Kompas.com - 22/08/2022, 10:05 WIB

KOMPAS.com - Masa anak-anak merupakan masa bermain. Tidak bisa diam, berlari-larian, bisa menjadi cara anak menikmati dunianya.

Namun, tak jarang orangtua yang merasa khawatir saat anak begitu aktif dan sulit fokus. Pasalnya, ini sering kali dikaitkan dengan gangguan Attention Deficit and Hyperactivity Disorder (ADHD). Benarkah demikian?

Homeroom Pendidik Inklusi di Sekolah Cikal, Rr. Anjarsari menjelaskan bahwa ADHD merupakan gangguan perkembangan saraf yang membuat anak mengalami kesulitan dalam memusatkan perhatiannya.

“ADHD itu sendiri adalah salah satu gangguan yang menyebabkan seseorang kesulitan dalam memusatkan perhatian. Ciri-cirinya antara lain sulit berkonsentrasi (inattention), gangguan dalam mengontrol gerakan (hyperactivity), serta memiliki hambatan dalam pengendalian diri (impulsivity),” ucap Anjar dalam keterangan tertulis Sekolah Cikal.

Baca juga: 6 Tanda Anak Cerdas Secara Emosional dan Cara Mengoptimalkannya

Meski belum diketahui secara pasti penyebab ADHD, namun ada sejumlah faktor yang dapat memicu ADHD pada anak.

Faktor pemicu ADHD

Terkait faktor yang menyebabkannya, Anjar yang merupakan pendidik yang berdedikasi di lini pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus itu menyatakan bahwa meskipun telah banyak penelitian yang membahas mengenai ADHD di dunia, para ahli masih terus melakukan penelitian yang lebih lanjut mengenai faktor-faktor tersebut.

Namun, lanjut dia, jika disebutkan beberapa penyebab berdasarkan para ahli dan riset yang telah dijalankan ia menyebutkan terdapat dua faktor.

“Terdapat beberapa faktor yang bisa cukup menggambarkan penyebab dari ADHD," terangnya.

Baca juga: 5 Ciri Orang Cerdas Bukan Hanya Dilihat dari IQ, Kamu Punya Ciri-cirinya?

Faktor pertama ialah faktor genetika. Anjar menerangkan, biasa faktor ini disebut juga dengan faktor keturunan. Di mana gangguan ADHD diturunkan oleh keluarga dengan riwayat yang serupa.

Kedua ialah faktor neurobiologis. Faktor ini menitikberatkan pada perkembangan otak yang kurang sempurna dalam proses pertumbuhan.

Ilustrasi anak hiperaktif.SHUTTERSTOCK/ Tatyana Dzemileva Ilustrasi anak hiperaktif.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.