Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Viral, Video Petugas PLN Perbaiki Listrik di Kalimantan Tengah yang Mati Puluhan Jam, Susuri Rawa Gunakan Perahu

Kompas.com - 15/10/2022, 19:00 WIB
Nur Rohmi Aida,
Rizal Setyo Nugroho

Tim Redaksi

KOMPAS.com – Sejumlah daerah di Kalimantan Tengah sempat mengalami listrik padam pada Selasa (11/10/2022) hingga Kamis (12/10/2022).

Usai matinya listrik beberapa puluh jam di Kalimantan Tengah (Kalteng) ini, sebuah video petugas PLN memperbaiki jaringan listrik di Kalteng, viral di media sosial.

Hal itu setelah sebuha video diunggah oleh akun TikTok @ini_anjar.

“Kalimantan padam- Alhmadulillah udah nyala,” tulis akun tersebut dalam unggahannya Jumat (14/10/2022).

Video tersebut memperlihatkan upaya petugas PLN memperbaiki tower PLN yang rusak dengan cara naik perahu dan menyusuri rawa-rawa.

Hingga Sabtu (15/10/2022) unggahan tersebut telah dilihat lebih dari 2,5 juta kali pengguna TikTok.

Baca juga: Video Viral Kamar Kos Penuh Sampah, Apa Penyebabnya?

@ini_anjar kalimantan padam, Alhamdulillah udah nyala. #kalimantantegah ? suara asli - Chandra Saputra

Respons warganet

Beragam respons muncul terkait unggahan video tersebut.

“Baru kali ini gw doain orang pln yg baik2,semoga berkah ya pak,” tulis akun @nurulfauziyah435.

“Ngeri om kalau ketemu anaconda, itu kalau gua, sepanjang perjalanan doa trus ala yg hafal semuanya dibaca,” tulis akun dengan nama Nata de coco.

“alhmdllah berkat kerja keras abang abang semua kmbali normal sehat selalu semuanya,” tulis akun Ranti Nadiya.

Cerita petugas

Terkait dengan video tersebut, pemilik akun TikTok @ini_anjar Anjar Rosa Baroya menceritakan kejadian padamnya listrik PLN ini terjadi pada 11 Oktober 2022 malam.

Sementara video yang viral tersebut diambil pada tanggal 13 Oktober 2022.

Akibat kejadian padamnya listrik PLN selama puluhan jam ini PLN mengerahkan tim hingga 28 personel untuk melakukan perbaikan.

Personel tersebut merupakan Tim PDKB Bekantan yang berasal dari 3 Tim Unit Pemeliharaan Transmisi dan 1 Unit Khusus Pemeliharaan Bertegangan (PDKB).

“Penyebab padam dikarenakan terjadinya badai di daerah Sudan sehingga mengakibatkan OPGW atau Konduktor anti Petir putus,” kata Anjar yang juga Sekretaris General Manager PLN UIKL Kalimantan.

Anjar menceritakan, akibat kejadian tersebut listrik padam di Kalteng terjadi di sejumlah wilayah seperti di Kabupaten Kotawaringin Timur dan Kota Waringin Barat yang meliputi Sampit, Pangkalan Bun, dan Bagendang.

Lokasi terkena banjir, petugas gunakan perahu

Ia mengatakan, kondisi sekitar tower yang merupakan daerah rawa saat itu sedang terjadi banjir.

Sehingga satu-satunya jalan untuk menuju ke tower tersebut adalah dengan menggunakan perahu.

“Dikarenakan terjadi banjir pada daerah rawa di sekeliling tower, sehingga akses satu-satunya tinggal menggunakan perahu klotok yang membutuhkan waktu sekitar 2 Jam menuju titik tower,” cerita Anjar dihubungi Kompas.com, Sabtu (15/10/2022).

Dalam upaya ini menurutnya ada sekitar 4 kapal klotok yang digunakan agar bisa sampai ke lokasi tower. Ia menceritakan, saat itu tim berangkat dari mulai malam untuk menuju titik tower.

Lokasi sulit dijangkau

Sejumlah hambatan menurutnya sempat ditemui seperti kondisi dalam upaya perbaikan ini seperti cuaca yang hujan dan lokasi yang tergenang cukup dalam.

“Lokasinya cukup sulit untuk dituju, kita harus menggunakan klotok dan itu pun kadang mesinnya harus dimatikan, dikayuh sendiri karena kita harus masuk di antara celah-celah pohon,” paparnya.

Tim juga harus melalui danau dan aliran sungai serta beberapa kali terbawa arus dan terhalang pepohonan. Sempat juga ada kekhawatiran mengenai binatang liar seperti buaya maupun ular.

Anjar mengatakan, pengerjaan perbaikan yang dilakukan saat itu berlangsung sekitar 32 jam.

“UntukPengerjaan 32 Jam non stop secara paralel dari beberap tim,” tuturnya.

Baca juga: Viral, Video Bernarasi Tanaman Jagung Milik Warga Dibabat Anak Usaha BUMN Perkebunan, Ini Kata PTPN

Ia menuturkan saat akhirnya tim berhasil melakukan perbaikan, tim harus menemui sejumlah tantangan untuk bisa kembali pulang.

