Pola Pikir Mahasiswa Indonesia, Growth Mindset atau Fixed Mindset?

Kompas.com - 04/03/2021, 11:17 WIB
Growt Mindset atau Fixed Mindset? Growth CenterGrowt Mindset atau Fixed Mindset?

Oleh: Arki Sudito dan Alistair Tody*

SEBAGIAN besar mahasiswa dan lulusan universitas di Indonesia sudah memiliki growth mindset. Demikian hasil penelitian Growth Center, HR Business Accelerator, unit Kompas Gramedia.

Apakah kampus/almamater kamu termasuk universitas dengan mayoritas mahasiswa/lulusan yang memiliki growth mindset?

Secara singkat, growth mindset adalah pola pikir yang meyakini bahwa kemampuan dasar dapat dikembangkan melalui kerja keras dan dedikasi, intelegensi dan bakat hanya merupakan modal awal saja.

Seseorang dengan pola pikir ini meyakini bahwa keterampilan dan keahlian merupakan sesuatu yang bisa dibangun dan dikembangkan. Mereka sangat menghargai perbaikan proses.

Growth mindset terbukti menjadi faktor kunci dalam meningkatkan budaya kerja yang kolaboratif dan inovatif, serta untuk membangun lingkungan kerja yang berkomitmen, saling percaya dan engaging.

Sebaliknya, fixed mindset adalah pola pikir yang meyakini bahwa kualitas dasar diri, seperti intelegensi atau bakat, bersifat menetap.

Seseorang dengan fixed mindset percaya bahwa kemampuan untuk melakukan sesuatu dipengaruhi oleh faktor genetis atau bawaan. Mereka meyakini bahwa keterampilan dan keahlian bersifat terberi (given).

Untuk pembahasan lebih lengkap mengenai growth mindset dan fixed mindset, dapat dibaca di artikel kami sebelumnya “Growth Mindset Mengelola Tantangan Saat New Normal” dan “Kekuatan Pola Pikir Fixed Mindset Vs Growth Mindset.

Data yang telah dikumpulkan oleh Growth Center berkolaborasi dengan Klob.id dari 10.409 mahasiswa dan lulusan universitas di Indonesia selama rentang waktu Maret 2020 sampai dengan Desember 2020 menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa dan lulusan universitas di Indonesia sudah memiliki growth mindset (67,72 persen).

Sampel yang diambil dari masing-masing universitas jumlahnya berbeda-beda. Karena itu, grafik yang ditampilkan tidak untuk digunakan sebagai perbandingan dari universitas satu ke universitas lainnya. Namun, data tersebut dapat digunakan untuk mendeskripsikan proporsi sampel yang memiliki growth mindset dan fixed mindset.

Growth Center Mindset Test Result

Dari grafik yang ditampilkan, dapat disimpulkan bahwa universitas dengan sampel lebih dari 1 persen dari total sampel, mahasiswa dan lulusannya sebagian besar memiliki growth mindset.

Bagi mahasiswa, hal tersebut adalah modal awal yang sangat baik untuk mempelajari hal baru di dunia perkuliahan. Sementara bagi fresh graduate – lulusan baru – growth mindset akan memunculkan sikap positif terhadap apa yang mereka alami di dunia kerja – dunia yang jauh berbeda dengan dunia perkuliahan.

Universitas dengan persebaran mahasiswa dan lulusan terbanyak, dari total sampel yang diambil, yang memiliki growth mindset dengan proporsi terbanyak adalah Institut Teknologi Bandung (ITB) dengan 74,67 persen, disusul oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan 72,97 persen, kemudian Universitas Indonesia (UI) dengan 71,73 persen, Universitas Sumatera Utara (USU) dengan 71,12 persen dan Universitas Sriwijaya (UNSRI) dengan 69,81 persen.

Untuk urutan ke-6 sampai dengan 10 adalah Universitas Diponegoro (UNDIP) di posisi 6 dengan 69,33 persen yang kemudian diikuti oleh Universitas Brawijaya (BRAWIJAYA) dengan 68,37 persen, Institut Teknologi Surabaya (ITS) dengan 67 persen, Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan 66,67 persen dan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) dengan 66,36 persen.

Urutan berikutnya adalah Universitas Riau (UNRIAU) dengan 64,80 persen, Universitas Airlangga (UNAIR) dengan 64,68 persen, Universitas Gunadarma (GUNADARMA) dengan 63,59 persen, Universitas TELKOM (TELKOM) dengan 62,39 persen dan Universitas Andalas (ANDALAS) dengan 62,31 persen.

Mindset tentu saja kontekstual dan sangat dinamis, bisa berubah kapan saja tergantung situasi, kondisi, dan faktor lainnya.

Namun, sekali lagi, memiliki growth mindset adalah modal awal yang sangat baik yang perlu untuk dipertahankan dengan cara digunakan di sebanyak mungkin konteks kehidupan yang kita hadapi.

Seseorang dengan fixed mindset sendiri dapat dikembangkan untuk memiliki pola pikir growth – agar dapat terus tumbuh dan berkembang.

Nah, artikel kami selanjutnya, akan membahas topik tersebut. Sambil menunggu artikel selanjutnya, untuk kamu yang ingin mengetahui apakah kamu memiliki growth mindset atau fixed mindset, bisa klik di sini ya. (*Arki Sudito - Co-founder & CEO Growth Center dan  Alistair Tody - Consultant Growth Center | Growth Center, HR Business Accelerator - membantu individu menemukan dan mengembangkan potensi diri, agar menjadi versi terbaik diri mereka | Powered by Kompas Gramedia)

 

 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X