Kompas.com - 13/07/2021, 09:00 WIB
Ilustrasi shutterstock.comIlustrasi

KOMPAS.com - Pandemi Covid 19 yang sudah melanda Indonesia sejak 2020 rentan timbulkan stres banyak orang.

Tak jarang gangguan psikologis, baik pada pasien, keluarga, masyarakat hingga tenaga kesehatan, yang memerlukan penanganan profesional.

Adanya bantuan psikologis selama covid-19, masyarakat bisa lebih tenang dalam menghadapi situasi yang kurang terkendali selama pandemi.

Kepala Unit Konsultasi Psikologi (UKP) Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Edilburga Wulan Saptandari, mengatakan sejak awal pandemi covid timnya sudah ikut serta dalam penanganan psikologis tersebut di bawah tim call center Satgas Covid UGM.

Baca juga: Alasan dan Tujuan Depresi Hadir di Hidup Manusia

"Waktu itu di bawah Satgas Covid UGM ada call center. Nah, kita bergabung di situ," kata Yayi, sapaan akrab Edilburga dilansir dari laman resmi UGM.

Yayi menambahkan dengan melonjaknya kasus covid saat ini maka peran tim psikolog tersebut akan semakin diperkuat untuk membantu masyarakat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Apalagi, UGM juga telah menyiapkan selter bagi pasien covid bergejala ringan di beberapa lokasi.

Untuk memberikan dukungan psikososial tersebut Fakultas Psikologi telah menyiapkan tim yang terdiri dari para mahasiswa Magister Psikologi maupun psikolog dari UGM dan rekanan.

"Kita memiliki 55 psikolog internal dan nanti bisa melibatkan psikolog rekanan jika diperlukan," imbuhnya.

Untuk memberikan penanganan dan dukungan psikososial ini, kata Yayi, bisa dilakukan secara bertahap.

Misalnya, ketika pasien datang pertama kali bisa langsung mendapat penanganan psikologi dari para mahasiswa Magister Psikologi.

Baca juga: Buku Minggu Ini: Bedah Soal dan Materi UTBK-SBMPTN 2021

Namun, jika kondisinya perlu penanganan lebih jauh maka akan dilanjutkan kepada para psikolog-dosen dari UKP Fakultas Psikologi maupun psikolog rekanan.

Menurutnya, tahapan penanganan psikologi korban Covid-19 secara prinsip perlu mendapatkan Psychological first aid (PFA) agar mereka lebih tenang, rileks dan tidak panik dengan kondisi yang dialami.

Yayi mengakui saat ini gangguan psikologi tidak hanya dialami oleh pasien covid maupun kelurganya, namun juga tenaga kesehatan.

”Nakes saat ini juga sangat capek. Mereka nakes yang ada di garda depan hingga yang melakukan tracing kemudian satu per satu telpon ke keluarga maupun pasien. Tentu ada kecemasan termasuk munculnya psikosomatis,”kata Yayi.

Mereka yang memerlukan dukungan psikososial ini tingkat penanganannya berbeda-beda.

Baca juga: Anak Stres Selama Pandemi, Ini 5 Cara Hadapinya

Ada yang lebih mudah, namun ada pula yang sulit seperti mengalami depresi. Konseling yang diberikan ini sifatnya mendukung dan membantu agar mereka bisa segera lepas dari gangguan psikologi akibat Covid-19.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.