Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jarang Diketahui, Ini 7 Tanda Tubuh Terlalu Banyak Konsumsi Kafein

Kompas.com - 17/04/2024, 16:30 WIB
Alicia Diahwahyuningtyas,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Teh, soda, dan kopi merupakan jenis minuman berkafein yang banyak dikonsumsi. 

Kafein sendiri merupakan stimulan alami yang dapat mengubah fungsi otak dan tubuh. Saat dikonsumsi dalam jumlah sedang, kafein dikaitkan dengan peningkatan energi, suasana hati, berat badan, kognisi, dan kinerja fisik.

Sementara bila dikonsumsi secara berlebihan, kafein dapat menyebabkan berbagai efek samping yang merugikan tubuh, seperti sakit kepala, kecemasan, dan sulit tidur. 

Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) juga telah membatasi asupan kafein untuk orang dewasa, yakni tidak boleh melebihi 400 miligram (mg) kafein sehari atau sekitar 4-5 cangkir sehari.

Sementara itu, American Academy of Pediatrics menyarankan agar remaja usia 12-18 tahun membatasi asupan kafein mereka hingga 100 mg per hari dan untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun menghindari kafein sama sekali.

Ketika seseorang terlalu banyak mengonsumsi kafein, tubuh akan menunjukkan tanda dan gejala tertentu.

Oleh karena itu, saat Anda menemui tanda tersebut sebaiknya segera menghentikan ataupun mengurangi asupan kafein.

Lantas, apa saja tanda tubuh bila terlalu banyak mengonsumsi kafein?

Baca juga: Studi: Pakai Gula atau Tanpa Gula, Kopi Bermanfaat Memperpanjang Umur

Tanda tubuh terlalu banyak konsumsi kafein

Jika asupan kafein melebihi jumlah yang sehat, hal itu dapat menimbulkan efek samping yang dapat merugikan tubuh.

Berikut beberapa tanda tubuh terlalu banyak konsumsi kafein:

1. Sakit kepala

Kafein adalah psikostimulan yang umum digunakan. Kafein merupakan zat yang dapat merangsang sistem saraf pusat. Inilah alasan mengapa banyak orang minum kopi atau teh berkafein sebagai penyegar di pagi hari.

Dalam beberapa kasus, kafein digunakan sebagai pereda nyeri, seperti pada obat nyeri Excedrin, yang mengandung aspirin, parasetamol, dan kafein, dilansir dari Verywellheal.th

Meski demikian, mengonsumsi terlalu banyak kafein ataupun penghentian kafein secara tiba-tiba juga dapat menyebabkan sakit kepala.

Kafein dapat memicu apa yang disebut dengan “caffeine rebound”. Artinya, setelah meminum banyak kafein, Anda mungkin mengalami gejala penarikan diri setelah manfaat awalnya hilang.

Secara keseluruhan, National Headache Foundation mengatakan bahwa mengonsumsi kafein dalam jumlah sedang tidak masalah. Namun, sebaiknya hindari penggunaan sehari-hari jika Anda sering mengalami sakit kepala. 

Baca juga: 7 Teh Ampuh Turunkan Kadar Gula Darah, Cocok untuk Penderita Diabetes

2. Kecemasan

Tak hanya meningkatkan kewaspadaan, konsumsi kafein juga dapat memengaruhi suasana hati seseorang.

Meskipun asupan kafein dalam jumlah sedang dapat berkontribusi pada perasaan bahagia, mengonsumsi dua hingga enam cangkir kafein dapat menimbulkan kecemasan, seperti perasaan gelisah.

Sebuah tinjauan yang dilakukan pada 57 penelitian mengukur efek kecemasan setelah mengonsumsi kafein dalam jumlah yang bervariasi. Kemudian, hasil yang ditunjukkan beragam, mulai dari asupan rendah dan tinggi.

Beberapa penelitian menunjukkan, minum hingga lima cangkir kopi tidak berpengaruh pada kecemasan.

Namun penelitian lain menemukan perasaan tegang setelah mengonsumsi dua atau tiga cangkir saja. 

3. Sifat lekas marah

Mengonsumsi kafein juga dapat menyebabkan perasaan mudah tersinggung. Akan tetapi, efek ini sebagian besar terjadi pada orang yang mengonsumsinya dalam jumlah banyak.

