SMK Negeri 2 Yogyakarta Mulai Belajar Tatap Muka

Kompas.com - 23/09/2020, 19:51 WIB
Simulasi sekolah belajar tatap muka di SMPN 02 Bekasi, Senin (3/8/2020). KOMPAS.com/CYNTHIA Simulasi sekolah belajar tatap muka di SMPN 02 Bekasi, Senin (3/8/2020).

KOMPAS.com - SMK Negeri 2 Yogyakarta telah memberlakukan belajar tatap muka secara terbatas mulai hari ini, Rabu, 23 September 2020. Segala hal terkait persiapan dan pencegahan Covid-19 sudah dipersiapkan dan diantisipasi secara matang.

Wakil Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Yogyakarta, Sumadi mengatakan, bagi siswa yang mau mulai pembelajaran secara tatap muka harus memperoleh izin orangtua. Lalu, mereka juga harus memiliki risiko kecil terhadap kemungkinan penularan Covid-19.

Baca juga: Mendikbud Nadiem: Tahapan Belajar Tatap Muka Dimulai dari Jenjang SMA

"Kedua hal tersebut SMK N 2 Yogyakarta sudah mengeluarkan surat edaran yang berupa angket untuk menjaring ijin dari orangtua dan menganalisa resiko penularan Covid-19 dari siswa yang akan tatap muka," kata Sumadi dalam keterangannya, melansir laman SMK Negeri 2 Yogyakarta.

Praktik untuk tingkatkan kompetensi

Menurut dia, berdasarkan data masuk menyimpulkan sebesar 84,7 persen orangtua, telah setuju putra dan putrinya untuk kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka secara terbatas, dengan alasan yang dominan yaitu agar para siswa dapat melaksanakan praktik tidak hanya teori saja melalui daring.

"Karena ini SMK yang harus ada prakteknya untuk meningkatkan kompetensi siswa. Sedangkan sebesar 15,3 persen tidak menyetujui dikarenakan masih takut dengan risiko penularan Covid-19," tegas Sumadi.

Bila ada orangtua yang belum setuju anaknya melakukan pembelajaran dengan bertatap muka di sekolah, maka bisa diakomodir dengan pembelajaran jarak jauh. Meski pembelajarannya nanti mengalami keterbatasan.

Siswa harus patuhi protokol pencegahan Covid-19

Sementara itu dari analisa risiko penularan Covid-19, lanjut dia, data data yang ada menunjukkan risikonya kecil, dengan persyaratan semua siswa yang telah mengisi angket selalu konsisten dalam menerapkan protokoler pencegahan Covid-19.

Dia menyebutkan, SMK Negeri 2 Yogyakarta sudah menyiapkan berbagai sarana prasarana dan metode pencegahannya, seperti KBM praktek tatap muka terbatas dengan jadwal hanya sepertiga jumlah sarana dan prasarana yang ada. Sehingga jadwal sudah dimodifikasi sedemikian rupa.

Siswa di sekolah, lanjut dia, akan dibagi 2 shift, pagi dan sore serta hanya durasi selama 3 jam. Sedangkan jeda waktu antar shift untuk menghindari kerumunan orang dan praktek hanya dua orang setiap kelompok.

Baca juga: Seperti Ini Simulasi Belajar Tatap Muka di Sekolah untuk Zona Hijau

"Proses masuk dan keluar sekolah dan ke ruang praktek diatur dengan ketat dengan pencegahan dan protokol Covid-19. Piket Tim Budaya dan Tim Gugus Pencegahan Covid-19 setiap hari, dengan protokol kesehatan yang sudah ada," pungkas Sumadi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X