Kompas.com - 14/06/2021, 11:05 WIB
Uji coba sekolah tatap muka tahap dua di SDN Duri Kepa 03, Jakarta Barat, Rabu (9/6/2021).). Kompas.com/Sonya Teresa Uji coba sekolah tatap muka tahap dua di SDN Duri Kepa 03, Jakarta Barat, Rabu (9/6/2021).).
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) terus melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas di semua sekolah.

Kebijakan demi kebijakan terus diambil untuk menyempurnakan sistem pendidikan di Indonesia ke arah yang lebih baik.

Salah satunya dengan mengeluarkan kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) yang menitikberatkan pendidikan berbasis zonasi.

Teknis pelaksanaan PPDB Tahun 2021 ini juga telah dijelaskan secara terperinci dalam Permendikbud Nomor 1 Tahun 2021.

Baca juga: PPDB 2021: Semua Satuan Pendidikan Didorong Jadi Sekolah Favorit

Upaya mencapai pemerataan kualitas

Koordinator Bidang Peserta Didik Direktorat SMP Kemendikbud Ristek Maulani Mega Hapsari mengatakan, sistem zonasi adalah upaya untuk mencapai pemerataan kualitas pendidikan agar nantinya seluruh semua peserta didik dapat mengakses pendidikan yang berkualitas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Selama ini kita mengenal sekolah favorit. Namun dengan adanya PPDB berbasis zonasi, kita ingin memberikan pemerataan pendidikan yang bermutu dan layak bagi seluruh peserta didik," kata Maulani Mega Hapsari dalam episode perdana siniar (podcast) 'Dialog Sobat SMP' seperti dikutip dari laman Direktorat SMP Kemendikbud Ristek, Minggu (13/6/2021).

Direktorat SMP juga telah menelaah, kebanyakan anak-anak yang bersekolah di sekolah favorit adalah anak-anak dari keluarga mampu.

Padahal sebenarnya semua anak berhak mendapatkan pendidikan dengan kualitas sama, tidak membeda-bedakan dari sisi ekonomi atau sosialnya.

Baca juga: Pakar UGM Ungkapkan Kejahatan Berbahasa dan Kebebasan Berpendapat

Terkait kritik dari orangtua yang sempat muncul karena adanya sistem zonasi dalam PPDB, Mega menerangkan, diperlukan pemahaman dari para orangtua yang mungkin merasa kaget dengan kebijakan tersebut.

Anak-anak lebih nyaman bersekolah dekat rumah

Mengingat sistem zonasi merupakan proses yang sedang berjalan menuju sistem pendidikan yang lebih baik.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X