Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

6 Tanda Anak Cerdas Secara Emosional dan Cara Mengoptimalkannya

Kompas.com - 21/08/2022, 09:50 WIB
Ayunda Pininta Kasih

Penulis

KOMPAS.com - Psikolog klinis anak, Winny Suryania menjelaskan bahwa kecerdasan emosional merupakan kemampuan seseorang untuk mengidentifikasi dan mengelola emosi dirinya serta emosi orang lain.

Kecerdasan emosional ini juga mencakup beberapa keterampilan, yaitu memanfaatkan emosi itu dan menerapkannya dalam memecahkan masalah, mengelola emosi, yang mencakup mengatur emosi sendiri dan membantu orang lain melakukan hal yang sama,” ucap Winny yang juga merupakan konselor Sekolah Cikal Amri Setu.

Dalam praktik keseharian, lanjut Winny, terdapat 6 ciri atau bentuk kecerdasan emosional anak yang dapat diamati oleh orangtua.

Baca juga: Terkenal Disiplin, Begini Cara Orangtua Jepang Mendidik Anak

"Tentu seiring waktu keterampilan ini akan berkembang sesuai dengan tahapan perkembangannya," papar Winny dalam keterangan tertulis Sekolah Cikal.

Ciri-ciri anak yang memiliki kecerdasan emosional

Keenam ciri atau bentuk kecerdasan emosional anak tersebut antara lain:

1. Anak mampu mengembangkan kesadaran emosi mereka. Biasanya, anak dengan kecerdasan emosional yang sudah berkembang akan sadar bahwa mereka dapat merasakan emosi tertentu.

2. Anak juga mampu mengenali emosi dasar dengan menggambarkan perasaan, seperti menamai emosi tersebut sebagai cara untuk menyampaikan perasaan mereka, yaitu marah, sedih, bahagia, jijik, takut, kaget.

3. Anak mampu berempati dengan perasaan orang lain, yaitu mampu memahami bahwa orang lain juga memiliki rasa dan emosi yang sama.

Baca juga: 5 Ciri Orang Cerdas Bukan Hanya Dilihat dari IQ, Kamu Punya Ciri-cirinya?

4. Mengontrol dan mengelola emosi. Anak tak hanya mau belajar namun juga menerapkan pengetahuan tentang kapan waktu yang tepat untuk bertindak atau bereaksi ketika mereka merasakan sesuatu.

5. Memahami perilaku, kejadian, atau hal yang dapat menumbuhkan perasaan atau emosi tertentu, baik dalam diri mereka sendiri maupun orang lain.

6. Memahami hubungan antara emosi dan perilaku, contohnya anak memahami bahwa seseorang menangis karena sedih.

Selain bentuk-bentuk yang dideskripsikan di atas, orang tua juga dapat melihat kecerdasan emosional anak dari momen ketika ia mengekspresikan dirinya.

“Kita juga bisa melihat bahwa kecerdasan emosi pada anak mulai tumbuh ketika anak mengekpresikan dirinya melalui kata-kata atau perilaku, mau mendengarkan orang lain, dan mulai melakukan regulasi diri seperti ia akan mencoba menenangkan diri dengan mengatur nafasnya setelah menangis atau ketika merasa marah,” tambahnya.

Ilustrasi anak bermain bolaPixfly Ilustrasi anak bermain bola

Cara mengoptimalkan kecerdasan emosional anak sesuai usia

Sebagai psikolog anak yang juga berkontribusi di Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Indonesia, Winny menyebutkan rekomendasi langkah mengasah dan mengoptimalkan kecerdasan Emosional Anak di mulai jenjang Prasekolah-SMA, sebagai berikut:

1. Jenjang prasekolah dan TK

Halaman:


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com