Kompas.com - 16/04/2021, 17:05 WIB
Seorang anak didampingi ibunya belajar dengan melihat tayangan siaran TVRI di rumah mereka, di Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (13/4/2020). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan lembaga penyiaran publik TVRI sejak Senin (13/4) hingga tiga bulan ke depan menyiarkan program belajar bagi siswa mulai dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SMA guna membantu para siswa belajar di rumah selama wabah COVID-19. ANTARA FOTO/IRSAN MULYADISeorang anak didampingi ibunya belajar dengan melihat tayangan siaran TVRI di rumah mereka, di Deli Serdang, Sumatera Utara, Senin (13/4/2020). Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerja sama dengan lembaga penyiaran publik TVRI sejak Senin (13/4) hingga tiga bulan ke depan menyiarkan program belajar bagi siswa mulai dari tingkat pendidikan anak usia dini (PAUD) hingga SMA guna membantu para siswa belajar di rumah selama wabah COVID-19.
|
Editor Dian Ihsan

KOMPAS.com - Saat ini semua satuan pendidikan tengah bersiap melakukan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas. Namun demikian, tatap muka terbatas bisa dilakukan atas seizin orangtua.

Sehingga para guru juga tetap harus memfasilitasi siswa yang belum diperkenankan mengikuti tatap muka terbatas oleh orangtuanya.

Data UNICEF tahun 2020 mengungkapkan,terdapat sekitar 60 juta peserta didik di Indonesia tidak belajar di sekolah konvensional. Sekolah diharapkan dapat memfasilitasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) secara daring melalui penggunaan berbagai platform digital.

Untuk mempersiapkan tatap muka terbatas dan tetap memfasilitasi siswa yang masih mengikuti PJJ, Universitas Indonesia (UI) melalui Program Pengabdian Masyarakat, menyelenggarakan pelatihan daring tentang 'Strategi pengajaran di sekolah Inklusif kepada para guru di satuan PAUD dan Sekolah Dasar'.

Baca juga: Lowongan Kerja Dosen Universitas Padjadjaran 2021, Simak Infonya

Kendala selama PJJ

Ketua Jurusan Psikologi Anak dan Perkembangan UI Farida Kurniawati mengatakan, kegiatan ini guna menunjang penyelenggaraan PJJ dan persiapan PTM.

Selain itu juga memastikan bahwa anak mendapatkan kesempatan belajar yang sama.

Sejauh ini, pemerintah telah memberikan dukungan bantuan internet gratis kuota belajar dan program Belajar dari Rumah (BDR).

Program BDR menyediakan media pembelajaran melalui TVRI untuk menjangkau masyarakat yang memiliki keterbatasan akses internet.

Program lain yang telah diluncurkan seperti peluncuran portal Guru Berbagi juga dibentuk sebagai wadah berbagi strategi dan materi pembelajaran antara guru yang saling membutuhkan.

"Meskipun telah banyak dukungan diberikan, pada kenyataannya PJJ masih memiliki potensi dampak yang tidak diharapkan. Misalnya kendala yang dihadapi guru dalam mengajar anak didik, peserta didik yang merasa lelah secara emosional, dan orang tua yang mungkin mengalami kebingungan saat mendampingi anak belajar di rumah," terang Farida seperti dikutip dari laman Ruang Guru Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jumat (16/4/2021).

Baca juga: Direktorat SMA: Ini 6 Prosedur Kantin Sekolah di Era Kebiasaan Baru

Dampingi ABK saat PJJ

Farida mengungkapkan, kendala lain yang dihadapi oleh guru sekolah inklusif yang harus mengajar anak reguler dan anak berkebutuhan khusus di satu kelas yang sama.

"Pelatihan daring ini bertujuan untuk membekali guru tentang pengetahuan dan keterampilan mengelola kelas inklusif, yaitu kelas dengan siswa reguler dan berkebutuhan khusus," imbuh Farida.

Farida mengungkapkan, pada umumnya guru belum memiliki pengetahuan dan pengalaman yang banyak untuk mengajar anak berkebutuhan khusus.

Sehingga di masa PJJ mereka mendapatkan tantangan baru, yaitu masalah emosi dan motivasi belajar anak yang kurang mendukung.

Baca juga: Siswa, Perhatikan 3 Cara Lindungi dari Kekerasan Seksual di Sekolah

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X