Kompas.com - 30/09/2020, 12:07 WIB

KOMPAS.com - Jelang persiapan pembelajaran tatap muka, seluruh guru dan karyawan SMK Negeri 1 Garut lakukan tes swab di Aula Motekar SMK Negeri 1 Garut, pada Senin, 28 September 2020 lalu, demi mendeteksi secara dini penyebaran wabah COVID-19.

"Test swab itu merupakan pengajuan dari pihak sekolah kepada Dinas Kesehatan dalam rangka persiapan tatap muka," kata Kepala SMK Negeri 1 Garut Bejo Siswoyo dalam keterangannya, melansir laman SMK Negeri 1 Garut, Rabu (30/9/2020).

Baca juga: Kemendikbud Dorong Kompetensi Guru SMK di Bidang AI

Bejo menyatakan menyampaikan pesan kepada beberapa guru dan karyawan SMK Negeri 1 Garut, bahwa sekolah ini harus menerapkan protokol kesehatan. Bagi dirinya, guru adalah sosok yang penting dalam membentuk karakter peserta didik.

"Jadi saya tidak ingin ada guru yang terpapar Covid-19," jelas dia.

Maka dari itu, dia memohon kepada bapak dan ibu guru jangan berkerumunan, selalu menggunakan masker, menjaga jarak, dan cuci tangan menggunakan sabun.

"Semoga semua guru dan karyawan SMK Negeri 1 Garut selalu diberi kesehatan," ujar dia.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Kepala Sekolah bidang Kesiswaan SMK Negeri 1 Garut, Nurdin Ruslih yang juga mengikuti test swab, berharap semua guru dan karyawan SMK Negeri 1 Garut mendapatkan hasil negatif.

"Tentunya akan merasa tenang jika hasilnya negatif, saya juga berharap semoga semua guru dan karyawan selalu sehat, sehingga bisa melakukan persiapan jelang pembelajaran tatap muka," tutup Nurdin.

Sebagaimana diketahui, pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menyatakan penularan virus corona masih terjadi dan terus bertambah hingga Selasa (29/9/2020).

Terdapat penambahan pasien yang baru dinyatakan terpapar Covid-19 dalam jumlah cukup tinggi, di atas 4.000 orang dalam sehari.

Baca juga: SMK Negeri 2 Yogyakarta Mulai Belajar Tatap Muka

Data pemerintah pada Rabu 12.00 WIB memperlihatkan ada 4.002 kasus baru Covid-19 dalam 24 jam terakhir. Penambahan itu menyebabkan kasus Covid-19 di Tanah Air kini mencapai 282.724 orang, terhitung sejak diumumkannya kasus pertama pada 2 Maret 2020.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.