Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Tingkat Kemiskinan di Jawa, Yogyakarta Jadi Daerah Termiskin

Kompas.com - 18/01/2023, 12:15 WIB
Ahmad Naufal Dzulfaroh,
Sari Hardiyanto

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik (BPS) merilis Profil Kemiskinan di Indonesia September 2022, Senin (16/1/2023).

BPS mencatat, tingkat kemiskinan di Indonesia mencapai 9,57 persen, meningkat 0,03 persen dari periode Maret 2022 dan turun 0,14 dibandingkan September 2021.

Diketahui, jumlah penduduk miskin di Indonesia pada September 2022 mencapai 26,36 juta orang.

Baca juga: Jadwal Terbaru KRL Solo-Yogyakarta Berlaku Agustus 2022

Di Pulau Jawa, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi.

DIY memiliki tingkat kemiskinan sebesar 11,49 persen, dengan jumlah penduduk miskin mencapai 463.630.

Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan periode Maret 2022 sebesar 457.760 orang.

Baca juga: Daerah dengan Jumlah Lansia Tertinggi di Indonesia, Ada di Mana Saja?


Jawa Tengah peringkat kedua termiskin di Pulau Jawa

Sementara Jawa Tengah menjadi daerah termiskin kedua di Jawa, dengan persentase 10,98 persen dan memiliki 3.858.230 penduduk miskin.

Untuk daerah dengan tingkat kemiskinan terendah di Jawa masih ditempati oleh DKI Jakarta.

Ibu kota negara itu memiliki tingkat kemiskinan sebesar 4,61 persen, dengan jumlah penduduk miskin mencapai 494.930 orang.

Baca juga: Skema Bansos Tak Cukup Berantas Kemiskinan Ekstrem, Apa Solusinya?

Berikut tingkat kemiskinan di Jawa berdasarkan provinsi:

  • DIY: 11,49 persen
  • Jawa Tengah: 10,98 persen
  • Jawa Timur: 10,49
  • Jawa Barat: 7,98
  • Banten: 6,24 persen
  • DKI Jakarta: 4,61 persen

Baca juga: Angka Kemiskinan dan Ketimpangan di DKI Jakarta Turun pada September 2022, BPS: Pertama Kali Sejak Pandemi

Gambaran kemiskinan di NTB nampak pada rumah rumah buruh migran di Lombok Tengah, yang ditinggalkan memburu nasib ke negeri seberang, agar terlepas dari jerat kemiskinan yang panjang.FITRI R Gambaran kemiskinan di NTB nampak pada rumah rumah buruh migran di Lombok Tengah, yang ditinggalkan memburu nasib ke negeri seberang, agar terlepas dari jerat kemiskinan yang panjang.

Secara nasional, Papua menjadi daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi, yakni 26,80 persen dan memiliki penduduk miskin sebesar 936.320 orang.

Disusul Papua Barat 21,43 persen, Nusa Tenggara Timur 20,23 persen, Maluku 16,23 persen, dan Gorontalo 15,51 persen.

Sementara garis kemiskinan pada September 2022 tercatat sebesar Rp 535.547 per kapita per bulan, dengan komposisi garis kemiskinan makanan sebesar Rp 397.125 (74,15 persen) dan garis kemiskinan bukan makanan sebesar Rp 138.442 (25,85 persen).

Baca juga: Bank Dunia, Covid-19, dan Ancaman Kemiskinan Ektrem Global...

DKI Jakarta, Kepulauan Bangka Belitung, dan Kalimantan Selatan menjadi daerah dengan tingkat kemiskinan terendah dengan persentasi yang sama, yakni 4,61 persen.

Secara rata-rata, rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,35 anggota keluargga.

Karenanya, besaran garis kemiskinan per rumah tangga miskin rata-rata adalah Rp 2.324.274 per rumah tanggah per bulan.

Baca juga: 10 Daerah dengan Tingkat Kemiskinan Tertinggi di Indonesia, Mana Saja?

KOMPAS.com/Akbar Bhayu Tamtomo Infografik: Daftar 10 Provinsi dengan Angka Kemiskinan Tertinggi

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Kronologi Kecelakaan Bus di Subang, 9 Orang Tewas dan Puluhan Luka-luka

Kronologi Kecelakaan Bus di Subang, 9 Orang Tewas dan Puluhan Luka-luka

Tren
Warganet Pertanyakan Mengapa Aurora Tak Muncul di Langit Indonesia, Ini Penjelasan BRIN

Warganet Pertanyakan Mengapa Aurora Tak Muncul di Langit Indonesia, Ini Penjelasan BRIN

Tren
Saya Bukan Otak

Saya Bukan Otak

Tren
Pentingnya “Me Time” untuk Kesehatan Mental dan Ciri Anda Membutuhkannya

Pentingnya “Me Time” untuk Kesehatan Mental dan Ciri Anda Membutuhkannya

Tren
Bus Pariwisata Kecelakaan di Kawasan Ciater, Polisi: Ada 2 Korban Jiwa

Bus Pariwisata Kecelakaan di Kawasan Ciater, Polisi: Ada 2 Korban Jiwa

Tren
8 Misteri di Piramida Agung Giza, Ruang Tersembunyi dan Efek Suara Menakutkan

8 Misteri di Piramida Agung Giza, Ruang Tersembunyi dan Efek Suara Menakutkan

Tren
Mengenal Apa Itu Eksoplanet? Berikut Pengertian dan Jenis-jenisnya

Mengenal Apa Itu Eksoplanet? Berikut Pengertian dan Jenis-jenisnya

Tren
Indonesia U20 Akan Berlaga di Toulon Cup 2024, Ini Sejarah Turnamennya

Indonesia U20 Akan Berlaga di Toulon Cup 2024, Ini Sejarah Turnamennya

Tren
7 Efek Samping Minum Susu di Malam Hari yang Jarang Diketahui, Apa Saja?

7 Efek Samping Minum Susu di Malam Hari yang Jarang Diketahui, Apa Saja?

Tren
Video Viral, Pengendara Motor Kesulitan Isi BBM di SPBU 'Self Service', Bagaimana Solusinya?

Video Viral, Pengendara Motor Kesulitan Isi BBM di SPBU "Self Service", Bagaimana Solusinya?

Tren
Pedang Excalibur Berumur 1.000 Tahun Ditemukan, Diduga dari Era Kejayaan Islam di Spanyol

Pedang Excalibur Berumur 1.000 Tahun Ditemukan, Diduga dari Era Kejayaan Islam di Spanyol

Tren
Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia Sepanjang 2024 Usai Gagal Olimpiade

Jadwal Pertandingan Timnas Indonesia Sepanjang 2024 Usai Gagal Olimpiade

Tren
6 Manfaat Minum Wedang Jahe Lemon Menurut Sains, Apa Saja?

6 Manfaat Minum Wedang Jahe Lemon Menurut Sains, Apa Saja?

Tren
BPJS Kesehatan: Peserta Bisa Berobat Hanya dengan Menunjukkan KTP Tanpa Tambahan Berkas Lain

BPJS Kesehatan: Peserta Bisa Berobat Hanya dengan Menunjukkan KTP Tanpa Tambahan Berkas Lain

Tren
7 Rekomendasi Olahraga untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas, Salah Satunya Angkat Beban

7 Rekomendasi Olahraga untuk Wanita Usia 50 Tahun ke Atas, Salah Satunya Angkat Beban

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com