Kompas.com - 18/08/2021, 16:15 WIB
Ilustrasi Mahasiswa DOK. PIXABAYIlustrasi Mahasiswa

KOMPAS.com – Semakin pesatnya perkembangan dunia teknologi di tengah pandemi membuat pengajuan lamaran kerja menjadi lebih mudah karena hampir semua perusahaan menggunakan online recruitment.

Portal pencarian kerja hingga teknologi email kian memudahkan para mahasiswa semester akhir hingga fresh graduate untuk melamar pekerjaan. Dalam beberapa menit, lamaran sudah terkirim ke berbagai perusahaan sekaligus.

Namun, dibalik kemudahan melamar daring, ada ratusan bahkan ribuan pelamar lain yang menjadi pesaing. Persaingan pun akan terus berlanjut hingga tahap interview kerja.

Selain banyaknya saingan, ternyata ada sejumlah kesalahan yang membuat kandidat sarjana ditolak perusahaan. Merangkum dari Rencanamu.id, Rabu (18/8/2021), berikut sejumlah hal yang bisa mengakibatkan kamu ditolak perusahaan.

Baca juga: Wings Group Buka 12 Lowongan Kerja untuk Lulusan D3-S1

1. Salah mengirimkan lamaran kerja

Sejumlah perusahaan meminta kandidat untuk mengirimkan CV melalui email. Walau mudah, banyak lamaran yang kamu kirim, berpotensi membuat kamu lupa mengganti nama yang dituju. Misalnya, melamar untuk perusahaan A namun dalam lamaran tertulis perusahaan B.

2. Subjek email tidak jelas

Lamaran yang dikirimkan lewat email harus menyantumkan subjek yang jelas, misalnya dengan menuliskan posisi yang dilamar. Biasanya, perusahaan memberikan subjek khusus bila memang lamaran dikirim melalui email seperti JOB(spasi)posisi yang dituju.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

3. Tidak mengisi "body email"

Lamaran yang dikirimkan melalui email juga harus memanfaatkan body email sebagai perkenalan singkat di samping mencantumkan CV sebagai lampiran. Bila subjek dan email kosong, kemungkinan besar HRD juga malas untuk melihat karena banyaknya email dari pelamar lain.

Baca juga: Indofood Buka Lowongan Kerja 2021 untuk Lulusan SMA/SMK-S1

4. Tampilan CV kurang menarik

Walau tak ada patokan bentuk CV ideal, namun baiknya CV mudah dibaca dan enak dilihat. Terlebih bila kamu melamar ke industri kreatif, maka CV adalah media paling efektif untuk menunjukkan bahwa kamu adalah orang yang kreatif.

5. Minim informasi tentang perusahaan

Di sesi wawancara, sejumlah HRD dapat menanyakan pendapat kamu tentang sejauh mana kamu tahu tentang bisnis perusahaan dan strategi kamu untuk mengembangkannya. Sayangnya, mengirim lamaran sekaligus banyak bisa saja membuat pelamar skip tentang profil perusahaan sehingga bingung saat ditanya.

6. Hasil “job test” tak memuaskan

Sebelum sesi interview, perusahaan bisa meminta kandidat untuk membuat file presentasi atau karya tulis dengan topik tertentu. Lewat tugas tersebut, perusahaan akan menilai wawasan, kemampuan berpikir dan analisa, hingga niat atau tidaknya karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.