Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Viral, Foto Titik Pijat Ruas Jari untuk Redakan Stres, Ini Penjelasan Dokter

Kompas.com - 27/09/2022, 18:45 WIB
Retia Kartika Dewi,
Rendika Ferri Kurniawan

Tim Redaksi

KOMPAS.com - Sebuah twit foto titik pijat ruas jari yang disebut bisa meredakan stres, viral di media sosial pada Senin (26/9/2022).

Unggahan tersebut sebagaimana diunggah oleh akun Twitter ini.

"works loh guys," tulis akun tersebut.

Pengunggah juga menyertakan foto ruas jari tangan yang memiliki titik pijat dengan fungsi yang berbeda.

Ada yang untuk meredakan frustasi, marah, sedih, gugup/stres, cemas, dan mual/tegang.

Hingga Selasa (27/9/2022), twit itu sudah dicuitkan ulang sebanyak 6.512 kali dan disukai 36.800 kali pengguna Twitter lainnya.

Lantas, benarkah foto titik pijat di jari tangan untuk meredakan stress tersebut?

Berikut penjelasan dari dokter:

Baca juga: Viral, Curhat Netizen Ditolak Bayar Pakai Uang Cash, Ini Tanggapan BI

Penjelasan dokter

Staf pengajar Program Studi Spesialis Akupunktur Medik Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia FKUI-RSCM, dr. Yoshua Viventius, Sp.Ak mengatakan bahwa titik pijat pada ruas jari untuk meredakan stres seperti yang ada pada foto viral adalah keliru.

Menurut dia, letak titik pijat dan diagnosa untuk mengatasi beragam rasa stres, seperti kecewa, marah, dan lainnya juga tidak tepat.

"Dari segi akupuntur medik sih letaknya bukan di situ ya, bukan di ujung-ujung jari," ujar Yoshua, saat dihubungi Kompas.com, Selasa (27/9/2022).

Dia menambahkan, dalam ilmu medis, untuk meredakan stres bisa menggunakan teknik aku-pressure.

"Aku-pressure itu tindakan melakukan atau menstimulasi titik-titik akupuntur dengan jari kita sendiri," lanjut dia.

Saat dipraktikkan, metode ini bisa menggunakan ibu jari atau benda-benda tumpul.

Kemudian, dipilih letak titik yang diinginkan untuk ditindak terapi aku-pressure.

Halaman:

Terkini Lainnya

Misteri Mayat Dalam Toren di Tangsel, Warga Mengaku Dengar Keributan

Misteri Mayat Dalam Toren di Tangsel, Warga Mengaku Dengar Keributan

Tren
China Blokir “Influencer” yang Hobi Pamer Harta, Tekan Materialisme di Kalangan Remaja

China Blokir “Influencer” yang Hobi Pamer Harta, Tekan Materialisme di Kalangan Remaja

Tren
Poin-poin Draft Revisi UU Polri yang Disorot, Tambah Masa Jabatan dan Wewenang

Poin-poin Draft Revisi UU Polri yang Disorot, Tambah Masa Jabatan dan Wewenang

Tren
Simulasi Hitungan Gaji Rp 2,5 Juta setelah Dipotong Iuran Wajib Termasuk Tapera

Simulasi Hitungan Gaji Rp 2,5 Juta setelah Dipotong Iuran Wajib Termasuk Tapera

Tren
Nilai Tes Online Tahap 2 Rekrutmen Bersama BUMN 2024 di Atas Standar Belum Tentu Lolos, Apa Pertimbangan Lainnya?

Nilai Tes Online Tahap 2 Rekrutmen Bersama BUMN 2024 di Atas Standar Belum Tentu Lolos, Apa Pertimbangan Lainnya?

Tren
Mulai 1 Juni, Dana Pembatalan Tiket KA Dikembalikan Maksimal 7 Hari

Mulai 1 Juni, Dana Pembatalan Tiket KA Dikembalikan Maksimal 7 Hari

Tren
Resmi, Tarik Tunai BCA Lewat EDC di Retail Akan Dikenakan Biaya Rp 4.000

Resmi, Tarik Tunai BCA Lewat EDC di Retail Akan Dikenakan Biaya Rp 4.000

Tren
Orang Terkaya Asia Kembali Gelar Pesta Prewedding Anaknya, Kini di Atas Kapal Pesiar Mewah

Orang Terkaya Asia Kembali Gelar Pesta Prewedding Anaknya, Kini di Atas Kapal Pesiar Mewah

Tren
Ngaku Khilaf Terima Uang Rp 40 M dari Proyek BTS 4G, Achsanul Qosasi: Baru Kali Ini

Ngaku Khilaf Terima Uang Rp 40 M dari Proyek BTS 4G, Achsanul Qosasi: Baru Kali Ini

Tren
Poin-poin Revisi UU TNI yang Tuai Sorotan

Poin-poin Revisi UU TNI yang Tuai Sorotan

Tren
Tak Lagi Menjadi Sebuah Planet, Berikut 6 Fakta Menarik tentang Pluto

Tak Lagi Menjadi Sebuah Planet, Berikut 6 Fakta Menarik tentang Pluto

Tren
Daftar 146 Negara yang Mengakui Palestina dari Masa ke Masa

Daftar 146 Negara yang Mengakui Palestina dari Masa ke Masa

Tren
Apa Itu Tapera, Manfaat, Besaran Potongan, dan Bisakah Dicairkan?

Apa Itu Tapera, Manfaat, Besaran Potongan, dan Bisakah Dicairkan?

Tren
Cara Memadankan NIK dan NPWP, Terakhir Juni 2024

Cara Memadankan NIK dan NPWP, Terakhir Juni 2024

Tren
Rekan Kerja Sebut Penangkapan Pegi Salah Sasaran, Ini Alasannya

Rekan Kerja Sebut Penangkapan Pegi Salah Sasaran, Ini Alasannya

Tren
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Komentar
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com