Program Pintar
Praktik baik dan gagasan pendidikan

Kolom berbagi praktik baik dan gagasan untuk peningkatan kualitas pendidikan. Kolom ini didukung oleh Tanoto Foundation dan dipersembahkan dari dan untuk para penggerak pendidikan, baik guru, kepala sekolah, pengawas sekolah, dosen, dan pemangku kepentingan lain, dalam dunia pendidikan untuk saling menginspirasi.

Urgensi Kurikulum Prototipe 2022

Kompas.com - 06/01/2022, 12:14 WIB
Irma Sinaga, Guru SDN 158/VIII Rimbo Mulyo Tebo, Jambi, sedang mengajar pada pertemuan tatap muka di kelas. DOK. TANOTO FOUNDATIONIrma Sinaga, Guru SDN 158/VIII Rimbo Mulyo Tebo, Jambi, sedang mengajar pada pertemuan tatap muka di kelas.
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Oleh: Dwi Nanda AR | Guru SMPN 27 Tanjab Timur, Jambi

KOMPAS.com - Pendidikan merupakan salah satu pondasi bagi suatu negara dengan pendidikan berkualitas akan membawa negara berkualitas juga. Amanat UUD 1945 pasal  tiga ayat satu menyebutkan setiap warga negara berhak mendapatkan pendidikan.

Merdeka Belajar istilah yang sedang digaungkan pemerintah melalui Kemendikbud Ristek. Dengan adanya konsep Merdeka Belajar menurut penulis salah satu urgensi lahirnya Kurikulum Prototipe.

Hasil evaluasi Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikbud Ristek menguatkan uregensi dalam merancang Kurikulum Prototipe.

Kondisi pandemi mendorong perlu adanya pemulihan learning loss (kehilangan pembelajaran) semakin menambah daftar pentingnya penerapan Kurikulum Protipe.

Kepala BSKAP menjelaskan dalam laman kemendikbud.go.id bahwa Kurikulum Prototipe bertujuan untuk memberi ruang lebih luas bagi pengembangan karakter dan kompetensi dasar siswa, seperti literasi dan numerasi.

Maka dari itu penulis berpendapat perlunya sinergi Kurikulum Prototipe dengan Merdeka Belajar.

Merdeka Belajar bagi guru diberi keleluasaan mengelola pembelajaran bagi siswa. Bagi siswa juga diberi keleluasaan dalam penguasaan materi yang diberikan guru.

Kurikulum Prototipe menawarkan keleluasaan pada siswa memilih jalan hidup dengan contoh: siswa kelas 11 dan 12 akan boleh meramu sendiri kombinasi mata pelajaran yang sesuai dengan minatnya.

Namun, masih ada pelajaran wajib yang harus diikuti: Pendidikan Agama dan Budi Pekerti, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Seni Musik, Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan, dan Sejarah.

Baca juga: Kurikulum Prototipe Bukan Kurikulum Wajib

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.