Kompas.com - 22/04/2021, 18:30 WIB
YCAB Foundation dan Facebook Indonesia, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberi keterampilan kewargaan digital kepada lebih dari 700 guru dan 16.000 murid di Indonesia melalui program Asah Digital. Dok. YCAB FoundationYCAB Foundation dan Facebook Indonesia, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberi keterampilan kewargaan digital kepada lebih dari 700 guru dan 16.000 murid di Indonesia melalui program Asah Digital.

KOMPAS.com - Menurut laporan Hootsuite, terdapat 175 juta pengguna internet di Indonesia pada tahun 2020, di mana pengguna bertambah sebanyak 17 persen ketimbang 2019.

Perkembangan digital terbukti telah banyak mengubah kebiasaan masyarakat dalam sektor pendidikan, ekonomi, maupun interaksi sosial masyarakat sehari-hari. Dalam beradaptasi di kondisi saat inipun, proses belajar mengajar telah beralih ke dunia digital.

Hanya saja, hasil studi yang dilakukan Nielsen kepada pengguna smartphone di Indonesia menunjukkan, terdapat 75 persen responden yang kurang dalam berpikir kritis guna mendeteksi berita palsu.

Selain itu, hasil studi Microsoft di tahun 2021 juga menunjukkan bahwa 5 dari 10 pengguna internet di Indonesia terlibat dalam aksi perundungan siber di mana milenial dan generasi Z merupakan pihak yang paling terdampak dari tindakan ini.

Baca juga: Persiapan Sekolah Tatap Muka, Ikuti 9 Webinar Kemendikbud untuk Guru

Karena itulah, pengembangan keterampilan seputar literasi digital dan kewargaan digital menjadi sangat penting untuk menciptakan budaya positif dan aman berinternet.

Bekali keterampilan untuk jadi warga digital

Peduli akan pentingnya literasi digital dan kewargaan digital, YCAB Foundation dan Facebook Indonesia, bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberi keterampilan kewargaan digital kepada lebih dari 700 guru dan 16.000 murid di Indonesia melalui program Asah Digital.

Asah Digital merupakan program yang diciptakan dengan tujuan mengasah keterampilan kewargaan digital dengan harapan setiap orang dapat menciptakan budaya positif dan aman berinternet.

Program ini bertujuan mengembangkan literasi digital menjadi kewargaan digital dengan menyasar kalangan guru dan murid yang tersebar di Indonesia agar memiliki budaya positif dan bijak berinternet.

Baca juga: Dana BOS 2021, Mendikbud Nadiem: Gunakan untuk Persiapan Tatap Muka

Pelaksanaan program Asah Digital yang dimulai sejak Juli 2020 berlangsung secara daring. Para peserta yang terdiri dari lebih dari 700 guru dan 16.000 siswa/I di 8 provinsi di Indonesia mempelajari mengenai kewargaan digital.

Kewargaan digital sendiri merupakan cara seseorang berperilaku dalam melaksanakan hak dan kewajibannya dalam ruang digital.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X