Sekolah di Zona Hijau, Nadiem: Sekolah Tak Bisa Paksa Siswa Pergi ke Sekolah

Kompas.com - 17/06/2020, 15:34 WIB
Dua siswi sekolah mengikuti Penilaian Akhir Semester (PAS) di Sekolah Menengah Kejuruan Bina Karya Mandiri 2, Bekasi, Jawa Barat, Senin (8/6/2020). Menurut pihak sekolah, siswa yang mengikuti ujian di sekolah mempunyai kendala secara teknis untuk mengikuti ujian secara daring di rumahnya masing-masing. ANTARA FOTO/FAKHRI HERMANSYAHDua siswi sekolah mengikuti Penilaian Akhir Semester (PAS) di Sekolah Menengah Kejuruan Bina Karya Mandiri 2, Bekasi, Jawa Barat, Senin (8/6/2020). Menurut pihak sekolah, siswa yang mengikuti ujian di sekolah mempunyai kendala secara teknis untuk mengikuti ujian secara daring di rumahnya masing-masing.

KOMPAS.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Anwar Makarim mengatakan pihak sekolah di zona hijau tak bisa memaksa siswa belajar tatap muka jika orangtua tak mengizinkan datang ke sekolah karena merasa tak aman dari penularan Covid-19.

Izin orangtua merupakan salah satu syarat yang mesti dipenuhi untuk melakukan pembelajaran tatap muka di sekolah.

" Sekolah tak bisa memaksa siswa untuk tatap muka jika orangtua merasa tak aman untuk pergi ke sekolah. Murid bisa belajar dari rumah. Ini penting kita punya banyak sekali level persetujuan untuk siswa masuk sekolah," kata Nadiem beberapa waktu lalu.

Perizinan orangtua merupakan salah satu kunci dalam pemenuhan syarat pembukaan sekolah untuk belajar tatap muka. Ada tiga izin lainnya yaitu daerah tempat sekolah harus berada di zona hijau, izin dari pemerintah daerah, dan kesiapan sekolah.

“Prinsip dikeluarkannya kebijakan pendidikan di masa Pandemi Covid-19 adalah dengan memprioritaskan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, keluarga, dan masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Mendikbud Nadiem Makarim: 429 Kota/Kabupen di Indonesia Dilarang Membuka Sekolah

Terkait jumlah peserta didik, hingga 15 Juni 2020, terdapat 94 persen peserta didik yang berada di zona kuning, oranye, dan merah dalam 429 kabupaten/kota sehingga mereka harus tetap Belajar dari Rumah.

Adapun peserta didik yang saat ini berada di zona hijau hanya berkisar 6 persen atau 82 kota/kabupaten.

Untuk sekolah yang sudah memenuhi daftar persyaratan pembukaan sekolah di zona hijau pun, lanjut Nadiem, pembelajaran tatap muka tak bisa langsung dilakukan secara normal. Satuan pendidikan harus lebih dulu melalui masa transisi selama dua bulan pertama.

Skenario awal yaitu jenjang SMA, SMK, MA, MAK, SMP, dan MTS paling cepat belajar tatap muka Juli 2020. Untuk jenjang SD, MI, dan SLB paling cepat belajar tatap muka pada September 2020. Sementara, jenjang PAUD paling cepat belajar tatap muka pada November 2020.

 

 


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X