Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Remaja Siksa Anjing hingga Mati di Jember, Polisi: Masih dalam Proses Penyelidikan

Kompas.com - 16/04/2024, 19:15 WIB
Yefta Christopherus Asia Sanjaya,
Inten Esti Pratiwi

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Media sosial Instagram diramaikan dengan unggahan seekor anjing maltese bernama Viki mati setelah disiksa empat remaja.

Aksi tak terpuji tersebut terjadi di Jember, Jawa Timur sebagaimana penuturan akun @media.jember pada Senin (15/4/2024).

Akun tersebut mengatakan bahwa pelaku yang menyiksa Viki berjumlah empat orang yang berasal dari Kaliwates, Jember.

Keempat pelaku yang disebut masih berumur belasan tahun menyiksa Viki menggunakan balok yang terbuat dari cor-coran semen.

Viki menjadi korban penyiksaan setelah keluar dari pagar rumah dan panik sambil mondar-mandir di depan kediaman pemiliknya.

Akibatnya, anjing tersebut mengalami luka parah di bagian wajah dan kritis sebelum akhirnya mati.

Empat remaja yang menyiksa anjing, kata pengunggah, hanya tertawa dan membiarkan anjing tersebut terkapar di jalan.

"Sekitar satu jam Viki terkapar di jalan dalam kesakitan sebelum diselamatkan oleh orang baik dan kemudian dipertemukan kembali dengan keluarga kami," kata pengunggah.

Baca juga: Benarkah Anjing Dapat Merasakan Gempa Lebih Cepat dari Manusia?

Pelaku sempat tertawa

Pengunggah mengatakan, pemilik Viki mengaku sempat membawa Viki ke dokter hewan.

Namun, Viki mengalami sakit, muntah darah, dan kesulitan bernapas sebelum akhirnya mati.

Pemilik Viki menuturkan, sempat dilakukan mediasi oleh ketua RT setempat setelah Viki disiksa.

Para pelaku disebut tidak sungguh-sungguh menyesali perbuatannya. Bahkan, menurut pemilik Viki, salah satu pelaku sempat tertawa.

Pemilik Viki kemudian memutuskan melaporkan peristiwa penyiksaan anjingnya ke Polres Jember pada Kamis (11/4/2024).

Baca juga: 7 Cara Anjing Menunjukkan Kasih Sayang pada Pemiliknya, Salah Satunya Melalui Kontak Mata

Kronologi penemuan Viki terluka parah

Dalam unggahan yang beredar di media sosial, tertera kronologi ketika Viki ditemukan dalam kondisi luka parah setelah disiksa oleh para remaja.

Peristiwa tersebut terjadi di kawasan Talangsari, Kelurahan Jember Kidul, Kecamatan Kaliwates, Jember pada Rabu (10/4/2024) pukul 16.24 WIB.

Halaman:

Terkini Lainnya

Catat, Ini 4 Suplemen yang Bisa Sebabkan Kepala Pusing

Catat, Ini 4 Suplemen yang Bisa Sebabkan Kepala Pusing

Tren
Cerita Ed Dwight, Butuh 60 Tahun Sebelum Wujudkan Mimpi Terbang ke Luar Angkasa

Cerita Ed Dwight, Butuh 60 Tahun Sebelum Wujudkan Mimpi Terbang ke Luar Angkasa

Tren
Kisah Bocah 7 Tahun di Nepal Tak Sengaja Telan Pensil Sepanjang 10 Cm

Kisah Bocah 7 Tahun di Nepal Tak Sengaja Telan Pensil Sepanjang 10 Cm

Tren
Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Terbanyak, Menaker: Selama Ini Memang 'Jaka Sembung'

Lulusan SMK Sumbang Pengangguran Terbanyak, Menaker: Selama Ini Memang "Jaka Sembung"

Tren
Penelitian Ungkap Mikroplastik Sekarang Terdeteksi di Testis Manusia

Penelitian Ungkap Mikroplastik Sekarang Terdeteksi di Testis Manusia

Tren
Kuning Telur Direbus hingga Keabuan Disebut Tidak Sehat, Benarkah?

Kuning Telur Direbus hingga Keabuan Disebut Tidak Sehat, Benarkah?

Tren
Presiden Iran Meninggal, Apa Pengaruhnya bagi Geopolitik Dunia?

Presiden Iran Meninggal, Apa Pengaruhnya bagi Geopolitik Dunia?

Tren
Tanda Seseorang Kemungkinan Psikopat, Salah Satunya dari Gerakan Kepala

Tanda Seseorang Kemungkinan Psikopat, Salah Satunya dari Gerakan Kepala

Tren
5 Pillihan Ikan untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Tubuh Lebih Sehat

5 Pillihan Ikan untuk Usia 40 Tahun ke Atas, Bantu Tubuh Lebih Sehat

Tren
Apakah Masyarakat yang Tidak Memiliki NPWP Tak Perlu Membayar Pajak?

Apakah Masyarakat yang Tidak Memiliki NPWP Tak Perlu Membayar Pajak?

Tren
BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 21-22 Mei 2024

BMKG: Inilah Wilayah yang Berpotensi Hujan Lebat, Petir, dan Angin Kencang pada 21-22 Mei 2024

Tren
[POPULER TREN] Kasus Covid-19 di Singapura Naik Hampir Dua Kali Lipat | Ayah dan Anak Berlayar Menuju Tempat Terpencil di Dunia

[POPULER TREN] Kasus Covid-19 di Singapura Naik Hampir Dua Kali Lipat | Ayah dan Anak Berlayar Menuju Tempat Terpencil di Dunia

Tren
Apa Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi di Iran?

Apa Perbedaan Presiden dan Pemimpin Tertinggi di Iran?

Tren
Jadwal dan Susunan Peringatan Waisak 2024 di Borobudur, Ada Festival Lampion

Jadwal dan Susunan Peringatan Waisak 2024 di Borobudur, Ada Festival Lampion

Tren
Berkaca dari Kasus Wanita Diteror Teman Sekolah di Surabaya, Apakah Stalker atau Penguntit Bisa Dipidana?

Berkaca dari Kasus Wanita Diteror Teman Sekolah di Surabaya, Apakah Stalker atau Penguntit Bisa Dipidana?

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com