Jaya Suprana
Pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan

Penulis adalah pendiri Sanggar Pembelajaran Kemanusiaan.

Dirgahayu Indonesia dan Hal-hal yang Perlu Diperjuangkan

Kompas.com - 17/08/2021, 13:28 WIB
Tim Reaksi Cepat dan Satgas Covid-19 Tangguh Dewata mengibarkan bendera merah putih saat memperingati HUT Ke-76 Republik Indonesia di halaman Kantor Desa Sumerta Kelod, Denpasar, Bali, Selasa (17/8/2021). Kegiatan yang digelar secara sederhana tersebut untuk memperingati HUT RI dan mengenang perjuangan para pahlawan yang berhasil merebut kemerdekaan sekaligus membangkitkan semangat dalam upaya mengatasi pandemi Covid-19. ANTARA FOTO/NYOMAN HENDRA WIBOWOTim Reaksi Cepat dan Satgas Covid-19 Tangguh Dewata mengibarkan bendera merah putih saat memperingati HUT Ke-76 Republik Indonesia di halaman Kantor Desa Sumerta Kelod, Denpasar, Bali, Selasa (17/8/2021). Kegiatan yang digelar secara sederhana tersebut untuk memperingati HUT RI dan mengenang perjuangan para pahlawan yang berhasil merebut kemerdekaan sekaligus membangkitkan semangat dalam upaya mengatasi pandemi Covid-19.

SEBAGAI warga Indonesia cinta Indonesia, saya merasa bangga atas pidato kenegaraan 16 Agustus 2019 Presiden Jokowi di MPR yang menegaskan bahwa bangsa Indonesia telah mengalami pertumbuhan ekonomi secara sangat meyakinkan bangkit dari puing-puing keterpurukan akibat pagebluk Corona.

Bangga

Saya bangga atas keberhasilan bangsa Indonesia gotong-royong berjuang menanggulangi angkara murka pagebluk Corona.

Belum terbilang keberhasilan bangsa Indonesia di bawah pimpinan Presiden Jokowi menggalang persatuan dan kesatuan Indonesia sehingga tidak terjadi gejolak sosio-politik menggerogoti pilar-pilar penyangga Pancasila sebagai ideologi negara.

Telah terbukti bahwa sila Ketuhanan yang Maha Esa, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, Persatuan Indonesia serta Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan telah diejawantahkan menjadi kenyataan di persada Indonesia setelah 76 tahun merdeka.

Bersyukur

Saya bersyukur bahwa secara pribadi saya beruntung telah dapat menikmati nikmatnya kenikmatan kemerdekaan bangsa, negara dan rakyat Indonesia.

Namun tanpa sedikit pun mengecilkan rasa bangga dan hormat terhadap jasa pemerintah Republik Indonesia yang kini dipimpin oleh Presiden Jokowi, dengan penuh kerendahan hati saya memberanikan diri mengungkap kenyataan bahwa sila terakhir Pancasila yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia masih belum terwujud menjadi kenyataan.

Belum seluruh rakyat Indonesia seberuntung saya. Masih ada rakyat miskin belum memiliki akses ke sistem jaminan sosial nasional.

Masih ada rakyat miskin belum mampu membeli tes PCR. Masih ada keluarga tidak mampu membelikan anaknya laptop atau ponsel agar dapat mengikuti pelajaran online yang terpaksa dilaksanakan pada masa PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyaraka).

Masih ada masyarakat adat dipaksa berperan sebagai tumbal pembangunan. Masih ada rakyat miskin tergusur atas nama pembangunan infra struktur.

Masih ada warga miskin tertinggal dalam derap langkah pembangunan. Masih ada rakyat terutama yang papa dan miskin belum bisa ikut menikmati nikmatnya kenikmatan kemerdekaan bangsa, negara dan rakyat Indonesia yang telah diproklamirkan Bung Karno dan Bung Hatta pada tanggal 17 Agustus 1945

Halaman:

Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.