Kompas.com - 13/06/2021, 15:23 WIB
Siswa sekolah dasar di Natuna, Kepulauan Riau, mengenakan masker saat berada di area sekolah mereka, Selasa (4/2/2020). Hampir seluruh warga di Natuna menggunakan masker menyusul keputusan Pemerintah RI untuk menempatkan WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China, di pulau tersebut. AFP/RICKY PRAKOSOSiswa sekolah dasar di Natuna, Kepulauan Riau, mengenakan masker saat berada di area sekolah mereka, Selasa (4/2/2020). Hampir seluruh warga di Natuna menggunakan masker menyusul keputusan Pemerintah RI untuk menempatkan WNI yang dievakuasi dari Wuhan, China, di pulau tersebut.
|

KOMPAS.com - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2021 untuk jenjang sekolah dasar (SD) di beberapa daerah akan dimulai pekan depan.

Dalam pelaksanaan PPDB 2021, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) membuka 4 jalur pendaftaran, yakni jalur zonasi, afirmasi, perpindahan orangtua dan jalur prestasi.

Menurut Direktur Sekolah Dasar, Kemendikbud Ristek, Sri Wahyuningsih, para orangtua bisa mendaftarkan putra-putrinya ke sekolah dasar (SD) menggunakan kebijakan PPDB tahun 2021.

Sri Wahyuningsih mendorong orangtua betul-betul memahami kebijakan PPDB Tahun Ajaran 2021/2022, mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada Taman Kanak-kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Sekolah Menengah Kejuruan.

"Saya berpesan kepada para orang tua, jangan mengejar sekolah favorit. Karena pada dasarnya sekolah di mana pun sama," kata Sri Wahyuningsih seperti dikutip dari akun Instagram Direktorat Sekolah Dasar Kemendikbud Ristek, Minggu (13/6/2021).

Baca juga: Pakar UGM Ungkapkan Kejahatan Berbahasa dan Kebebasan Berpendapat

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintah berupaya tingkatkan kualitas semua sekolah

Sri Wahyuningsih juga menekankan, pemerintah terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan di semua sekolah.

Ini menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, orangtua murid dan masyarakat, untuk bersama-sama mempersiapkan satuan pendidikan menjadi favorit untuk anak-anak.

Sri menambahkan, upaya pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di semua sekolah melalui kebijakan PPDB, Program Sekolah Penggerak, Guru Penggerak dan sebagainya.

Dia tak menampik untuk mewujudkan hal ini dibutuhkan dukungan masyarakat dan orangtua siswa agar sekolah tempat anak-anak belajar itu menjadi sekolah yang baik.

Baca juga: Pendaftaran Seleksi Mandiri ITB Diperpanjang, Simak Syarat Daftarnya

Kualitasnya ditingkatkan terus dari waktu ke waktu, dan anak-anak pun nyaman di sekolah.

Halaman:


25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X