Belajar Tatap Muka, Guru Harus Pahami Kondisi Psikososial Siswa

Kompas.com - 05/12/2020, 13:31 WIB
Ilustrasi siswa dalam kelas menggunakan masker. DOK. PIXABAYIlustrasi siswa dalam kelas menggunakan masker.
Penulis Dian Ihsan
|

KOMPAS.com - Belajar tatap muka telah diperbolehkan di Januari 2021. Sebelum belajar penuh, guru harus melihat kondisi psikososial siswa dalam pemenuhan layanan pendidikan selama masa pandemi Covid-19.

"Jangan langsung guru mengajar materi, mengajar konten, tapi terlebih dahulu memperhatikan kondisi psikososial siswa, saat kembali belajar tatap muka," kata Dirjen GTK Kemendikbud Iwan Syahril, melansir laman Ditjen GTK Kemendikbud, Sabtu (5/12/2020).

Baca juga: Dapat Izin Nadiem, Monash University Buka Kampus di Indonesia

Iwan mengaku, dengan memperhatikan kondisi psikososial siswa, maka bisa lebih mudah membina kondisi sosial dan emosional mereka.

Iwan juga menyarankan agar guru melakukan asesmen diagnostik terlebih dahulu, baik secara non kognitif maupun kognitif.

"Jadi lihat dulu, tes 'temperaturnya'. Bagaimana kondisi siswa-siswanya secara sosial, emosional ataupun secara kognitif," jelas dia.

Guru harus pahami materi

Lalu, lanjut Iwan, guru juga harus memahami tingkat pemahaman materi yang diberikan kepada siswa-siswanya. Karena ditakutkan masih ada yang mengalami ketertinggalan pembelajaran.

"Memang ada juga yang sudah on the right track dan ada yang mungkin sudah lebih maju dari teman-temannya," tutur Iwan.

Bila berpatokan pada asesmen, maka dibutuhkan strategi pembelajaran yang terdiferensiasi. Mungkin bisa dikembangkan lewat strategi tutor yang sebaya.

Baca juga: Orangtua Tak Izinkan Belajar Tatap Muka, Sekolah Harus Tetap Fasilitasi PJJ

"Sehingga guru-guru bisa dibantu oleh teman-teman yang lebih mampu untuk membantu siswa-siswa yang masih agak tertinggal," tegas Iwan.

Lebih lanjut Iwan mengatakan, kebijakan di masa pandemi Covid-19 masih berfokus pada kesehatan dan keselamatan siswa, guru, tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat.

"Itu fokus kita dalam menetapkan kebijakan pembelajaran di kala pandemi Covid-19, terutama saat belajar tatap muka," terang Iwan.

Memang, dia menambahkan, tantangan bagi semua pihak adalah terus belajar di masa pandemi Covid-19. Pasalnya, situasi saat ini terus mengalami perubahan.

Baca juga: Orangtua Tak Izinkan Belajar Tatap Muka, Sekolah Harus Tetap Fasilitasi PJJ

"Pemahaman kita tentang Covid-19 berubah dan juga kebutuhan-kebutuhan kita juga berubah. Mari sama-sama kita terus belajar untuk bisa memastikan bahwa anak-anak kita dapat belajar dengan sehat dan dengan aman," harap Iwan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X