannya dalam memasak.

Apa itu ramekin?

Ilustrasi ramekin warna-warni. SHUTTERSTOCK/E DEWI AMBARWATI Ilustrasi ramekin warna-warni.

Melansir Cooks Info, ramekin adalah piring kecil tahan panas untuk memanggang yang terlihat seperti piring souffle miniature yang berukuran porsi individu.

Fungsinya bisa dibilang seperti loyang yang dipakai untuk memasak makanan (manis dan gurih) berukuran individual.

Karena ramekin sangat kecil, panas dengan mudah mencapai bagian tengah dari bahan yang masak di dalamnya.

Ramekin dapat dimasukan langsung ke dalam oven, atau bisa pula memasukkannya ke dalam bak air terlebih dahulu baru kemudian ke dalam oven. Ramekin juga tahan masuk ke dalam panci bertekanan maupun microwave.

Penggunaan ramekin

Ramekin adalah alat masak yang serbaguna. Penggunaan umum ramekin pada masakan kontinental sering dipakai untuk hidangan crème brûlée dan puding panggang.

Selain sebagai cetakan dan wadah masak, ramekin bisa dipakai sebagai alat saji makanannya.

Ramekin dapat pula dipakai untuk alat saji aneka saus serta sebagai wadah persiapan bahan-bahan masakan dalam jumlah kecil. Seperti wadah garam, merica, gula dan sebagainya layaknya persiapan bahan dalam demo masak.

Jenis ramekin

Ilustrasi puding cokelat di dalam ramekin kaca. SHUTTERSTOCK/BARTOSZ LUCZAK Ilustrasi puding cokelat di dalam ramekin kaca.

Ramekin ada beragam macamnya, mulai dari bahannya hingga desain bentuknya. Ramekin bisa dibuat dari kaca, porselen, aluminium, melamin, periuk atau keramik.

Sisi ramekin kaca cenderung lebih tipis, sehingga makanan lebih cepat matang jika menggunakan ramekin ini.

Ramekin berbahan aluminium biasanya dibuat dari logam yang relatif lembut, tahan lama, ringan, dan mudah dibentuk. Tampilannya mulai dari keperakan hingga abu-abu kusam, tergantung pada kekasaran permukaan.

Jenis ramekin aluminium adalah bahan yang populer untuk memasak dan memanggang karena merupakan konduktor panas yang sangat baik. Aluminium cepat panas dan mematangkan makanan secara merata.

Ramekin porselen berbahan keramik yang dibuat dengan dibakar dalam panas tinggi, umumnya termasuk tanah liat berupa kaolin. Porselen memiliki ketahanan yang baik terhadap panas.

Ramekin melamin berbahan plastik thermosetting yang kuat, ringan, dan keras. Melamin digunakan sebagai alternatif higienis dan tahan lama yang ideal untuk keramik karena hampir tidak bisa dipecahkan.

Selain hampir tidak bisa dipecahkan, ia tahan terhadap goresan dan noda, dan tahan panas serta aman untuk mesin cuci piring.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X