Kompas.com - 12/07/2022, 15:36 WIB
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) menerbitkan Peraturan Rektor (PRT) tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) di lingkungan Unpar per 20 Juni 2022 silam.

Hal ini merupakan wujud dari Permendikbud nomor 30 tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi yang sudah disahkan beberapa waktu lalu.

Dengan adanya peraturan rektor tersebut, Unpar menjamin kepentingan bagi korban. Selain itu Unpar juga akan memberi sanksi berat bagi pelaku berupa pemberhentian status bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan Unpar.

Pengenaan sanksi diberikan sesuai dengan rekomendasi Satuan Tugas (Satgas) PPKS yang disampaikan kepada Rektor Unpar Mangadar Situmorang, PhD.

Baca juga: Unesa Masih Buka Pendaftaran Jalur Mandiri TMUBK dan Disabilitas

Peraturan rektor Unpar tentang PPKS

Peraturan yang ditandatangani Rektor Unpar tersebut menjadi pedoman yang dibuat terkait pelaksanaan Tridarma di dalam atau di luar kampus. Melansir dari laman resmi Unpar, Selasa (12/7/2022), ada 8 prinsip dasar yang dipegang Unpar dalam pelaksanaan peraturan rektor tersebut, yaitu:

1. Kepentingan terbaik bagi korban.

2. Keadilan dan kesetaraan gender.

3. Kesetaraan hak dan aksesibilitas bagi penyandang disabilitas.

4. Akuntabilitas.

5. Independen.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.