Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cara Membatalkan Tiket Kereta Cepat Whoosh Secara Online

Kompas.com - 07/04/2024, 18:30 WIB
Alinda Hardiantoro,
Ahmad Naufal Dzulfaroh

Tim Redaksi

KOMPAS.com - General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa memastikan, penumpang kereta cepat Whoosh kini dapat membatalkan tiket secara online.

Tak hanya pembatalan, penumpang Whoosh juga bisa melakukan perubahan jadwal atau reschedule melalui aplikasi Whoosh dan laman KCIC.

"Proses pembatalan dan perubahan jadwal online ini dapat dilakukan selambatnya 2 jam sebelum jadwal keberangkatan melalui akun pemesan," kata Eva dalam keterangan resminya kepada Kompas.com, Minggu (7/4/2024).

Layanan pembatalan dan perubahan tiket Whoosh hanya dapat dilakukan untuk tiket yang dibeli melalui Aplikasi Whoosh dan laman ticket.kcic.co.id.

Bagi penumpang yang membeli tiket dari channel lain, seperti Loket, Ticket Vending Machine, dan aplikasi penjualan tiket yang sudah bekerjasama dengan KCIC, pembatalan dan perubahan jadwal dilakukan melalui loket stasiun.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Penumpang, KCIC Operasikan 52 Perjalanan Whoosh Per Hari

Cara membatalkan tiket Whoosh

Eva mengatakan, kebijakan pembatalan dan perubahan jadwal secara online akan mempermudah penumpang Whoosh.

Pasalnya, layanan pembatalan dan perubahan jadwal sebelumnya hanya bisa dilakukan di loket stasiun.

"Dengan adanya opsi pembatalan dan perubahan jadwal secara online ini, penumpang akan lebih fleksibel dalam menentukan pilihan perjalanannya," kata Eva.

Berikut cara membatalkan tiket Whoosh secara online:

  • Unduh aplikasi Whoosh versi terbaru melalui Play Store untuk Android dan App Store untuk pengguna iOS
  • Daftarkan nomor rekening yang akan menerima uang pembatalan di menu akun
  • Pada menu kotak masuk, pilih menu "Lunas"
  • Pilih tiket yang akan dibatalkan atau diubah jadwalnya
  • Klik "Change" untuk mengubah jadwal atau "Cancel" untuk membatalkan tiket.

Baca juga: Jadwal Operasional Kereta Cepat Whoosh Selama Libur Lebaran 2024

Ketentuan pembatalan dan reschedule tiket Whoosh

Proses pembatalan dan reschedule tiket Whoosh memiliki sejumlah ketentuan, yaitu:

  1. Proses pembatalan dan perubahan jadwal dapat dilakukan selambatnya 2 jam sebelum jadwal keberangkatan yang tertera pada tiket
  2. Uang pembatalan akan ditransfer paling lambat 15 hari sejak tanggal pengajuan sebesar 75 persen di luar bea pesan ke rekening yang didaftarkan.
  3. Untuk perubahan jadwal, penumpang akan diarahkan untuk membeli tiket baru terlebih dahulu dan uang tiket atas perubahan jadwal akan akan ditransfer paling cepat di hari yang sama sebesar 75 persen di luar bea pesan ke rekening yang didaftarkan.

Sebelumnya, PT KCIC telah menambah jumlah perjalanan Whoosh menjadi 52 perjalanan per hari untuk kebutuhan Lebaran 2024.

Dengan penambahan jadwal perjalanan ini, rata-rata jarak kedatangan antarkereta Whoosh pada jam sibuk mencapai 25 menit.

Whoosh sendiri akan beroperasi mulai dari pukul 06.40 WIB sampai pukul 20.30 WIB untuk relasi Halim-Tegalluar.

Untuk relasi Tegalluar-Halim, Whoosh akan beroperasi mulai pukul 05.50 WIB sampai pukul 20.30 WIB.