Saat itu, menurutnya tim harus kembali melewati rute yang sama. Namun dengan tantangan yang lebih rumit.

Di antaranya hari yang mulai gelap, harus melawan arus serta 2 kali kapal sempat kehilangan baling-baling.

“Kami harus memperbaiki sambil terus mengayuh,” ceritanya.

Ia juga mengatakan, cuaca saat itu hujan gerimis. Namun Ia bersyukur saat akhirnya ia dan tim bisa kembali pulang dengan selamat.

“Alhamdulillahnya di hari tersebut kami dapat kembali dengan selamat dan sehat,” kata dia.

Baca juga: Video Viral Bandara Komodo Labuan Bajo Tergenang Air dan Plafonnya Jebol, Ini Kata Kemenhub

Cuitan Twitter

Di media sosial Twitter informasi mengenai matinya listrik di Kalimantan ini sempat dibagikan beberapa netizen di media sosial.

Beberapa warganet menceritakan, saat listrik mati banyak masyarakat Kalteng yang memilih tidur di hotel atau bahkan membeli genset pribadi.

“Kalimantan listrik padam sudah 2hr gak demo, cuma langsung beli generator buat pembangkit listrik pribadi wkwk,” tulis salah satu akun di media sosial Twitter.

“Orang kalimantan mah gitu, mati listrik ngapain demo mending beli genset sama tidur di hotel. Percuma demo klo listrik tetap belum hidup,” ungkap akun yang lain.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.


Terkini Lainnya

Ini Daftar Kenaikan HET Beras Premium dan Medium hingga 31 Mei 2024

Ini Daftar Kenaikan HET Beras Premium dan Medium hingga 31 Mei 2024

Tren
Ramai soal Nadiem Akan Wajibkan Pelajaran Bahasa Inggris, Ini Kata Kemendikbud Ristek

Ramai soal Nadiem Akan Wajibkan Pelajaran Bahasa Inggris, Ini Kata Kemendikbud Ristek

Tren
Media Korsel Soroti Pertemuan Hwang Seon-hong dan Shin Tae-yong di Piala Asia U23

Media Korsel Soroti Pertemuan Hwang Seon-hong dan Shin Tae-yong di Piala Asia U23

Tren
10 Ras Anjing Pendamping yang Cocok Dipelihara di Usia Tua

10 Ras Anjing Pendamping yang Cocok Dipelihara di Usia Tua

Tren
5 Manfaat Kesehatan Daging Buah Kelapa Muda, Salah Satunya Menurunkan Kolesterol

5 Manfaat Kesehatan Daging Buah Kelapa Muda, Salah Satunya Menurunkan Kolesterol

Tren
Viral, Video Sopir Bus Cekcok dengan Pengendara Motor di Purworejo, Ini Kata Polisi

Viral, Video Sopir Bus Cekcok dengan Pengendara Motor di Purworejo, Ini Kata Polisi

Tren
PDI-P Laporkan Hasil Pilpres 2024 ke PTUN Usai Putusan MK, Apa Efeknya?

PDI-P Laporkan Hasil Pilpres 2024 ke PTUN Usai Putusan MK, Apa Efeknya?

Tren
UKT Unsoed Tembus Belasan-Puluhan Juta, Kampus Sebut Mahasiswa Bisa Ajukan Keringanan

UKT Unsoed Tembus Belasan-Puluhan Juta, Kampus Sebut Mahasiswa Bisa Ajukan Keringanan

Tren
Sejarah dan Makna Setiap Warna pada Lima Cincin di Logo Olimpiade

Sejarah dan Makna Setiap Warna pada Lima Cincin di Logo Olimpiade

Tren
Ramai Anjuran Pakai Masker karena Gas Beracun SO2 Menyebar di Kalimantan, Ini Kata BMKG

Ramai Anjuran Pakai Masker karena Gas Beracun SO2 Menyebar di Kalimantan, Ini Kata BMKG

Tren
Kenya Diterjang Banjir Bandang Lebih dari Sebulan, 38 Meninggal dan Ribuan Mengungsi

Kenya Diterjang Banjir Bandang Lebih dari Sebulan, 38 Meninggal dan Ribuan Mengungsi

Tren
Dari Jakarta ke Penang, WNI Akhirnya Berhasil Obati Katarak di Korea

Dari Jakarta ke Penang, WNI Akhirnya Berhasil Obati Katarak di Korea

Tren
Warganet Kaitkan Kenaikan UKT Unsoed dengan Peralihan Menuju PTN-BH, Ini Penjelasan Kampus

Warganet Kaitkan Kenaikan UKT Unsoed dengan Peralihan Menuju PTN-BH, Ini Penjelasan Kampus

Tren
Israel Diduga Gunakan WhatsApp untuk Targetkan Serangan ke Palestina

Israel Diduga Gunakan WhatsApp untuk Targetkan Serangan ke Palestina

Tren
Apa Itu Asuransi? Berikut Cara Kerja dan Manfaatnya

Apa Itu Asuransi? Berikut Cara Kerja dan Manfaatnya

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com