Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

5 Efek Samping Menahan Buang Air Kecil Terlalu Lama

Kompas.com - 24/04/2024, 07:30 WIB
Aditya Priyatna Darmawan,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Dalam kondisi tertentu, seseorang terpaksa harus menahan untuk buang air kecil, misalnya ketika sedang dalam perjalanan.

Kendati demikian, menahan buang kecil akan berbahaya bagi tubuh jika dilakukan terlalu sering atau bahkan sudah menjadi kebiasaan.

Karenanya, Anda perlu segera membuang air kecil jika kondisi memungkinkan.

Lantas, apa saja efek samping menahan buang air kecil terlalu lama?

Baca juga: Mengapa Dorongan untuk Buang Air Kecil Menguat Ketika Masuk Toilet?

5 efek samping menahan buang air kecil terlalu lama

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut setidaknya lima efek samping menahan buang air kecil terlalu lama:

1. Rasa nyeri

Seseorang yang sering menahan untuk buang air kecil dapat menyebabkan rasa nyeri atau ketidaknyamanan di sekitar saluran kencingnya, dikutip dari Medical News Today.

Tak hanya itu, buang air kecil juga bisa terasa sakit jika menahan kencing terlalu lama.

Otot-otot yang tegang saat menahan buang air kecil juga dapat menyebabkan kram panggul.

Baca juga: 5 Bahaya Menahan Kentut, Bisa Keluar dari Mulut

2. Infeksi saluran kemih

Dampak yang kedua jika seseorang sering menahan buang air kecil adalah meningkatkan risiko infeksi saluran kemih (ISK).

Pasalnya, menahan kencing terlalu lama dapat menyebabkan bakteri pemicu ISK berkembang biak.

Selain itu, seseorang yang tidak minum cukup cairan lebih berisiko terkena ISK, karena kandung kemih tidak memberi sinyal tubuh untuk sering buang air kecil.

Hal tersebut kemudian memungkinkan bakteri dapat menyebar ke saluran kemih, sehingga menyebabkan infeksi.

Baca juga: Apa Penyebab Mimpi Kencing Saat Tidur Lalu Mengompol? Ini Kata Pakar

3. Kandung kemih meregang

Sering menahan buang air kecil terlalu lama juga dapat menyebabkan kandung kemihnya meregang. Dalam kasus yang sangat jarang terjadi, kandung kemih bisa pecah.

Hal tersebut membuat kandung kemih sulit atau bahkan tidak berkontraksi untuk mengeluarkan urine secara normal.

Jika kandung kemih meregang, tindakan tambahan seperti dengan pemasangan kateter mungkin diperlukan.

Baca juga: Jarang Diketahui, Ini 8 Bahaya Menahan BAB

Halaman:

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com