Kompas.com - 05/10/2020, 22:29 WIB
Mantan Dekan Sekolah Vokasi UGM, Wikan Sakarinto dilantik mnejadi Direktur Jendral (Dirjen) Pendidikan Sekolah Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI. Dok. UGMMantan Dekan Sekolah Vokasi UGM, Wikan Sakarinto dilantik mnejadi Direktur Jendral (Dirjen) Pendidikan Sekolah Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

KOMPAS.com - Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Wikan Sakarinto mengharapkan program Samsung Innovation Campus (SIC) yang memberikan pelatihan coding dan programming di beberapa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Indonesia bisa mempersiapkan lulusan yang terbaik dalam menghadapi industri 4.0.

Baca juga: Dzikru Rahman, Anak Pengemudi Gojek Peroleh Beasiswa di PNJ

"Kami harap program pembelajaran Samsung bisa menjadi pembekalan bagi para lulusan untuk menghadapi era industri 4.0 karena sangat penting untuk pendidikan bisa bersinergi selaras dengan link and match dengan dunia industri," kata Wikan dalam acara SIC Project Competition 2020, Senin (5/10/2020).

Wikan mengaku, adopsi teknologi pada revolusi industri 4.0 merupakan tantangan tersendiri, salah satunya berimplikasi adanya disrupsi teknologi dalam berbagai lini.

Lulusan SMA dan SMK harus dipersiapkan dan dibekali dengan materi pembelajaran yang tidak hanya dapat meningkatkan keterampilan dasar, tetapi juga berorientasi pada kebutuhan keterampilan di dunia kerja.

"Karena di masa depan nanti akan lebih banyak kompetensi baru yang lahir, tuntutan skill baru, pekerjaan baru yang mungkin saat ini belum bisa kita bayangkan," jelas Wikan.

Kontribusi industri berperan di dunia pendidikan

Tak hanya lingkungan pendidikan, bilang dia, kontribusi perusahaan dan industri pun sangat berperan besar dalam hal ini. Karenanya, dia mengapresiasi apa yang telah dilakukan Samsung untuk mendukung dunia pendidikan Indonesia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ke depan kami berharap kerja sama ini bisa lebih dalam lagi melibatkan industri dari hulu sampai ke hilir dalam ekosistem penyelenggaraan SMK," kata Wikan Sakarinto.

Sementara itu, Direktur Manajemen R&D Samsung R&D Indonesia, Risman Adnan menyampaikan, tantangan era Industri 4.0 akan sulit untuk dihadapi para lulusan SMA dan SMK, tanpa dibekali pendidikan yang membentuk keahlian.

Oleh sebab itu, kata Risman, SIC menaruh perhatian besar pada peningkatan kualitas pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan di era tersebut.

SIC merupakan sebuah program global yang dilakukan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus kemampuan beradaptasi dengan teknologi dan digitalisasi.

Baca juga: Ditjen Pendidikan Vokasi Tingkatkan Kualitas LKP

"Program ini merupakan program berkelanjutan, ke depannya Samsung menargetkan untuk bermitra dengan lebih banyak lagi sekolah di Indonesia," tukas dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.