DQLab
Komunitas data scientist

Komunitas praktisi dan industri dalam program belajar data science oleh DQLab (dqlab.id).

Belajar "Machine Learning", Ini 3 Tips untuk Siap Hadapi Industri Data

Kompas.com - 04/08/2020, 11:09 WIB
Ilustrasi machine learning DOK. PIXABAYIlustrasi machine learning

KOMPAS.com - Mempelajari machine learning merupakan pondasi awal yang perlu dibangun saat seseorang ingin berkecimpung di bidang data science.

Selain memahami bahasa pemrograman untuk mengolah data, kamu juga perlu memahami permasalahan bisnis dari industri tersebut. Sebagai seorang praktisi data, inilah salah satu tantangan yang akan selalu kamu hadapi.

Mempelajari machine learning dengan memahami segmentasi konsumen dapat menjadi kunci menangkan kompetisi bisnis. Terkait hal itu, Vanessa Stefany, salah satu member DQLab yang telah sukses berkarir sebagai Data Engineer Xeratic Indonesia berbagi kiat mempelajari machine learning.

DQLab berkolaborasi dengan Kompas.com menggelar "Machine Learning Workshop : Memenangkan Kompetisi Bisnis dengan Pengaplikasian Data Science untuk Consumer Segmentation"

Yuk, simak 3 tipsnya untuk implementasikan ilmunya pada industri data:

Baca juga: Agenda Webinar: Berkenalan Data Science di Industri Telekomunikasi

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Penting memahami "consumer segmentation"

Kamu perlu tahu bahwa untuk berkarir sebagai seorang praktisi data kamu perlu memahami bagaimana pentingnya segmentasi konsumen dalam penggunaan di bisnis.

Kamu akan mempelajari bahasa pemrograman R dengan algoritma K-Means dan juga memaketkan algoritma sebagai model dan mengoperasionalkannya sehingga dapat digunakan sehari-hari oleh bisnis.

“Segmentasi customer itu sangat penting terutama untuk memetakan pemasaran produk kita, nah biasanya ini masuk dalam customer analysis kalo di ilmu ekonomi marketing, dengan pemetaan kita bisa memasarkan barang atau jasa kita kepada customer yang sesuai dan yang sekiranya akan membeli produk kita,” ujar Vanessa.

Dengan demikian penjualan yang akan dipasarkan sesuai dengan segmentasi sesuai dengan kebutuhan industri. “Jadi nggak 'brutal' untuk masukannya ke semua orang tapi hasil yang didapat cuma sedikit,” tuturnya.

2. Segmentasi penjualan terarah

Dengan mempelajari machine learning, kamu dapat memprediksi suatu tren di masa depan, sehingga sehingga aktivitas marketing yang dilakukan bisnis atau cara komunikasi bisnis dengan konsumen akan lebih tertarget sesuai dengan segmentasi dituju.

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.