"Hal ini membuat para penumpang bisa memiliki lebih banyak opsi untuk memilih jadwal perjalanan yang sesuai dengan kebutuhannya," tutur Eva.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Video Viral Bocah Pesepeda Kena Pukul 'Driver' Ojol Saat Bikin Konten di Jalur Sepeda Jakpus

Video Viral Bocah Pesepeda Kena Pukul "Driver" Ojol Saat Bikin Konten di Jalur Sepeda Jakpus

Tren
Dukungan ke Palestina Terus Mengalir, Giliran Kuba Gugat Israel ke ICJ

Dukungan ke Palestina Terus Mengalir, Giliran Kuba Gugat Israel ke ICJ

Tren
Suhu Dieng Capai Minus 0,57 Derajat Celsius di Musim Kemarau, sampai Kapan Berlangsung?

Suhu Dieng Capai Minus 0,57 Derajat Celsius di Musim Kemarau, sampai Kapan Berlangsung?

Tren
3 Wilayah Jateng yang Berpotensi Kekeringan 24-30 Juni 2024, Mana Saja?

3 Wilayah Jateng yang Berpotensi Kekeringan 24-30 Juni 2024, Mana Saja?

Tren
Paus Fransiskus Minta Imam Persingkat Khotbah agar Umat Tidak Tertidur

Paus Fransiskus Minta Imam Persingkat Khotbah agar Umat Tidak Tertidur

Tren
Rincian Biaya Kuliah UPN Veteran Jakarta Jalur Mandiri 2024/2025

Rincian Biaya Kuliah UPN Veteran Jakarta Jalur Mandiri 2024/2025

Tren
Menlu Norwegia dan Bank Dunia Perkirakan Otoritas Palestina Akan Runtuh Tahun Ini

Menlu Norwegia dan Bank Dunia Perkirakan Otoritas Palestina Akan Runtuh Tahun Ini

Tren
Mobil Dinas TNI di Lokasi Penggerebekan Uang Palsu Rp 22 M Dipakai Warga Sipil, Ini Kata Kapuspen

Mobil Dinas TNI di Lokasi Penggerebekan Uang Palsu Rp 22 M Dipakai Warga Sipil, Ini Kata Kapuspen

Tren
Apakah Ada Denda jika Tidak Memadankan NIK-NPWP sampai 30 Juni? Ini Penjelasan DJP

Apakah Ada Denda jika Tidak Memadankan NIK-NPWP sampai 30 Juni? Ini Penjelasan DJP

Tren
Kominfo Putus Internet dari Kamboja-Filipina, Efektif Berantas Judi Online?

Kominfo Putus Internet dari Kamboja-Filipina, Efektif Berantas Judi Online?

Tren
Ubur-ubur Api Muncul di Pantai Gunungkidul, Apa yang Harus Dilakukan jika Tersengat?

Ubur-ubur Api Muncul di Pantai Gunungkidul, Apa yang Harus Dilakukan jika Tersengat?

Tren
1.301 Jemaah Haji Meninggal, Arab Saudi Bantah Gagal Jadi Tuan Rumah Ibadah Haji 2024

1.301 Jemaah Haji Meninggal, Arab Saudi Bantah Gagal Jadi Tuan Rumah Ibadah Haji 2024

Tren
Apa Itu Tanaman Kratom dan Bagaimana Efek Saat Mengonsumsinya?

Apa Itu Tanaman Kratom dan Bagaimana Efek Saat Mengonsumsinya?

Tren
Alasan Polda Sumbar Cari Orang yang Viralkan Kasus Bocah yang Tewas Diduga Dianiaya Polisi

Alasan Polda Sumbar Cari Orang yang Viralkan Kasus Bocah yang Tewas Diduga Dianiaya Polisi

Tren
Salinan Putusan Cerai Pasangan Artis Tersebar, Begini Hukumnya

Salinan Putusan Cerai Pasangan Artis Tersebar, Begini Hukumnya

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com