Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Benarkah Tarif Khusus Kereta Api Tidak Berlaku di Access by KAI?

Kompas.com - 24/04/2024, 18:30 WIB
Aditya Priyatna Darmawan,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Unggahan yang menyebutkan tarif khusus (tarsus) tiket kereta api tidak berlaku di aplikasi Access by KAI, viral di media sosial setelah diunggah akun X (Twitter) @jogmfs pada Selasa (24/4/2024) pagi.

Tarif khusus tiket kereta api adalah tiket dengan tarif rendah yang dapat dibeli mulai dua jam sebelum keberangkatan.

Pembelian tiket dengan tarif khusus itu dapat dilakukan melalui aplikasi KAI Access, situs kai.id, loket stasiun, atau kanal eksternal yang bekerja sama dengan KAI.

Tarif khusus tiket kereta api ini hanya berlaku untuk perjalanan kereta api di rute tertentu yang tiketnya masih tersedia. 

Sebelumnya pengunggah menanyakan, apakah tarsus tiket kereta api tidak turun secara langsung di aplikasi Access by KAI meski sudah dua jam sebelumnya.

Pengunggah menyebutkan, dirinya telah mengecek 2 jam 30 menit sebelum keberangkatan.

Jog tiket kereta tarsus klo di apk kai access udh 2 jam sblm keberangkatan emng ga langsung turun y harganya? Ini aku cek udh 2 jam 30 menit msh harga normal,” bunyi keterangan dalam unggahan.

Warganet ramai-ramai berkomentar mengenai unggahan tersebut. Salah satu dari mereka menyebutkan tarsus tersebut hanya berlaku mulai dua jam sebelum keberangkatan.

“2 jam kebawah nder,” tulis seorang warganet.

Lantas, benarkah tarif khusus kereta api tidak berlaku di Access by KAI?

Baca juga: Penjelasan KAI soal Nomor Kursi Kereta Tambahan Yogyakarta-Gambir New Generation yang Acak-acakan

Penjelasan KAI

VP Public Relations PT Kereta Api Indonesia (KAI) Joni Martinus menjelaskan, harga tiket kereta di Access by KAI akan secara otomatis menjadi tarsus.

Nantinya, saat harga terpotong menjadi tarsus, harga normal akan tercoret dan tergantikan dengan harga promo.

Meski begitu, ia menekankan bahwa tarsus tersebut berlaku mulai dua jam sebelum jadwal keberangkatan kereta api.

“Penjualan dapat dilakukan mulai dua jam sebelum jadwal keberangkatan kereta api di stasiun yang bersangkutan,” ujar Joni saat dihubungi Kompas.com, Selasa (23/4/2024).

Namun, Joni menuturkan bahwa hanya sejumlah perjalanan KA dengan relasi perjalanan tertentu yang mendapatkan tarsus tersebut.

Selain itu, tarsus tersebut berlaku selama tiket kereta api masih tersedia.

“Tiket dengan tarif khusus tidak dapat direduksi kecuali penumpang anak usia di bawah 3 tahun (infant),” katanya.

Disebutkan, kelas kereta yang mendapatkan tarsus tersebut yakni ekonomi, bisnis, dan eksekutif.

Baca juga: Ramai soal Anggota TNI Disebut Foto Penumpang Tanpa Izin di Kereta, Ini Kata KAI

Halaman:

Terkini Lainnya

Rumput Lapangan GBK Jelang Kualifikasi Piala Dunia usai Konser NCT Dream Disorot, Ini Kata Manajemen

Rumput Lapangan GBK Jelang Kualifikasi Piala Dunia usai Konser NCT Dream Disorot, Ini Kata Manajemen

Tren
Bukan UFO, Penampakan Pilar Cahaya di Langit Jepang Ternyata Isaribi Kochu, Apa Itu?

Bukan UFO, Penampakan Pilar Cahaya di Langit Jepang Ternyata Isaribi Kochu, Apa Itu?

Tren
5 Tokoh Terancam Ditangkap ICC Imbas Konflik Hamas-Israel, Ada Netanyahu

5 Tokoh Terancam Ditangkap ICC Imbas Konflik Hamas-Israel, Ada Netanyahu

Tren
Taspen Cairkan Gaji ke-13 mulai 3 Juni 2024, Berikut Cara Mengeceknya

Taspen Cairkan Gaji ke-13 mulai 3 Juni 2024, Berikut Cara Mengeceknya

Tren
Gaet Hampir 800.000 Penonton, Ini Sinopsis 'How to Make Millions Before Grandma Dies'

Gaet Hampir 800.000 Penonton, Ini Sinopsis "How to Make Millions Before Grandma Dies"

Tren
Ramai soal Jadwal KRL Berkurang saat Harpitnas Libur Panjang Waisak 2024, Ini Kata KAI Commuter

Ramai soal Jadwal KRL Berkurang saat Harpitnas Libur Panjang Waisak 2024, Ini Kata KAI Commuter

Tren
Simak, Ini Syarat Hewan Kurban untuk Idul Adha 2024

Simak, Ini Syarat Hewan Kurban untuk Idul Adha 2024

Tren
BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan di DIY pada Akhir Mei 2024, Ini Wilayahnya

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Kekeringan di DIY pada Akhir Mei 2024, Ini Wilayahnya

Tren
8 Bahaya Mencium Bayi, Bisa Picu Tuberkulosis dan Meningitis

8 Bahaya Mencium Bayi, Bisa Picu Tuberkulosis dan Meningitis

Tren
3 Alasan Sudirman Said Maju sebagai Gubernur DKI Jakarta, Siap Lawan Anies

3 Alasan Sudirman Said Maju sebagai Gubernur DKI Jakarta, Siap Lawan Anies

Tren
Starlink Indonesia: Kecepatan, Harga Paket, dan Cara Langganan

Starlink Indonesia: Kecepatan, Harga Paket, dan Cara Langganan

Tren
AS Hapuskan 'Student Loan' 160.000 Mahasiswa Senilai Rp 123 Triliun

AS Hapuskan "Student Loan" 160.000 Mahasiswa Senilai Rp 123 Triliun

Tren
Apakah Setelah Pindah Faskes, BPJS Kesehatan Bisa Langsung Digunakan?

Apakah Setelah Pindah Faskes, BPJS Kesehatan Bisa Langsung Digunakan?

Tren
Apakah Gerbong Commuter Line Bisa Dipesan untuk Rombongan?

Apakah Gerbong Commuter Line Bisa Dipesan untuk Rombongan?

Tren
Kapan Tes Online Tahap 2 Rekrutmen BUMN 2024? Berikut Jadwal, Kisi-kisi, dan Syarat Lulusnya

Kapan Tes Online Tahap 2 Rekrutmen BUMN 2024? Berikut Jadwal, Kisi-kisi, dan Syarat Lulusnya

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com