Deretan Kasus Penyerangan ke Polisi di Indonesia Tahun 2021, Ada Apa?

Kompas.com - 28/11/2021, 07:35 WIB
Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran (kanan) bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menunjukkan barang bukti terkait penyerangan Polisi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/12/2020). Kapolda mengungkapkan telah terjadi penyerangan pada Senin (7/12/2020) pukul 00.30 WIB di Jalan Tol Jakarta-Cikampek kilometer 50 terhadap anggota Polri yang bertugas menyelidiki informasi rencana pengerahan kelompok massa untuk mengawal pemeriksaan Rizieq Shihab, sebanyak enam dari sepuluh orang yang diduga pengikut Rizieq Shihab tewas ditembak oleh polisi karena melakukan perlawanan dengan senjata api. ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWANKapolda Metro Jaya Irjen Pol Fadil Imran (kanan) bersama Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menunjukkan barang bukti terkait penyerangan Polisi di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (7/12/2020). Kapolda mengungkapkan telah terjadi penyerangan pada Senin (7/12/2020) pukul 00.30 WIB di Jalan Tol Jakarta-Cikampek kilometer 50 terhadap anggota Polri yang bertugas menyelidiki informasi rencana pengerahan kelompok massa untuk mengawal pemeriksaan Rizieq Shihab, sebanyak enam dari sepuluh orang yang diduga pengikut Rizieq Shihab tewas ditembak oleh polisi karena melakukan perlawanan dengan senjata api.

KOMPAS.com - Baru-baru ini publik beberapa kali dihebohkan dengan kejadian pengeroyokan, penyerangan atau penganiayaan warga kepada polisi di Indonesia.

Mulai dari warga, kelompok ormas, hingga para pelaku kejahatan juga dengan beraninya menghujani polisi serangan.

Hal ini seperti berbanding terbalik dengan tugas polisi sebagai pengayom masyarakat dan penegak hukum, yang seharusnya mendapatkan kepercayaan publik dan wibawanya di tengah masyarakat.

Berikut ini 4 kejadian penyerangan polisi yang terjadi di Indonesia:

Kasus anggota Polsek Medan Timur dibacok sekelompok orang

Kasus penganiayaan terhadap seorang anggota polisi yang bertugas di Polsek Medan Timur serta perusakan rumah, mobil dan sepeda motor oleh sekelompok orang pada Jumat (22/10/2021) di Perumahan Kalpataru Indah diungkap di Polrestabes Medan pada Senin (1/11/2021) sore.

Plt. Kasatreskrim Polrestabes Medan, Kompol Raffles Langgak Putra Marpaung menjelaskan, motif kejadian ini terkait usaha sewa menyewa dump truck yang akan dipakai di Langkat.

Baca juga: Demo Ormas Pemuda Pancasila di Gedung DPR Berakhir Ricuh, Perwira Polisi Dikeroyok, 15 Orang Jadi Tersangka UU Darurat

Dalam perjalanannya, usaha ini tak berjalan lancar atau pecah kongsi. Dari pihak penyewa, D dan H meminta pengembalian uang yang belum digunakan. Namun terjadi ketidaksepahaman dalam jumlah uang yang harus dikembalikan.

Menurut EDS sudah lunas, namun menurut D dan H masih kurang. Saat penagihan itu, sekitar pukul 19.00 WIB, D dan H datang bersama dua rekannya ke rumah EDS. Saat itu terjadi cekcok.

D dan rekan-rekannya melarikan diri karena kurang jumlah. D kemudian mengumpulkan teman-temannya dan sekitar sejam kemudian kembali mendatangi rumah EDS dengan sekitar 10 mobil.

Namun saat itu, EDS tidak ada di tempat dan hanya ada istrinya saja. Mereka kemudian melakukan perusakan. EDS kemudian pulang ke rumahnya menggunakan mobil bersama Aipda Eko Sugiawan yang mengendarai sepeda motor.

Halaman:


Video Pilihan

26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.