Kuota Gratis, Nadiem: Bukan untuk Main Game dan Tonton Video

Kompas.com - 25/09/2020, 16:29 WIB
Mendikbud Nadiem Makarim memberikan keterangan pers terkait penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran baru di masa Covid-19, Senin (15/6/2020). Tangkapan layar kanal Youtube KemendikbudMendikbud Nadiem Makarim memberikan keterangan pers terkait penyelenggaraan pembelajaran pada tahun ajaran baru di masa Covid-19, Senin (15/6/2020).

KOMPAS.com - Kuota umum memiliki kapasitas yang kecil dalam program kuota gratis yang diberikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), bila dibanding kuota belajar.

Hal itu dilakukan agar siswa dan mahasiswa tidak banyak bermain gim dan menonton video lewat telepon pintar (smartphone) yang dimilikinya.

"Tentunya pemerintah memberikan subsidi sebesar ini, bukan untuk main game dan menonton video menarik," ucap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) Nadiem Makarim dalam acara "Peresmian Kebijakan Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020", Jumat (25/9/2020).

Baca juga: 4 Loncatan Pendidikan di Indonesia, Kini Masuk PJJ Kelas Dunia

Sebagaimana diketahui pemerintah memberikan kuota umum sebesar 5 gigabyte (GB) dalam program kuota gratis yang akan disalurkan kepada peserta didik dan tenaga pendidik selama 4 bulan, yakni periode September hingga Desember.

"Memang ada 5 GB, itu untuk all net, bisa sebagai refreshing. Jadi kuota pembelajaran yang lebih banyak diberikan, karena memang anggaran untuk pembelajaran," terang Nadiem.

Menurut Nadiem, program kuota gratis memang pertama kalinya dilakukan pemerintah dalam memberikan kuota yang besar ke peserta didik dan tenaga pendidik.

"Makanya ini pemberian kuotanya sangat masif sekali. Pasti ada tantangan, tapi kita akan mencoba dengan baik, agar semua bisa melaksanakan PJJ," jelas dia.

Bagi yang belum menerima kuota internet gratis, sambung dia, peserta didik atau orangtua bisa melaporkannya kepada kepala sekolah atau operator sekolah. Dengan harapan, bagi yang belum menerima bisa memperoleh kuota internet gratis dengan cepat.

"Jadi kepala sekolah atau operator akan memeriksa nomornya, apakah sudah benar dan masih aktif. Tenang, setiap bulan ada dua kali pengiriman kuota gratis," terangnya.

Beban internet selama pandemi cukup besar

Langkah pemberian kuota, pria yang pernah menjadi bos Gojek Indonesia ini menekankan, demi menjawab kecemasan masyarakat. Karena beban penggunaan data internet selama pandemi Covid-19 cukup besar.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X