Namun, jika memiliki gangguan psikologis atau kecemasan, Anda mungkin merasa mudah tersinggung karena konsumsi kafein yang lebih sedikit dibandingkan rata-rata orang. 

Meskipun penelitian lebih lanjut perlu dilakukan untuk mengetahui secara pasti seberapa banyak kafein menyebabkan mudah tersinggung, Anda dapat menguranginya jika merasakan gejala gelisah atau marah setelah mengonsumsi kafein.

Baca juga: Manfaat Menambahkan Soda Kue ke Dalam Kopi, Baik bagi Penderita Maag

Halaman:

Terkini Lainnya

Rumput Lapangan GBK Jelang Kualifikasi Piala Dunia usai Konser NCT Dream Disorot, Ini Kata Manajemen

Rumput Lapangan GBK Jelang Kualifikasi Piala Dunia usai Konser NCT Dream Disorot, Ini Kata Manajemen

Tren
Bukan UFO, Penampakan Pilar Cahaya di Langit Jepang Ternyata Isaribi Kochu, Apa Itu?

Bukan UFO, Penampakan Pilar Cahaya di Langit Jepang Ternyata Isaribi Kochu, Apa Itu?

Tren
5 Tokoh Terancam Ditangkap ICC Imbas Konflik Hamas-Israel, Ada Netanyahu

5 Tokoh Terancam Ditangkap ICC Imbas Konflik Hamas-Israel, Ada Netanyahu

Tren
Taspen Cairkan Gaji ke-13 mulai 3 Juni 2024, Berikut Cara Mengeceknya

Taspen Cairkan Gaji ke-13 mulai 3 Juni 2024, Berikut Cara Mengeceknya

Tren
Gaet Hampir 800.000 Penonton, Ini Sinopsis 'How to Make Millions Before Grandma Dies'

Gaet Hampir 800.000 Penonton, Ini Sinopsis "How to Make Millions Before Grandma Dies"

Tren
Ramai soal Jadwal KRL Berkurang saat Harpitnas Libur Panjang Waisak 2024, Ini Kata KAI Commuter

Ramai soal Jadwal KRL Berkurang saat Harpitnas Libur Panjang Waisak 2024, Ini Kata KAI Commuter

Tren
Simak, Ini Syarat Hewan Kurban untuk Idul Adha 2024

Simak, Ini Syarat Hewan Kurban untuk Idul Adha 2024

Tren
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan di DIY pada Akhir Mei 2024, Ini Wilayahnya

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan di DIY pada Akhir Mei 2024, Ini Wilayahnya

Tren
8 Bahaya Mencium Bayi, Bisa Picu Tuberkulosis dan Meningitis

8 Bahaya Mencium Bayi, Bisa Picu Tuberkulosis dan Meningitis

Tren
3 Alasan Sudirman Said Maju sebagai Gubernur DKI Jakarta, Siap Lawan Anies

3 Alasan Sudirman Said Maju sebagai Gubernur DKI Jakarta, Siap Lawan Anies

Tren
Starlink Indonesia: Kecepatan, Harga Paket, dan Cara Langganan

Starlink Indonesia: Kecepatan, Harga Paket, dan Cara Langganan

Tren
AS Hapuskan 'Student Loan' 160.000 Mahasiswa Senilai Rp 123 Triliun

AS Hapuskan "Student Loan" 160.000 Mahasiswa Senilai Rp 123 Triliun

Tren
Apakah Setelah Pindah Faskes, BPJS Kesehatan Bisa Langsung Digunakan?

Apakah Setelah Pindah Faskes, BPJS Kesehatan Bisa Langsung Digunakan?

Tren
Apakah Gerbong Commuter Line Bisa Dipesan untuk Rombongan?

Apakah Gerbong Commuter Line Bisa Dipesan untuk Rombongan?

Tren
Kapan Tes Online Tahap 2 Rekrutmen BUMN 2024? Berikut Jadwal, Kisi-kisi, dan Syarat Lulusnya

Kapan Tes Online Tahap 2 Rekrutmen BUMN 2024? Berikut Jadwal, Kisi-kisi, dan Syarat Lulusnya

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com