Alasan Ilmiah di Balik Perilaku Kucing yang Tampak Kejam

Kompas.com - 25/07/2021, 20:50 WIB
Ilustrasi kucing. Unsplash/Paul HanaokaIlustrasi kucing.

KOMPAS.com - Semua orang--kecuali yang tidak suka--pasti setuju bahwa kucing adalah hewan yang lucu. Tingkahnya yang menggemaskan seringkali membuat kita lupa bahwa dia bisa lebih jahat.

Jangan terburu emosi. Coba Anda ingat-ingat lagi beberapa perilakunya.

Kucing bisa menyiksa tikus sampai mati. Kucing mempermainkan mangsanya. Kucing juga mengabaikan kita sebagai pemiliknya meskipun kita sangat baik kepada mereka.

Ya, dengan kata lain, berbeda dengan anjing. Ketika pemilik anjing pulang ke rumah, rata-rata anjing akan menyambutnya dengan kegembiraan yang menggebu-gebu.

Sebaliknya, kucing tidak. Jangankan menyambut di pintu. Anda melangkah ke luar rumah saja belum tentu mereka risau atau memperhatikan.

Jadi, sebenarnya kucing ini tidak peduli — atau memang begitu?

Seorang ahli biologi berdarah Swiss-Amerika, Dennis Turner tidak setuju jika kucing dicap seperti itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Peneliti hubungan antara manusia dan kucing domestik itu mengatakan, kucing bersosialisasi dengan manusia sejak anakan kucing untuk mengembangkan hubungan sosial yang tulus. "Mereka merindukan pemiliknya, misalnya selama liburan - bahkan jika mereka mungkin hanya akan bersikap dingin saat mereka kembali," ujarnya dilansir dari Deutsch-Welle.

Baca juga: Apakah Kucing Pernah Memimpikan Kita? Ini Kata Pakar

"Anjing punya tuan, kucing punya budak"

Anda mungkin pernah mendengar pepatah di atas. Sebuah penelitian pada tahun 2015, menemukan bahwa keterikatan emosional kucing dengan pemiliknya berbeda dengan anjing dan pemiliknya.

Alice Potter dan Daniel Simon Mills dari University of Lincoln di Inggris memeriksa 20 kucing dan pemiliknya, menggunakan metode yang sebenarnya dikembangkan untuk anak kecil.

Halaman:

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.