Kompas.com - 21/06/2021, 16:36 WIB
Ilustrasi korban pemerkosaan KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHOIlustrasi korban pemerkosaan
Penulis Dian Ihsan
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Beberapa waktu lalu masyarakat sempat dikejutkan oleh kasus pemerkosaan yang dilakukan oleh anak anggota DPRD Bekasi, pelakunya berinisial AT.

AT yang berusia 21 tahun menjadi tersangka atas kasus pemerkosaan terhadap anak perempuan berusia 15 tahun.

Baca juga: PPN Sembako, Ekonom Unair: Bisa Perluas Kemiskinan

AT menyerahkan diri dengan diantar oleh ayahnya pada Jumat (21/5/2021).

Atas kasus itu, Pakar Hukum Pidana Fakultas Hukum Unair, Amira Paripurna angkat bicara.

Menurut dia, kasus anak anggota DPRD Bekasi itu menerapkan UU perlindungan anak.

"Pelaku ini masuk kategori dewasa sedangkan korbannya adalah anak-anak," kata dia melansir laman Unair, Senin (21/6/2021).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dia mengaku, kriteria anak yang menjadi korban tindak pidana dalam hal ini diatur dalam Pasal 1 angka 4 UU Sistem Peradilan Anak/UU SPPA.

Adapun isinya menjelaskan anak adalah seseorang yang berusia kurang dari 18 tahun dan mengalami penderitaan fisik, mental dan/atau kerugian ekonomi yang disebabkan oleh tindakan pidana.

Dia menjelaskan, pada kasus ini undang-undang yang digunakan adalah UU Perlindungan Anak.

Perlindungan anak yang menjadi korban pemerkosaan juga telah diatur dalam undang-undang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X