Politeknik Negeri Cilacap Latih Pedagang Bahasa Inggris

Kompas.com - 05/10/2020, 22:32 WIB
Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Cilacap melatih bahasa inggris pedagang dan petugas kawasan wisata Hutan Mangrove, Tritih Kulon, Cilacap Utara. DOK. Politeknik Negeri CilacapTim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Politeknik Negeri Cilacap melatih bahasa inggris pedagang dan petugas kawasan wisata Hutan Mangrove, Tritih Kulon, Cilacap Utara.

KOMPAS.com - Politeknik Negeri Cilacap (PNC) mengadakan pendidikan dan pelatihan bahasa inggris kepada pedagang dan petugas kawasan wisata Hutan Mangrove, Cilacap Utara. Pendidikan dan pelatihan ini dilakukan beberapa dosen dalam menyelesaikan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di kelurahan Tritih Kulon, Cilacap Utara.

"Kegiatan ini demi berkontribusi ke masyarakat dan juga dosen bisa menjalankan tugas Tri Dharma perguruan tinggi," kata Ketua TIM PKM Politeknik Negeri Cilacap Betti Widianingsih dalam keterangannya, melansir laman pnc.ac.id, Senin (5/10/2020).

Baca juga: Politeknik Negeri Lhokseumawe dan Politeknik Aceh Perkuat Kerja Sama

Betti mengaku, kawasan Hutan Mangrove di kelurahan Tritih Tulon merupakan tempat wisata yang sangat potensial untuk dikembangkan. Pengelolaan tempat wisata yang sudah baik pastinya berimbas pada kesejahteraan masyarakat.

SDA harus didukung dengan SDM

Maka dari itu, sumber daya alam (SDA) yang cukup memadai juga perlu didukung dengan pemanfaatan sumber daya manusia (SDM) yang optimal. Karenanya perlu diadakan pelatihan terkait peningkatan kemampuan berbahasa inggris bagi para pedagang dan petugas kawasan wisata Hutan Mangrove.

Sementara itu, Mitra PKM dan Ketua LMDH Purwa Lestari, Sarwono mengaku, dirinya sangat menerima dan mendukung tim PKM dari Politeknik Negeri Cilacap atas terlaksananya kegiatan ini.

Kegiatan pelatihan ini melibatkan 15 peserta dari para pedagang dan petugas kawasan wisata hutan mangrove dan dilaksanakan dengan menggnakan metode ceramah (teori), diskusi (sharing), latihan, dan praktik atau presentasi dengan teknik pengajaran drilling and repetition.

Betti melanjutkan, kegiatan pelatihan peserta diawali dengan pemberian pretest kepada peserta pelatihan. Pretest digunakan untuk mengetahui kemampuan dasar dari peserta yang mengikuti tes tersebut.

Peserta diberikan modul pembelajaran agar memudahkan mereka untuk mempelajari yang disajikan dalam dua bahasa (billingual). Pembelajaran dilaksanakan dengan metode teori dan praktik.

"Peserta diajak langsung terlibat dalam pembelajaran dengan melakukan praktik sendiri maupun kelompok. Setiap kelompok didampingi oleh pemateri agar peserta tidak mengalami kesulitan dalam memperagakan atau mempraktikkan," jelas dia.

Untuk dapat mengetahui timbal balik peserta terhadap materi yang disampaikan, tim PKM memberikan evaluasi kepada para peserta dengan cara memberikan tugas secara tulis maupun lisan. Hal ini dimaksudkan agar peserta benar-benar memahami dan menerapkan ilmu yang didapatkan pada pelatihan ini.

Dia menambahkan, tugas tulis diberikan dengan menjawab soal-soal yang ada dalam modul di tiap-tiap unitnya, sedangkan untuk tugas lisan masing-masing peserta diminta untuk memperagakan percakapan dalam bahasa inggris.

Baca juga: Politeknik Negara Ketapang Bangun Vokasi dari Desa

"Sesi praktek diselingi dengan beberapa permainan dan ice breaking agar memudahkan peserta memahami dan menikmati pelatihannya," pungkas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X