Kompas.com - 22/10/2021, 11:24 WIB
Menko Polhukam Mahfud MD dalam acara silaturahmi dengan senat akademik dan dewan profesor Undip Semarang yang disiarkan lewat YouTube Channel Undip TV Official, Kamis (21/10/2021). KOMPAS.com/tangkapan layar Youtube Channel Undip TVMenko Polhukam Mahfud MD dalam acara silaturahmi dengan senat akademik dan dewan profesor Undip Semarang yang disiarkan lewat YouTube Channel Undip TV Official, Kamis (21/10/2021).
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Prof. Mahfud MD mengaku tahu persis kampus Universitas Diponegoro (Undip) memang benteng Pancasila.

Karena sejak tahun 2000, dia sudah terlibat aktif di Kampus Undip sebagai pengajar di Program Doktor Ilmu Hukum.

Baca juga: Ini Cara Bersihkan Telinga dengan Benar ala Dosen Unair

"Apa yang dikatakan Rektor Prof. Yos Johan Undip benteng Pancasila yang tidak memberi ruang pada mereka yang intoleran, memang benar," kata Mahfud melansir laman Undip, Jumat (22/10/2021),

Karena itu, dalam rangkaian kegiatannya di Undip dia tak mau memberi ceramah atau kuliah tentang Pancasila, tapi memilih silaturahmi.

Dia menyebut, ideologi Pancasila sudah final karena sudah mengalami berbagai proses dan tantangan dalam berbagai momentum.

Jalan konstitusional saat dibahas di BPUPKI, Pacasila disepakati sebagai dasar negara.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Upaya memberi kesempatan perubahan konstitusi melalui Pemilu dan membuka ruang bagi partai politik saat BJ Habibie menjadi Presiden juga berakhir dengan dukungan tetap pada Pancasila.

Jalan perang seperti G30S PKI dan NII, juga tidak berhasil menggoyahkan Pancasila.

Namun ada fenomena aneh, Presiden di Indonesia jatuh juga karena dianggap tidak bisa melaksanakan dan melangggar Pancasila. Semua periode pemerintahan juga dituding tidak melaksanakan Pancasila.

Karena itu dia mengajak kalangan perguruan tinggi yang menjadi lembaga pencetak para intelektual, untuk bersama mengkaji dan mencari jawaban bagaimana mengimplementasikan Pancasila dengan cara yang relevan dengan kondisinya.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.