Kompas.com - 09/07/2022, 13:27 WIB

KOMPAS.com - Tahun 2021 lalu, topik soal "Microsoft" menjadi trending di Twitter setelah perusahaan itu merilis laporan terbaru Digital Civility Index (DCI) yang mengukur tingkat kesopanan digital pengguna internet dunia saat berkomunikasi di dunia maya.

Dalam riset tersebut, warganet Indonesia menempati urutan terbawah se-Asia Tenggara atau bisa disebut paling tidak sopan di wilayah tersebut.

Hate speech atau ujaran kebencian masih kerap ditemui di berbagai platform media sosial, seperti facebook, instagram, twitter dan lainnya.

Lalu, mengapa ujaran kebencian kian marak terjadi di internet?

Baca juga: 5 Ciri Orang Cerdas Bukan Hanya Dilihat dari IQ, Kamu Punya Ciri-cirinya?

Pakar Psikolog Internet yang merupakan dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Haidar Buldan Tantowi mengatakan bahwa ujaran kebencian dapat didorong oleh berbagai faktor.

1. Ada prasangka negatif

Haidar menjelaskan, faktor pertama pemicu ujaran kebencian karena dalam pribadi netizen ada prasangka negatif kepada kelompok tertentu, misalnya ada penilaian bahwa sebuah kelompok, agama, atau etnis tertentu tidak beradab, pelit, sangat eksklusif dan lain sebagainya.

Oleh karena adanya prasangka tersebut, terang dia, para netizen mendapati perasaan tidak suka terhadap kelompok lainnya, kondisi ini senantiasa mendorong mereka melontarkan ujaran kebencian.

“Kalau dia (seseorang) memang memiliki prasangka yang tinggi terhadap kelompok atau agama tertentu, ya dia bisa (saja) melakukan hate speech,” tutur Haidar dikutip dari laman Universitas Gadjah Mada.

Baca juga: Indofood CBP Buka Banyak Lowongan Kerja Lulusan SMA-SMK dan D3-S1

2. Senang membuat orang lain susah

Ujaran kebencian juga bisa jadi terjadi dari perilaku trolling. Orang yang berprilaku trolling ini berbeda dengan orang dengan prasangka buruk.

Haidar menjelaskan bahwa pelaku-pelaku ujaran kebencian dari kategori trolling ini tidak didorong oleh perasaan benci kepada kelompok tertentu.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.