Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Update Corona 17 Februari 2022: Indonesia Catat 64.718 Kasus Baru, Rekor Tertinggi Selama Pandemi

Kompas.com - 17/02/2022, 07:30 WIB
Ahmad Naufal Dzulfaroh,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Indonesia melaporkan 64.718 kasus baru harian pada Rabu (16/2/2022), tertinggi selama pandemi Covid-19.

Jumlah tersebut sekaligus melampaui puncak kasus Delta yang sebelumnya dilaporkan pada pertengahan Juli 2021 dengan 56.757 kasus.

Baca juga: [POPULER TREN] Video Viral Jakarta Disebut Digempur Chemtrail Tengah Malam | Lama Pasien BPJS Bisa Dirawat di RS

Jawa Barat menjadi daerah penyumbang kasus positif terbanyak dalam 24 jam terakhir dengan 15.196 kasus, disusul DKI jakarta 12.388 kasus, dan Jawa Timur 7.919 kasus.

Sejumlah daerah lainnya juga memecahkan rekor laporan kasus harian seperti Sulsel, Sulut, dan Lampung. 

Pada periode yang sama, Indonesia juga melaporkan 167 kasus kematian baru akibat Covid-19.

Berikut rincian total seluruh kasus yang sudah dilaporkan hingga Rabu:

  • Kasus positif: 4.966.046
  • Meninggal: 145.622
  • Sembuh: 4.375.234

Selain itu, Indonesia saat ini juga mencatatkan 445.190 kasus aktif Covid-19 yang tersebar di seluruh daerah.

Baca juga: Berapa Lama Pasien BPJS Bisa Dirawat di Rumah Sakit? Ini Ketentuannya

Update corona di sejumlah negara dunia

Pandemi Covid-19 memasuki babak baru setelah sejumlah negara mulai melonggarkan aturan pandemi dan memulai hidup normal.

Ini dilakukan setelah mereka mengklaim kesuksesan mengendalikan pandemi setelah melewati lonjakan akibat varian Omicron.

Denmark, Irlandia, Belanda, Finlandia, dan beberapa negara lainnya termasuk di antara negara yang menghapus hampir semua pembatasan terkait Covid-19

Inggris bahkan berencana untuk menghapus aturan karantina bagi mereka yang terinfeksi Covid-19.

Berdasarkan catatan Worldometer, kasus virus corona secara global hingga Kamis (17/2/2022) adalah sebagai berikut:

  • Kasus positif: 417.859.246
  • Meninggal: 5.866.725
  • Sembuh: 340.875.031

Selain itu, ada 71.117.490 kasus aktif, dengan rincian 71.032.887 (99,9 persen) dalam kondisi sedang dan 84.603 (0,1 persen) kondisi kritis.

Baca juga: Aturan Lengkap Pelaku Perjalanan Luar Negeri: Sudah Vaksin Lengkap Karantina 5 Hari

WHO desak peningkatan vaksinasi di Eropa Timur

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan, varian Omicron sedang menuju ke wilayah Eropa Timur.

Karenanya, kantor WHO Eropa menyerukan pihak berwenang untuk meningkatkan upaya vaksinasi di wilayah tersebut, dikutip dari Aljazeera.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya

Terkini Lainnya

3 Pemain Uzbekistan yang Patut Diwaspadai Timnas Indonesia, Salah Satunya Punya Nilai Rp 86,81 Miliar

3 Pemain Uzbekistan yang Patut Diwaspadai Timnas Indonesia, Salah Satunya Punya Nilai Rp 86,81 Miliar

Tren
Sepak Terjang Benny Sinomba Siregar, Paman Bobby Nasution yang Ditunjuk Jadi Plh Sekda Kota Medan

Sepak Terjang Benny Sinomba Siregar, Paman Bobby Nasution yang Ditunjuk Jadi Plh Sekda Kota Medan

Tren
Jadwal dan Live Streaming Indonesia Vs Uzbekistan di Semifinal Piala Asia U23, Kick Off 21.00 WIB

Jadwal dan Live Streaming Indonesia Vs Uzbekistan di Semifinal Piala Asia U23, Kick Off 21.00 WIB

Tren
Siapa Kandidat Terkuat Pengganti Rafael Struick di Laga Indonesia Vs Uzbekistan?

Siapa Kandidat Terkuat Pengganti Rafael Struick di Laga Indonesia Vs Uzbekistan?

Tren
Mengapa Bisa Mengigau Saat Tidur? Ternyata Ini Penyebabnya

Mengapa Bisa Mengigau Saat Tidur? Ternyata Ini Penyebabnya

Tren
Tanggal 1 Mei Hari Libur Apa?

Tanggal 1 Mei Hari Libur Apa?

Tren
Sempat Diteriaki Warga tapi Tak Menggubris, Kakek Berusia 61 Tahun Tertabrak KA di Sragen

Sempat Diteriaki Warga tapi Tak Menggubris, Kakek Berusia 61 Tahun Tertabrak KA di Sragen

Tren
Perpanjang Pajak STNK Harus Bawa KTP Asli Pemilik Kendaraan, Bagaimana jika Sudah Meninggal?

Perpanjang Pajak STNK Harus Bawa KTP Asli Pemilik Kendaraan, Bagaimana jika Sudah Meninggal?

Tren
Air Kelapa Muda Vs Air Kelapa Tua Sehat Mana? Ini Beda dan Manfaatnya

Air Kelapa Muda Vs Air Kelapa Tua Sehat Mana? Ini Beda dan Manfaatnya

Tren
Tari Rangkuk Alu Jadi Google Doodle Hari Ini, Apa Alasannya?

Tari Rangkuk Alu Jadi Google Doodle Hari Ini, Apa Alasannya?

Tren
3 Artefak Langka Majapahit Ditemukan di AS, Nilainya Rp 6,5 Miliar

3 Artefak Langka Majapahit Ditemukan di AS, Nilainya Rp 6,5 Miliar

Tren
Penjelasan Kemenpora dan MNC Group soal Aturan Nobar Indonesia Vs Uzbekistan

Penjelasan Kemenpora dan MNC Group soal Aturan Nobar Indonesia Vs Uzbekistan

Tren
Ilmuwan Temukan Salah Satu Bintang Tertua di Alam Semesta, Terletak di Galaksi Tetangga

Ilmuwan Temukan Salah Satu Bintang Tertua di Alam Semesta, Terletak di Galaksi Tetangga

Tren
Korsel Akan Beri Insentif Rp 1 Miliar untuk Bayi yang Baru Lahir, Apa Alasannya?

Korsel Akan Beri Insentif Rp 1 Miliar untuk Bayi yang Baru Lahir, Apa Alasannya?

Tren
5 Air Rebusan untuk Atasi Jerawat, Salah Satunya Jahe dan Kunyit

5 Air Rebusan untuk Atasi Jerawat, Salah Satunya Jahe dan Kunyit

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com